Liga Jerman Manchester City, Anak Bawang Eropa Mau Meraja Dini

Discussion in 'Bola' started by Bola, Apr 16, 2016.

Discuss Manchester City, Anak Bawang Eropa Mau Meraja Dini in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Mau tidak mau, Manchester City mesti menerima, dibandingkan tiga semi-finalis lainnya musim ini, mereka adalah anak bawang di Liga Champions.

    Real Madrid, yang terundi sebagai lawan The Sky Blues di empat besar, merupakan kolektor titel terbanyak dengan jumlah sepuluh, Bayern Munich telah lima kali mengangkat trofi La Orejona, sementara Atletico Madrid, walau belum mencicipi manisnya jadi jawara Eropa, pernah menembus final dalam dua kesempatan.

    City? Ini adalah pertama kalinya mereka mencapai teritori sepenting ini di panggung termasyhur Benua Biru! Torehan ini menjadi kejutan besar mengingat betapa labilnya performa The Eastlands di kancah domestik, terlebih sejak pengumuman penunjukan Pep Guardiola sebagai manajer baru musim depan dirilis.

    Terlepas dari gelar Piala Liga, kampanye Citizens di pentas lokal mengecewakan. Mereka terdepak dari Piala FA dengan kekalahan besar 5-1 di kaki Chelsea. Di Liga Primer Inggris, tak cuma terlempar dari persaingan juara, City juga belum aman untuk finis di empat besar.

    Barangkali anomali ini bukan kebetulan. Mungkin ini merupakan masterstroke yang memang sudah dipersiapkan Manuel Pellegrini.

    SIMAK JUGA
    POLLING: Semi-Final Liga Champions Idaman Anda?
    Nyalakan Kembang Api, UEFA Dakwa Manchester City
    Kevin De Bruyne: Semi-Final? Terpenting Juara!

    Dalam dua musim pertamanya melatih City Pellegrini selalu mampu memimpin tim melampaui fase grup, sesuatu yang gagal dilakukan pendahulunya, Roberto Mancini. Namun, dalam dua kesempatan itu City kurang beruntung. Dua kali berturut-turut hasil drawing memasangkan laskar Pellegrini dengan Barcelona di 16 besar, dan mereka selalu tereliminasi.

    Musim ini, tergabung dalam grup neraka berisikan Juventus, Sevilla, dan Borussia Monchengladbach, City mampu keluar sebagai pemuncak. Meski selalu tunduk dalam dua pertemuan dengan Juve, City meraup nilai sempurna di empat partai lainnya, termasuk merengkuh kemenangan 3-1 atas Sevilla di arena sulit, Ramon Sanchez Pizjuan.

    Preferensi Pellegrini untuk lebih serius di Eropa terlihat saat ia sengaja melepas laga Piala FA versus Chelsea yang berjarak tiga hari dari leg pertama 16 besar melawan tuan rumah Dynamo Kiev. Di tengah deraan krisis cedera, sang bos asal Cile memainkan tim belia yang jadi bulan-bulanan di Stamford Bridge, namun pasukan utama City kemudian menggondol keunggulan 3-1 dari Ukraina.

    "Saya pikir penting untuk mengambil keputusan tepat dan memikirkan tentang banyak hal, tentang kenapa Anda mengambil keputusan ini. Namun dalam hal ini, hanya memiliki 13 pemain, menjadi keputusan kunci untuk mengistirahatkan tim hari itu [menghadapi Chelsea],” ungkap Pellegrini setelah keputusan tak populernya terjustifikasi.

    Performa profesional pada pertemuan kedua di Etihad melahirkan hasil imbang tanpa gol, dan City pun melenggang ringan menuju delapan besar.

    Sejarah tak berhenti sampai di situ. Kembalinya Kevin De Bruyne datang di momen yang tepat jelang bentrokan dengan Paris Saint-Germain di perempat-final. Setelah "pemanasan” dengan mencetak gol dalam kemenangan 4-0 atas tuan rumah Bournemouth dalam comeback-nya dari cedera panjang, De Bruyne lagi-lagi menunjukkan sinarnya dan mencatatkan nama di papan skor untuk membantu City membukukan hasil imbang 2-2 di Parc des Princes.

    [​IMG]De Bruyne, kembali tepat waktu untuk jadi inspirator Citizens.​

    Pada partai penentuan, Selasa (12/4) lalu, De Bruyne jugalah yang muncul sebagai aktor utama kelolosan City. Tembakan melengkungnya ke gawang Kevin Trapp dari tepi kotak penalti seperempat jam sebelum akhir waktu normal melajukan The Eastlands ke semi-final.

