Liga Spanyol Mengapa Spanyol Begitu Berkuasa Di Eropa?

Discussion in 'Bola' started by Bola, Aug 11, 2015.

Discuss Mengapa Spanyol Begitu Berkuasa Di Eropa? in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Ketika berbicara soal sepakbola, Liga Primer Inggris hampir dipastikan bakal jadi topik bahasan utama. Ya, Negeri Ratu Elizabeth sanggup mengemas kompetisi tertinggi sepakbolanya itu dengan sangat baik. Mulai dari kelonggaran investasi, perputaran uang yang sangat besar, kemampuan mendatangkan bintang dunia secara merata, gaya permainan yang amat menjual, hingga siasat penjualan kompetisi lewat layar kaca, menjadikan EPL sebagai liga terpopuler dengan keuntungan terbesar di dunia.

    Kejayaan itu sudah berlangsung setidaknya dalam sedekade terakhir. Namun dalam kurun waktu itu pula, kepopuleran Inggris tak mampu mengikis kemilau prestasi yang dimiliki klub-klub asal Spanyol. Melalui utusannya di kompetisi tertinggi Eropa, La Liga Spanyol sungguh jadi penguasa mutlak.

    Tak percaya? Mari tilik jumlah trofi Eropa yang La Liga hasilkan dalam sedekade terakhir. Secara fantastis mereka sanggup menggondol 18 trofi dari total 30 trofi yang tersedia! Rinciannya adalah lima Liga Champions, enam Liga Europa, dan tujuh Piala Super Eropa. Jumlah itu sudah termasuk Piala Super Eropa 2015, karena menghadirkan All Spanish Final untuk kali ketiga.

    KLASEMEN KOEFISIEN UEFA*​
    NEGARA2011-122012-132013-142014-152015-16TOTAL
    1SPANYOL20.85717.71423.00020.2142.500 84.258
    2Jerman15.25017.92816.78515.8572.00065.749
    3Inggris15.25016.42816.78513.5712.18764.221
    4Italia11.35714.41614.16619.0001.500 60.439
    5Portugal11.83311.7509.7509.0831.583 44.165
    6Prancis10.50011.7508.50010.9162.166 43.832
    7Rusia9.7509.75010.4169.6661.700 41.282​
    (*): Update terakhir UEFA pada 7 Agustus 2015

    Catatan itu pun berefek signifikan pada koefisien La Liga yang jadi pemuncak klasemen. Dalam sedekade terakhir, Barcelona cs tak pernah gagal meraih kurang dari 17 poin di setiap musimnya. Karenanya mereka kini memiliki jarak keunggulan poin terjauh dari pesaing terdekatnya, lewat 18 poin lebih. Posisi puncak itu bahkan terus digenggam sejak merebutnya dari Serie A Italia di musim 2003/04.

    Prestasi tersebut juga berimbas manis pada timnas Spanyol. Dijuluki sebagai "Pecundang" nyaris seabad lamanya, dalam sedekade terakhir La Furia Roja justru memiliki julukan baru sebagai "Sang Juara Sejati". Bagaimana tidak, prestasi back to back jadi kampiun Euro 2008 - Piala Dunia 2010 - Euro 2012 adalah jawaban atas status baru itu.

    Jelang digelarnya Piala Super Eropa 2015 yang mempertemukan Barcelona dan Sevilla, tentu pertanyaan satu ini masih terus mengapung; mengapa Spanyol bisa begitu berkuasa di Eropa?

    Menilik fenomena terkini juga disertai analisis yang didukung berbagai sumber, Goal Indonesia menjawab keheranan Anda melalui enam alasan di bawah ini. Simak!
    PEMBINAAN USIA MUDA​
    [​IMG]

    Pembinaan usia muda yang baik, tak bisa dipungkiri merupakan akar dari segala tontonan indah sepakbola yang kita nikmati sekian lama. Spanyol adalah salah satu surga untuk menempa kemampuan bermain sepakbola. Layaknya Jerman, klub-klub di Negeri Matador menaruh perhatian begitu besar pada akademinya, ketimbang klub-klub asal Inggris, Italia, bahkan Prancis.

    Siapa yang tak mengenal Castilla, milik Real Madrid, atau yang paling populer La Masia, pemasok pemain handal bagi Barcelona. Mereka sanggup mencetak pemain-pemain legendaris mulai dari Emilio ButragueƱo, Pep Guardiola, Iker Casillas, Xavi Hernandez, hingga pemain terbaik yang pernah ada, Lionel Messi.

    Penelitian terakhir badan pusat statistik sepakbola dunia (IFFHS) juga membuktikan bahwa klub-klub Spanyol adalah penghasil pesepakbola profesional sukses terbanyak di dunia. Dari sepuluh besar akademi sepakbola terbaik, Spanyol mencomot empat tempat, yang diisi oleh Valencia (peringkat sembilan), Atletico Madrid, (peringkat tujuh), Madrid (peringkat dua), dan Barca (peringkat satu). Rata-rata keempat klub itu menghasilkan 7,56 pemain sukses dalam setiap tahun kelulusannya.

