Ketika Cosplay Menjadi Ajang Pengejekan Masal

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Aug 20, 2014.

Discuss Ketika Cosplay Menjadi Ajang Pengejekan Masal in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Yo N3 Mania!

    [​IMG]Akhir-akhir ini mungkin Citizen penggemar pop culture Jepang yg sibuk dengan sosial media mengetahui keberadaan beberapa cosplayer yg cukup heboh dibicarakan oleh umum. Mereka adalah para hijab cosplayer & Thatbitha Halimatussadiyah, cosplayer Racing Miku yg muncul di acara Anime Festival Asia alias AFA yg diselenggarakan di JCC tahun ini dengan hanya berpakaian minim.

    Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang mereka, mari kita kembali ke 10 tahun lalu, tepatnya tahun 2004 di mana Cosplay sendiri mulai menggeliat ke permukaan. Pada saat itu hingga sekitar 5-6 tahun ke dapan, cosplay menjadi salah satu hal yg sangat menyenangkan, meskipun para cosplayer melakukan cosplay dengan segala keterbatasan seperti wig yg perputarannya tidak secepat & semudah saat ini, hampir tidak pernah ada masalah alias drama diantara cosplayer orpun para penikmat cosplay. Semua saling mendukung satu sama lain & cosplay, saat itu bagi Athira, menjadi hal yg sangat menyenangkan untuk dilakukan & ditunggu. Tidak ada kecaman-kecaman yg sifatnya membully pada tahun-tahun itu karena memang cosplay sendiri masih belum terlalu diminati oleh kalangan penggemar anime, manga, game, & tokusatsu Jepang.

    Contohnya saja cosplayer Mahoro dari animeMahoromaticyg mengaku bahwa ia mengcosplaykan Mahoro versi cowok, biasanya kalau saat ini, pasti sudah dikecam habis-habisan dikatakan bahwa ia tidak pantas or merusak karakternya, se&gkan dulu, ia cuma diber komentar “Weks, male Mahoro itu loh, nggak banget…… Tapi kreatif juga ya!”[​IMG]

    [​IMG]

    Kesenangan bercosplay akhirnya menjadi booming pada awal tahun 2010 di mana sudah mulai bermunculan acara- acara kampus yg mengambil tema Jepang & memasukan cosplay competition di dalamnya. Tentu saja, dengan banyaknya cosplayer ini penikmatnya pun bertambah, apalagi dengan populernya anime-anime Jepang saat itu & memiliki penggemar yg jumlahnya jauh lebih banyak daripada awal tahun 2000-an dengan populernya animeBleach, Naruto,&One Piece.

    Tentu saja, dengan semakin banyak penikmat pasti akan semakin banyak pula permintaan, para penikmat juga mulai berani untuk mengkritik habis-habisan cosplayer yg mereka anggap tidak pas untuk memerankan karakter tersebut. Namun tentu saja, semua itu dilakukan di media sosial. Tidak ada yg berani menatap muka langsung para cosplayer tersebut & membullymereka dengan kritikan pedas yg tidak ada baiknya. Media sosial sangat berperan dalam hal ini, di mana orang-orang bisa mengejek orang lain yg tidak mereka suka secara seenaknya tanpa perlu takut identitasnya akan ketahuan.

    Next1 of 41 2 3 4

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Ketika Cosplay Menjadi Ajang Pengejekan Masal diatas dikutip dari Internet secara gamblang.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page