    Bicara permainan kolektif, hilang sudah City yang biasanya naïf di Liga Champions. Dengan berani Pellegrini membangkucadangkan Yaya Toure yang acap kali kurang disiplin dan cenderung malas bertahan untuk memasang duet Fernandinho dan Fernando sebagai pelindung lini belakang.

    Duo pengawal sentral pertahanan Nicolas Otamendi dan Eliaquim Mangala, sepasang bek mahal yang mendapat rapor merah di Liga Primer karena penampilan buruk mereka musim ini, juga bermain solid sehingga City tidak terlalu merindukan kapten Vincent Kompany yang cedera.

    Hasilnya, PSG yang membunuh Chelsea di babak sebelumnya dibuat mati kutu di Etihad.

    "Melawan PSG kami menunjukkan level berbeda dari lima tahun terakhir ketika kami bermain di Liga Champions,” jelas Fernandinho. "Saya pikir kami memainkan permainan sangat cerdas, permainan pintar, terutama di Etihad sini. Jika Anda melihat babak pertama. PSG tak mengkreasikan peluang apa pun untuk mencetak gol. Mereka hanya punya satu tembakan on target dengan tendangan bebas Zlatan [Ibrahimovic].”

    "Dan jika Anda ingin bermain di Liga Champions pada level tersebut Anda perlu memiliki permainan lebih pintar, lebih teknis.”

    Kredit besar pun mengalir untuk sang pahlawan, De Bruyne. Rekrutan musim panas dari VfL Wolfsburg ini membuktikan City tidak keliru memecahkan rekor transfer klub di angka €74 juta untuk meminangnya. De Bruyne bahkan pantas dikategorikan salah satu transfer terbaik Eropa musim ini.

    "Ia menunjukkan kelasnya malam ini, ia telah menunjukkan kelasnya sejak bergabung ke klub,” sanjung Bacary Sagna di laman resmi UEFA. "Kualitas menentukan kompetisi. Mereka [PSG] punya kualits, kami punya kualitas, untungnya bintang utama kami dari Belgia jadi penentu malam ini,” timpal Joe Hart.

    Kiper nomor satu Inggris itu juga menuturkan: "Dalam empat laga, termasuk pertemuan melawan Kiev, menjadi kunci penting bagaimana kami berperforma dan kami menempatkan diri dalam posisi bagus. Sekarang kami di semi-final dan kami pantas berada di sana.”

    [​IMG]Pelatih terkini dan bos masa depan City mungkin "saling bunuh" di laga puncak Eropa musim ini.​

    Pencapaian historis City di panggung kontinental tak lepas dari peran Pellegrini. Hierarki Etihad rela mencampakkannya demi mengakomodasi kedatangan Guardiola, namun pantas diingat ini adalah orang yang membawa dua tim anak bawang Spanyol, Villarreal dan Malaga, melangkah jauh di Liga Champions. El Submarino Amarillo menembus empat besar 2005/06, sementara Los Boquerones nyaris melakukan hal yang sama tiga tahun lampau sebelum disingkirkan secara dramatis oleh Borussia Dortmund.

    Guardiola diboyong untuk mengubah status City dari anak bawang jadi elite Eropa. Trofi Si Kuping Lebar dibutuhkan sebagai validitas. Siapa sangka Pellegrini justru berpeluang mewujudkan sasaran ambisius itu lebih dini.

    "Tentu saja kami bisa menjuarai Liga Champions. Saya pikir salah satu target bagi klub ini adalah meningkat setiap tahun dan kami tengah melakukan itu. Tidak mudah karena ada tim-tim sangat kuat di Eropa, tapi target klub ini adalah menjuarai Liga Champions.” tutur mantan bos Real Madrid itu.

    Jajaran petinggi City mungkin bakal tersipu-sipu malu bila Pellegrini mempersembahkan titel juara sebagai balasan untuk pencampakannya, tapi mereka dipastikan tidak akan menolaknya!

    Setelah mengetahui hasil undian semi-final Liga Champions, tim mana yang menurut Anda paling berpeluang menjadi kampiun musim ini? Berikan pilihan pada polling di bawah ini!

    liga jerman, u19, hari ini, logo, seri b, malam ini, klasemen, Manchester City, Anak Bawang Eropa Mau Meraja Dini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page