    Hal itu juga tergambar dari laporan terakhir BBC pada Oktober silam. Dari empat liga terbaik di Eropa, La Liga merupakan kompetisi yang memiliki persentase terbaik dalam hal jumlah menit bermain pemain negerinya, yakni sebesar 59 persen. Jumlah itu jauh lebih baik dari Bundesliga Jerman (50 persen), Serie A Italia (46 persen) dan EPL (32 persen).

    Kebijakan federasi sepakbola Spanyol (LFP) yang mewajibkan setiap klub divisi teratas memiliki tim B, membuat para pemainnya sanggup merasakan iklim kompetisi hingga Divisi Segunda pada usia yang masih sangat muda. Itulah mengapa banyak klub La Liga yang tak ragu memberikan kepercayaan bagi pemain mudanya menjalankan peran reguler.
    GAYA BERMAIN​
    [​IMG]

    Meski secara statistik tidak jauh berbeda dengan EPL, yang disebut sebagai liga dengan permainan paling menjual, gaya bermain sepakbola Spanyol boleh dikatakan cenderung lebih membosankan.

    Kick 'n' Rush ala EPL yang begitu mengandalkan fisik bakal sangat jarang kita temukan dalam sebuah partai La Liga. Pun halnya dengan filosofi bermain tim yang kontras untuk menghasilkan laga yang seru. Tim-tim di La Liga cenderung bermain dengan gaya bermain yang sama, bahkan filososfi tiki-taka akan tampak membosankan jika dimainkan oleh dua tim yang bertanding.

    Hal-hal di atas membuat La Liga kurang menghibur sehingga berefek pada penjualan hak siar mereka yang secara akumulatif masih di bawah EPL dan Bundesliga. Namun di tengah identitas gaya permainan yang sama, klub-klub di La Liga menawarkan sesuatu yang imbasnya amat baik di kompetisi Eropa, yakni kebebasan berekspresi.

    Di La Liga kita akan melihat bagaimana pemain bisa begitu bahagia dengan menampilkan identitas dirinya, entah sebagai pemain yang mengandalkan fisik, teknik, atau otak. Namun tetap, kebebasan berekspresi itu dibalut dengan etos kerja tim yang tinggi dan kewajiban akan menang. Sehingga tidak ada tim yang hanya mengedepankan permainan indah, tapi merengek pada media karena gagal meraih kemenangan.

    Hal tersebut berimplikasi positif pada kiprah wakil La Liga di kompetisi Eropa, yang membutuhkan permainan dengan gaya universal.
    KILAU REAL MADRID & BARCELONA​
    [​IMG]
    Tak bisa dipungkiri, Real Madrid dan Barcelona adalah dua tim terbaik di dunia, setidaknya dalam sedekade terakhir. Sepanjang sejarah Los Blancos dan Los Cules jadi penyumbang terbanyak trofi kompetisi Eropa untuk La Liga. Dalam dasawarasa terakhir, keduanya total telah memberikan delapan trofi Eropa untuk kompetisinya. Secara bergantian, mereka juga selalu mampu menembus babak semi-final Liga Champions dalam jangka waktu tersebut.

    Dengan kebintangan, gelimang prestasi, sejarah emas, dan kekuatan uangnya, Madrid dan Barca jelas jadi daya tarik utama para pesepakbola papan atas dunia untuk berkarier di La Liga.

    Dua pesepakbola terbaik yang juga merupakan rival terpanas sepanjang sejarah hadir di sini, yakni Cristiano Ronaldo bersama Madrid dan Lionel Messi dengan Barca-nya. Kedua klub juga tak sungkan mencetak rekor transfer yang meningkatkan kualitas serta pamor La Liga. Lima pembelian terbesar sepanjang sejarah tercatat atas nama Madrid dan Barca, yakni Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Neymar, Luis Suarez, dan James Rodriguez.

    Kemilau Galaticos dan Blaugrana juga berimbas postif pada klub La Liga lainnya. Selain dari sisi finansial -- meski masih jomplang -- mereka jadi tak sulit mendatangkan pemain berkelas dari liga top lain, atau menampung bintang yang sudah tak dibutuhkan duo clasico tersebut.

    Tentunya, sokongan kualitas pemain yang baik dan didukung dengan pembinaan usia muda yang sudah dijelaskan sebelumnya, makin ringanlah kewajiban tim Spanyol untuk berprestasi di Eropa.
    UTAMAKAN KOMPETISI EROPA​
    [​IMG]

    Kita semua sepakat bahwa Liga Champions tentu jadi impian terbesar semua tim di Eropa. Karenanya setiap klub yang berlaga di kompetisi prestis ini selalu bermain total, untuk bisa jadi kampiun, sekalipun mereka adalah tim kecil yang nyaris tak dikenal. Selain prestasi dan status, menjuarai Liga Champions juga memiliki imbas yang besar dari sisi finansial. Madrid dan Barca tahu benar hal itu.

