Mahasiswa Inggris Menemukan Penangkal Ransomware Simplocker

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jun 19, 2014.

Discuss Mahasiswa Inggris Menemukan Penangkal Ransomware Simplocker in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Seorang mahasiswa Inggris dari Universitas Sussex, Simon Bell, berhasil menemukan penangkal ransomware terbaru yang bernama Simplocker. Dilansir dari PC World Selasa lalu (17/06), mahasiswa tingkat akhir jurusan ilmu komputer ini baru-baru ini melakukan analisis terhadap detail ancaman ini dan untuk pertama kalinya menemukan kelemahan Simplocker.
    Hal ini menjadi kabar gembira bagi pengguna perangkat Android yang menjadi korban Simplocker. Simplocker sendiri adalah ransomware yang menyerang perangkat Android dengan mengenkripsi file yang terdapat pada perangkat Android. File tersebut dapat didekripsi kembali setelah korban membayar kepada penyerang karena menggunakan program malware yang menggunakan kunci enkripsi yang kuat.
    Bell menemukan password chiper yang digunakan pada sistem enkripsi Simplocker. Pada blognya Bell mengatakan bahwa Simplocker menggunakan program Java yang dinamakan AesCrypt yang menggunakan password jndlasf074hr. Informasi ini dimanfaatkan oleh Bell untuk membuat Simplocker ini mendekripsi dirinya sendiri untuk menciptakan program Java yang bisa mengembalikan file yang dienkripsi.
    Penangkal yang terdapat pada ransomware ini sangat mudah untuk diciptakan karena ransomware ini memiliki metode dan pada sistem enkripsi dan dekripsi yang sama. Bell mengungkapkan melalui blognya pada Selasa lalu.
    Bell menambahkan bahwa menemukan penangkal ransomware ini adalah sebuah pekerjaan yang muda “Oleh karena itu memproduksi penangkal ini seperti pekerjaan copy dan paste.” tambah Bell.
    Simon Bell juga mengatakan bahwa terdapat kemungkinan akan hadirnya versi terbaru dari Simplocker yang mungkin akan memiliki proteksi yang lebih baik terhadap kunci. Versi terbaru dari ransomware smartphone yang canggih akan memberikan kesulitan yang signifikan untuk memulihkannya, kata Bell.
    Selain penemuan Bell ini, perusahaan anti virus Avast juga telah merilis program penghapus Simplocker yang dapat mendekripsi file yang terinfeksi oleh malware ini. Program ini sendiri dinamakan Avast Ransomware Removal. Pengaplikasian program ini juga lebih mudah digunakan dibanding penangkal yang ditemukan oleh Simon Bell. Program ini dapat diunduh melalui Google Play.
    Untuk menghindari serangan ransomware, pengguna perangkat Android disarankan hanya menginstal aplikasi dari sumber yang dipercaya seperti Google Play, yang bertujuam unyuk mengurangi kemungkinan serangan dari malware.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page