Kilas Balik Perkembangan Ojek Online di 2015

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 15, 2015.

Discuss Kilas Balik Perkembangan Ojek Online di 2015 in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,755
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Di akhir tahun 2014, hampir tidak ada tanda-tanda yg menunjukkan bila layanan ojek online akan menjadi sesuatu yg besar tahun ini. Bisnis transportasi on-demand memang sudah mulai dikenal, salah satunya karena kontroversi kehadiran Uber di Indonesia.

    Namun istilah ojek online saat itu belum begitu dikenal. Walau GrabTaxi telah mengujicoba layanan GrabBike di Vietnam pada bulan Oktober 2014, tidak ada indikasi ketika itu kalau mereka akan meluncurkannya di Indonesia.

    Setahun berselang, berkat kehadiran aplikasi GO-JEK pada bulan Januari & layanan GrabBike empat bulan kemudian, ojek online langsung menjadi salah satu bisnis startup yg paling populer di Indonesia.

    Persaingan dua startup tersebut kemudian memicu munculnya startup-startup lain yg juga bergerak di bisnis yg sama, seperti Blu-Jek, TopJek, LadyJek, & Jeger Taksi. Bagaimana sebenarnya layanan ojek online berubah dari layanan yg tidak dikenal menjadi sebuah layanan yg sangat populer sepanjang tahun ini?
    Baca juga: Kumpulan Layanan Ojek On-Demand Populer di Indonesia
    Semua berkat kehadiran Uber & GrabTaxi
    Walaupun baru berhasil meraih popularitas pada tahun ini, GO-JEK, yg merupakan pelopor layanan ojek online di Indonesia, sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 2010. Pada tanggal 13 Oktober 2015 yg lalu, mereka merayakan ulang tahun yg kelima, maka artinya GO-JEK sudah mulai beroperasi sejak tanggal 13 Oktober 2010. Nadiem Makarim, CEO GO-JEK, menceritakan kepada Tech in Asia kalau ia memulai perusahannya dengan sebuah call center & 20 pengemudi ojek.

    [​IMG]

    Sejak saat itu, GO-JEK terus beroperasi tanpa pertumbuhan yg signifikan. Baru sekitar pertengahan 2014, mulai ada investor yg berminat untuk berinvestasi di GO-JEK. Diakui Nadiem, para investor mulai menyatakan minatnya setelah melihat masuknya Uber & GrabTaxi ke pasar Indonesia.

    Pada saat itu, sebenarnya sudah ada penyedia layanan ojek online, yaitu Wheel Line & HandyMantisyang saat ini sudah tidak beroperasi. Namun GO-JEK berhasil memikat perhatian investor, NSI Ventures.

    Peruntungan GO-JEK mulai berubah sejak meluncurkan aplikasi mobile untuk perangkat Android & iOS di awal Januari 2015. Mereka pun menjadi satu-satunya layanan ojek online yg mempunyai aplikasi. Nama GO-JEK semakin dikenal ketika muncul berita kalau pengemudi mereka bisa mendapat penghasilan mencapai Rp13 Juta per bulan. Saat itu, GO-JEK mengklaim telah mempunyai 800 orang pengemudi.

    GO-JEK baru mendapat pesaing yg sepadan pada bulan Mei 2015, ketika GrabTaxi meluncurkan layanan GrabBike di Indonesia. Dana besar yg dimiliki oleh GrabTaxi menjadikan layanan baru ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Seluruh pengguna aplikasi GrabTaxi bisa langsung memesan GrabBike tanpa harus mengunduh aplikasi baru.

    [​IMG]

    Sayangnya, kehadiran GrabBike terkesan terlambat. Saat itu GO-JEK sudah memperluas layanan di kota Bali & Bandung dengan total pengemudi yg mencapai 3.000 orang. Tak hanya itu, GO-JEK pun telah menyediakan layanan GO-FOOD & Shopping (sekarang bernama GO-MART), yg hingga saat ini belum diikuti oleh GrabBike.
    Tarif promo yg begitu menggiurkan
    GO-JEK & GrabBike mendapat perhatian yg besar dari masyarakat & media di Indonesia ketika mulai memberlakukan tarif promo di bulan Juni 2015, dalam rangka menyambut bulan Ramadan. GO-JEK menetapkan tarif flat sebesar Rp10.000, sedangkan GrabBike, yg punya sokongan dana lebih besar, memberlakukan tarif lebih murah, Rp5.000. Walau sebelumnya hanya direncanakan untuk menyambut Ramadan, sambutan positif masyarakat akhirnya membuat GO-JEK & GrabBike terus memperpanjang tarif promo tersebut.

    Demi melayani permintaan tinggi dari masyarakat yg ingin memanfaatkan tarif promo, GO-JEK & GrabBike pun membuka perekrutan pengemudi besar-besaran, awal bulan Agustus 2015. Uniknya, kedua startup ini melakukannya dalam waktu yg hampir bersamaan & di tempat yg berdekatan, yaitu di sekitar Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
    [​IMG]Calon pengemudi GrabBike saat mengikuti proses seleksi di GrabKingdom

    Ribuan orang ikut mendaftar saat itu. Mereka berharap bisa mendapat penghasilan besar seperti pengemudi ojek online lain yg sudah bergabung terlebih dahulu.

