Mayoritas Manajer TI Percaya Cloud

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Mar 25, 2015.

Discuss Mayoritas Manajer TI Percaya Cloud in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Mayoritas Manajer TI Percaya Cloud

    Sebuah lembaga riset di AS yaitu Ovum menyatakan bahwa mayoritas para pengambil kebijakan di divisi TI sangat percaya pada layanan cloud. Dari sejumlah responden yg diambil sampelnya oleh Ovum, sekitar 54 persen manajer TI mempercayakan keamanan informasinya pada komputasi awan tersebut. Mereka pun meneliti bahwa ada tiga risiko besar yg menjadi ancaman bagi para manajer TI untuk menyimpan datanya di cloud. Tiga risiko itu adalah cloud environments, outpace database & file servers. Dari tiga risiko itu, 46 persen responden menyatakan bahwa risiko terbesar ada pada cloud environments. Se&gkan 37 persen responden menyatakan outpace database adalah risiko utama & 29 persen responden menganggap risiko di file server adalah kekhawatiran terbesarnya.

    Ovum mempublikasikan penelitiannya pada laporan yg berjudul 2015 Vormetric Insider Threat. Tujuan utama dari riset tersebut itu adalah untuk menganalisis bagaimana cara pengambil kebijakan di divisi TI menavigasikan potensi dari cloud & big data untuk kepentingan bisnis serta meminimalisir risiko nyata & risiko yg masih dipersepsikan. Responden yg menjadi sampel Ovum adalah 800 manajer TI dari seluruh dunia yg bergerak di berbagai bi&g industri. Ovum pun merilis sejumlah tabel terkait angka statistik penggunaan cloud & risikonya. Salah satunya adalah tabel tentang risiko di cloud itu sendiri. Risiko nyata yg sering terjadi di cloud adalah risiko data yg terekspos (47%), angka ini lebih besar dari apa yg dipersepsikan (37%). Data statistik tersebut dapat dilihat di bawah ini:


    Dari survey tersebut diambil pula lima keamanan cloud yg menjadi prioritas utama organisasi untuk melindungi keamanan data organisasi. Sistem enkripsi data, data access monitoring, data loss prevention, privileged user access management & cloud security gateways adalah lima jenis keamanan yg menjadi favorit para manajer TI. Para pengambil kebijakan pun melihat bahwa ada risiko besar dalam big data (37%) ketimbang dalam file servers (29%). Risiko yg dikaitkan dengan big data (31%) jauh lebih besar ketimbang lingkungan dalam server itu sendiri.

    Responden global pun menyatakan bahwa mereka siap beralih ke cloud. Beberapa organisasi meminta data mereka terenkripsi & organisasi berhak mempunyai akses (55%). Adapula organisasi yg meminta data mereka terenkripsi & tersimpan dengan baik di penyedia cloud (52%). Selain itu, ada juga organisasi yg menginginkan komitmen keamanan ketika ada kebobolan data (52%) & sejumlah organisasi membutuhkan deskripsi keamanan & komitmen kepatuhan dari penyedia cloud (48%). Berita baiknya adalah 93 persen organisasi akan meningkatkan budget keamanannya dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Terkait dengan risiko serangan, 89 persen organisasi beranggapan bahwa risiko terbesar justru datang dari dalam & 34 persen dari responden mengatakan bahwa keamanan mereka sangat rentan.


    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenMayoritas Manajer TI Percaya Cloud diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page