Lyto, pionir game online indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Jan 17, 2016.

Discuss Lyto, pionir game online indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,761
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Jika kamu seorang gameronline, kamu pasti pernah mendengar nama Lyto / setidaknya game besutan mereka, Ragnarok Online. Perusahaan ini adalah salah satu pionir penerbit gameonlinedi Indonesia.

    Hingga kini, Lyto masih bertahan di ranah ini dengan gameonlineandalan mereka seperti Crossfire, Ragnarok 2, & game keluaran terbaru yaitu, Phantomers. Andi Suryanto, Co-Founder & CEO Lyto, saat ini juga menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Game Indonesia (AGI).
    Pendidikan / startup?
    Andi memulai kariernya pada usia 20 tahun dengan bekerja di sebuah perusahaan IT yg berlokasi di Jakarta. Ini ia lakukan sembari menyelesaikan kuliahnya. Setelah berhasil lulus dengan mengantongi gelar sarjana informatika, orang tuanya meminta ia untuk melanjutkan ke jenjang magister.

    Namun, karena saya tumbuh di lingkungan keluarga wirausahawan, kami juga mendiskusikan apa saja peluang bisnis yg bisa digeluti pemuda seusia saya pada saat itu, ungkap Andi.

    Namun Andi dihadapkan pada dua pilihan dilematis. Ia sudah setuju untuk melanjutkan pendidikannya ke Australia. Namun di waktu yg bersamaan, ia bimbang apakah dirinya harus mencoba peruntungan di dunia entrepreneur / tidak?

    Pada akhirnya, ia ingatayahnya setuju dengan jalan mana pun yg ia ambil.

    Nak, jika kamu memilih menekuni bisnis, kamu bisa menggunakan biaya pendidikan kamu. Di sisi lain uang tersebut bisa juga kamu gunakan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang magister. Kamu harus pilih salah satu, tegas ayahnya waktu itu.

    Akhirnya Andi memilih jalan bisnis. Ketika itu idenya masih terbilang mentah, namun ia menemui ayahnya untuk membicarakan perihal tersebut.

    Ayahnya yg merupakan seorang pebisnis berpengalaman, menolak semua ide yg diajukan Andi, kecuali satu: penerbit gameonline.

    Andi bukanlah seorang PC gamer, karena ia & kakaknya tumbuh di era ketika konsol sedang merajalela. Namun ia tahu betul seperti apa kesuksesan gameonlinedi Cina, India, & Amerika Serikat.

    Beberapa penerbit gameonlinesudah berdiri di Indonesia pada waktu itu, sehingga Andi mengambil peluang tersebut. Inilah awal kemunculan Lyto.

    Dalam bahasa Cina, Lyto mengandung arti keuntungan yg lebih banyak. Andi meresmikan perusahaannya pada tahun 2003, bersama kakaknya Willy & seorang sahabatnya. Andi menjabat sebagai CEO.
    Kurang tidur selama enam bulan
    [​IMG]

    Setelah melalui penelitian yg matang, Andi memilih Ragnarok Online, yg ketika itu sedang menjamur di Korea & Amerika Serikat. Ragnarok Online merupakan game yg diadaptasi dari komik dengan judul yg sama.

    Dengan keyakinan yg tinggi, Andi pikir game ini akan mudah diterima oleh para gamer onlinedi Indonesia. Dia menyiapkan proposal untuk diajukan kepada Gravity, developersekaligus penerbitRagnarok Online. Gayung pun bersambut. Tak lama berselang proposalnya disetujui.

    Bukan hanya karena proposal bisnis Andi yg meyakinkan, namun alasan lainnya adalah waktu yg tepat. Kala itu Gravity ingin melebarkan sayap ke Indonesia, disebabkan pasar gameonlinedi Korea yg semakin ketat.

    Indonesia, yg merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat & salah satu negara dengan populasi paling banyak di dunia, dianggap sebagai segitiga emas bagi perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut.

    Gravity setuju untuk menjalin kerja sama dengan satu syarat: Lyto harus membangun badan hukum terpisah bersama dengan mereka. Itu bukan hal yg mudah & karena itulah mereka harus rela kehilangan sebagian besar waktu tidur mereka.

    Setelah mendapat bimbingan & masukkan dari Gravity, Andi mengalkulasikan bahwa perkiraan biaya untuk penerbitan,server, & promosi di seluruh Indonesia akan memakan biaya $500.000 (sekitar Rp6,9 miliar).

    Pada tahun 2013, di Indonesia belum banyak investor teknologi seperti yg kita lihat saat ini.Ditambah lagi investor yg ada saat itu tak begitu paham dengan yg namanya dunia gameonline.

    Untuk memperoleh modal awal, Andi harus meminjam uang dalam jumlah besar dari orang tua serta sanak keluarganya. Hal itu menambah beban pada pundaknya, karena Andi merasa kalau ia tak boleh mengecewakan mereka.
    Relakah pelanggan di Indonesia membayar biaya berlangganan?
    Saat Ragnarok Online diluncurkan untuk pertama kalinya di Indonesia, Lyto memberikan akses gratis selama enam bulan.