    Sejak Agustus 2015 hingga kini, GO-JEK telah menaikkan tarif promonya menjadi Rp15.000. Bahkan Nadiem pun memastikan kalau tarif GO-JEK akan terus naik, hingga nantinya pengguna harus membayar sesuai dengan tarif per kilometer. Langkah ini pun diikuti oleh GrabBike. Namun, sejauh ini, kenaikan tarif tersebut tidak serta merta membuat para pengguna meninggalkan kedua layanan ojek online tersebut.

    Tarif promo yg diberlakukan GO-JEK & GrabBike juga menjadi semacam penghalang perkembangan startup-startup baru di bisnis ojek online. Nama-nama seperti LadyJek, Topjek, Blu-Jek, & Ojek Syari tentu tidak bisa ikut memberlakukan tarif promo jika mereka tidak mendapatkan investasi dalam jumlah yg besar. Akhirnya, mereka pun jadi kurang diminati karena tarifnya yg cenderung tinggi.

    HandyMantis, layanan ojek online yg telah berdiri sejak tahun 2012, merasakan hambatan yg sama. Mereka memutuskan untuk menutup layanan mereka pada bulan September 2015 lewat pengumuman di halaman Facebook-nya.
    Konflik dengan ojek pangkalan
    Jumlah pengemudi yg kian banyak, serta tarif promo yg memanjakan penumpang, membuat layanan ojek online kian diminati dari waktu ke waktu. Sayangnya, hal ini mengakibatkan berkurangnya pemasukan tukang ojek konvensional yg biasa disebut ojek pangkalan. Beberapa tukang ojek pangkalan pun mulai menolak kehadiran ojek online di beberapa tempat.
    [​IMG]Salah satu contoh spanduk penolakan terhadap layanan ojek online

    Untungnya, seiring dengan perjalanan waktu, konflik tersebut kian lama mulai mereda. Ancaman pihak kepolisian yg akan menindak ojek pangkalan apabila mereka melakukan kekerasan terhadap ojek online, menjadi salah satu penyebabnya.
    GO-JEK yg kian kaya layanan dibanding pesaingnya
    Kesuksesan GO-JEK menjadi yg terdepan di bisnis ojek online tidak hanya disebabkan karena status mereka sebagai yg pertama mempunyai aplikasi mobile. Kecepatan GO-JEK merilis fitur-fitur baru membuat mereka mampu memecahkan banyak masalah yg dihadapi masyarakat urban.

    Hingga saat ini, selain layanan pengantaran orang, GO-JEK juga sudah mempunyai layanan pengantaran makanan (GO-FOOD), kurir (GO-SEND), pengantaran belanja (GO-MART), pengantaran barang berukuran besar (GO-BOX), pembersih rumah (GO-CLEAN), pijat (GO-MASSAGE), kecantikan (GO-GLAM), & pendeteksi lokasi Busway (GO-BUSWAY). Tahun depan, mereka dikabarkan akan segera meluncurkan layanan pemesanan montir & pembelian tiket secara online.

    [​IMG]

    Keragaman fitur ini bisa dibilang sulit disaingi oleh layanan ojek online lainnya. GrabBike, yg merupakan pesaing terdekat GO-JEK, baru bisa meluncurkan layanan kurir yang diberi nama GrabExpress.
    Kontroversi seputar layanan ojek online
    Popularitas layanan ojek online di Indonesia bukan tanpa isu miring. Awal September 2015, ada beberapa pengguna yg mengeluhkan soal teror yg dilakukan pengemudi layanan ojek online setelah pengguna memberikan review buruk. Namun untuk masalah tersebut, Nadiem langsung bergerak cepat & memastikan kalau ia sedang membuat fitur yg bisa mencegah hal tersebut kembali terulang.

    Menjelang pergantian tahun, GO-JEK kembali ditimpa berita tidak sedap. Para pengemudinya mulai melancarkan aksi protes karena pengurangan tarif per kilometer yg sebelumnya Rp4.000 menjadi Rp3.000. Tak hanya itu, pengemudi GO-JEK pun mulai gelisah karena suspend yg dilakukan terhadap ribuan pengemudi yg diduga melakukan order fiktif.

    [​IMG]

    Di saat GO-JEK diterpa masalah, GrabBike malah memanaskan suasana dengan kembali membuat tarif promo sebesar Rp5.000 khusus untuk pengguna baru & pengguna di Depok, Tangerang Selatan, serta Bekasi. Kali ini, GO-JEK tidak ikut membuat promo serupa.

    Ojek online kemungkinan akan tetap menjadi bisnis startup yg populer di tahun 2016 nanti. Namun berita terkaitlayanan on-demand tersebut mungkin akan sedikit berkurang, karena layanan ojek online sudah bukan lagi hal asing & telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari. Semoga saja tidak ada lagi kontroversi yg bisa mencoreng nama startup-startup yg menjalankan bisnis tersebut.

    (Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah, sumber gambar : 1, 2)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page