Kisah Pencarian Anak yang Ditelan Buaya di Kaltim

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Mar 27, 2015.

Discuss Kisah Pencarian Anak yang Ditelan Buaya di Kaltim in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]
    Seorang anak bernama Andry, menjadi korban serangan buaya di Desa Karangan Seberang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, seminggu lalu.

    Serangan buaya terjadi menjelang salat Jumat. Saat itu korban bersama kakaknya bermain di halaman belakang rumah kakeknya, Karsiman. Rumah itu berjarak sekitar 20 meter dari Sungai Karangan yg “terkenal” sebagai habitat buaya. Saat itu, seperti yg dikutip dari tribunnews.com, air sungai sedang naik. Andry bergerak ke arah tepi sungai, berjarak sekitar 2 meter dari sungai, untuk melihat kolam ikan. Tanpa diduga, seekor buaya yg masuk dari jalur pembuangan air sudah berada di daratan.

    Seketika buaya itu menyerang Andry. Bocah itu terjatuh, & dengan cepat monster sungai itu menyambarnya & langsung menariknya ke sungai. Sejak kejadian itu, jasad Andry tak ditemukan, hingga berujung enam hari pencarian.



    Proses Pencarian
    Dua hari pertama, Jumat & Sabtu, warga melakukan upaya swadaya. Mulai dari menyisir sungai menggunakan ketinting untuk menemukan jasad korban, hingga berupaya memancing & menjerat buaya. Namun upaya tersebut nihil.

    Di sela upaya, warga mendengar ada tiga orang warga Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, yg bersedia membantu memburu buaya. Sabtu siang, warga berangkat menjemput ketiganya, yg saat itu sedang berada di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Mereka dijemput via jalur darat, sekitar 8 jam perjalanan dari Jalan Ki Hajar Dewantara RT 2, Desa Karangan Seberang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, yg merupakan tempat kejadian, rumah kakek korban.

    Setibanya di Karangan, ketiganya melakukan prosesi pemetaan medan pada Minggu malam, sembari memberi jeda pencarian satu malam. Keesokan malamnya, ketiganya langsung memburu buaya. Ketiganya mencari buaya berukuran panjang sekitar 3 meter & lebar kurang dari 1 meter, sesuai keterangan kakak korban, Wulan (siswi kelas 2 SD), yg melihat langsung peristiwa serangan buaya tersebut.

    Saat melakukan penyisiran, ketiga pemburu buaya asal Bulungan melakukan aksinya pada malam hari. Ketiganya menggunakan tombak. Satu persatu buaya yg diperkirakan memangsa Andry ditombak, diangkat ke daratan, lalu
    dibelah perutnya. Namun pencarian belum membuahkan hasil.



    Penemuan pada Buaya Ketujuh
    “Tadi subuh ditemukan buaya ketujuh. Saat dibelah, ditemukan potongan tubuh Andry. Yang tersisa hanya sebelah kaki, telinga, & tulang rusuk yg patah. Selainnya sudah hancur karena sudah enam hari,” kata Suryatmojo.

    Setelah membungkus jasad yg tak lagi utuh itu, keluarga langsung memakamkannya. Prosesi pemakaman berlangsung dalam kedukaan mendalam.

    Namun pihak keluarga juga masih bersyukur karena jasad korban masih bisa ditemukan & dimakamkan. Adapun bangkai tujuh ekor buaya yg diburu langsung dikuburkan. Kemudian kulitnya dibawa oleh ketiga pemburu asal Bulungan. “Mereka tidak mau dibayar,” kata Suryatmojo.



    Penyebab banyaknya serangan buaya
    Paman korban, Suryatmojo, mengatakan serangan buaya di Desa KaranganSeberang, Kecamatan Karangan, belakangan sering terjadi. Khususnya setelah masuknya perusahaan perkebunan sawit.

    “Total, hingga saat ini di sekitar desa kami ada 2 orang anak & 3 orang dewasa yg meninggal dunia karena serangan buaya. Adapun 5 orang masih selamat,” katanya.

    “Selama ada perusahaan perkebunan kelapa sawit tahun 2006, hampir setiap tahun ada korban keganasan buaya,” katanya, seraya menyebutkan banyak ekosistem pesisir yg kini turut dibabat menjadi area kebun sawit.

    “Saya kelahiran di Karangan Seberang. Waktu saya kecil, waktu belum ada perusahaan perkebunan, kita hampir setiap hari berenang di sungai. Sebelum tahun 2006 itu masih banyak warga yg mandi di sungai,” katanya.

    Ia meyakini, terbabatnya ekosistem buaya di sekitar Sungai Karangan-lah yg membuat buaya kian ganas, hingga mendekat ke permukiman, bahkan memangsa manusia.

    Baca Juga kisah pria lawan buaya yg memangsa istri & anaknya disini

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Kisah Pencarian Anak yang Ditelan Buaya di Kaltim diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Kisah Pencarian Anak yang Ditelan Buaya di Kaltim.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page