    Setelah masa percobaan tersebut berakhir, para pengguna harus membayar jika ingin melanjutkan permainan. Meskipun basis penggunanya semakin bertambah, namun waktu tidur Andi semakin berkurang & berkurang.

    Ia mencemaskan satu hal: Apakah pengguna di Indonesia bersedia membayar?

    Andi telah belajar dari para penerbit game lainnya, bahwa adalah sesuatu yg lumrah jika kehilangan 90 persen penggunanya saat berubah dari gratis menjadi berbayar.

    Saat ayahnya bertanya mengenai perkembangan bisnisnya, Andi mengatakan kalau para pelanggannya semakin bertambah dari hari ke hari. Namun ia tak bilang kalau pelanggannya mungkin akan berkurang saat sistem berbayar diberlakukan.

    Hal ini menjadi ketakutan terbesar bagi Andi. Tentu saja ia tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.

    Meskipun kami memiliki basis pelanggan yg luas, kami tetap menyimpan kecemasan tersendiri. Kami cemas jika kami memonetisasi game ini, 90 persen pelanggan akan berpaling dari kami, kata Andi.

    Andi & timnya menepis kecemasan tersebut sedikit demi sedikit dengan meningkatkan komunikasi di antara sesama, serta memastikan kalau mereka melayani para pelanggan dengan baik dengan cara melokalkan event & fitur dalam game.

    Setelah penantian enam bulan berakhir, pengguna aktif bulanan Ragnarok Online menggelembung hingga 400.000 orang. Dan, menurut penuturan Andi, saat mereka memulai monetisasi, 90 persen penggunanya tetap setia & mau membayar biaya bulanan untuk melanjutkan permainan.

    Bisa kamu bayangkan hal itu, mereka semua mau membayar! Itu merupakan momen terbaik sepanjang karier saya sebagai pebisnis, ucapAndi dengan bangga.
    Pasar kompetitif yg baru
    Menjadi yg pertama di industri gameonlinedi Indonesia memberikan berkah tersendiri bagi Lyto. Kuasi-monopoli yg mereka terapkan bertahan dari tahun 2003 hingga tahun 2006, sebelum perusahaan gaming asing, seperti Garena, ikut meramaikan persaingan.

    Lyto masih menerbitkan beberapa gameonlinedan masih merupakan pemain yg disegani di industri ini.

    Kalau boleh jujur tak ada strategi khusus (bagi Lyto) setelah kemunculan kompetitor. Pada akhirnya apa yg membuat komunitas kami dapat bertahan adalah pelayanan terhadap pelanggan. Pelayanan & komunikasi adalah hal yg vital bagi Lyto, tegas Andi.

    Saat ini, kompetisi sebenarnya datang dari tren mobile gaming yg semakin menggila, yg di lain sisi mengurangi porsi pendapatan PC gaming.

    Andi sadar, jika ia gagal menangkap peluang di ranah gamemobile, sama saja dengan menyiapkan tiang pancungan bagi Lyto suatu saat kelak. Untuk dapat bertahan, Lyto harus mampu menghadirkan gamemobileberkualitas tinggi yg mampu bersaing di Indonesia.

    [​IMG]

    Pada tahun 2013, Lyto akhirnya merilis gamemobilepertama mereka bernama Faunia Paw. Namun, meski berhasil menggondol penghargaan sebagai Best Casual Mobile Game Award tahun itu, game tersebut gagal menuai kesuksesan yg sama seperti game Lyto terdahulu.

    Jika kamu tengok di Google Play, pembaruan terakhir pada game ini diberikan pada Desember 2014. Tampaknya Lyto telah berhenti mengembangkan game ini.

    Namun, Andi sadar bahwa Lyto harus terus berinovasi jika ingin bertahan.Sebagai langkah uji coba, baru-baru ini Lyto menerbitkan gameonlinedengan judul Phantomers. Lyto menantang semua pemainnya untuk meretas game tersebut.

    Siapa yg berhasil melakukan cheat dalam permainan tersebut akan mendapatkan hadiah uang tunai. Lyto menggunakan cara kreatif ini untuk mengatasi masalah kecurangan, masalah yg kini sedang dihadapi oleh developer & komunitas game.

    Untuk ke depannya, kami akan fokus mengembangkan game buatan sendiri & berkolaborasi langsung dengan developer game terbaik, dalam & luar negeri, ujar Andi.

    Sebagai langkah untuk mendukung rencananya memajukan dunia game lokal, Andi, beserta kolega di industri yg sama, baru-baru ini memutuskan untuk menghilangkan tembok rivalitas & bersama-sama membangun AGI. Andi terpilih sebagai presiden.

    Andi mengaku tetap optimis terhadap masa depan dunia game & industri kreatif di negeri ini.

    Saran saya bagi generasi muda, tekunilah dunia internet & bisnis konten. Bisnis tersebut tak begitu sulit & punya segudang peluang untuk kamu gali, pungkas Andi.
    Baca juga:Pemerintah Indonesia Akhirnya Mengakui Secara Resmi Organisasi e-Sport Nasional

    (Diterjemahkan oleh Faisal Bosnia & diedit oleh Fadly yanuar Iriansyah)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page