    Namun berbeda halnya dengan kompetisi antarklub kasta kedua UEFA, Liga Europa. Efek finansial tak menyentil serta jadwal padat yang berpotensi membuat kiprah di liga domestik terbengkalai, membuat klub-klub dari liga besar macam EPL, Bundesliga, dan Serie A tak serius berkiprah di kompetisi ini.

    Itulah pola pikir yang membedakan klub-klub La Liga dengan liga top lainnya. Meski cenderung lemah secara finansial, klub asal Spanyol lebih mengutamakan prestasi dan prestis ketimbang uang. Mereka percaya, hanya akan ada imbas positif jika akhirnya jadi juara meski berpotensi melempem di level domestik.

    Hal itu terlihat jelas lewat komposisi tim utama yang selalu diturunkan serta cara bermain ngotot, yang dipentaskan klub-klub La Liga di Liga Europa atau kompetisi tetek-bengek UEFA lainnya. Mereka juga amat memperhatikan segala persyaratan hingga hal paling mendetail seperti kelayakan stadion untuk berkompetisi di Eropa.

    Kita tidak akan menemukan kasus memalukan pada wakil La Liga, seperti saat West Ham United yang kalah dari Astra Giurgiu karena menurunkan nyaris semua pemain juniornya, dalam kualifikas tiga Liga Europa musim ini. Atau Sampdoria yang tersingkir oleh Vojdovina Novi Sad, pada ajang dan fase yang sama.

    Musim lalu UEFA pun sudah memberikan jawaban dengan mulai meloloskan kampiun Liga Europa ke babak fase grup Liga Champions. Artinya La Liga jadi berpotensi memiliki lima wakil di Liga Champions musim depan, karena Sevilla yang hanya berperingkat lima di kompetisi domestik musim lalu, sukses jadi juara Liga Europa di musim yang sama.
    GAYA HIDUP​
    [​IMG]

    Ketika kita berbicara gaya hidup, maka kita akan menyinggung faktor-faktor krusialnya mulai dari bahasa, interaksi sosial, makanan, hingga iklim negara. Dari keempat hal tersebut, iklim mungkin jadi hal yang paling sulit bagi pemain luar Eropa untuk beradaptasi. Sementara tiga faktor lainnya, amat mendukung para pemain asing untuk berprestasi dan menjadikan Negeri Matador rumah keduanya.

    Kita mulai dari bahasa. Dilansir dari laporan BBC, jika dihitung dari jumlah negara yang menggunakannya, bahasa Spanyol adalah bahasa yang paling banyak digunakan kedua di dunia setelah bahasa Inggris tentunya. Selain Spanyol sendiri, mayoritas negara di benua Amerika menjadikan bahasa tersebut sebagai bahasa ibunya. Invasi para pelaut Spanyol ke "Benua Merah" pada abad pertengahan silam, memang berbuah manis bagi sendi kehidupan negara tersebut.

    Karenanya mudah bagi klub-klub Spanyol untuk menggoda bintang-bintang sepakbola khususnya dari Amerika Latin untuk hijrah ke timnya. Pun halnya dengan negeri sepakbola, Brasil, yang berbahasa Portugal tapi jelas tak jauh beda dengan bahasa Spanyol. Sebut saja bintang-bintang dari negara latin, mulai dari Alfredo Di Stefano, Hugo Sanchez, Roberto Carlos, Ronaldo, Ronaldinho, hingga kini trio MSN milik Barca.

    Pindah pada pergaulan sosial, orang-orang Spanyol tergolong ramah dan mudah bergaul. Mereka merupakan penduduk yang ekstrovert layaknya Inggris, Italia, dan Prancis, tidak introvert seperti Jerman, Rusia, dan negara-negara Balkan. Pemain asli Spanyol tak sungkan mengundang rekan barunya di klub pada jamuan makan malam di rumahnya.

    Sementara untuk makanan, Spanyol merupakan salah satu penghasil racikan makanan terbaik di dunia. Tak hanya lezat tapi juga bergizi, karena Spanyol mengandalkan berbagai macam bahan makanan yang berasal dari laut. Makanan khas mereka, seafood paella, juga masuk dalam daftar 50 makanan terlezat di dunia versi CNN.
    BAKAT OLAHRAGA ORANG SPANYOL​
    [​IMG]

    Ketika sudah berbicara segala hal yang berbau proses, maka akan lebih adil jika kita juga menyinggung sisi lahiriah yang sudah jadi kehendak Tuhan. Sisi lahiriah yang dimaksud adalah bakat. Para peneliti bilang bakat hanya mengambil 15 persen dari akumulasi keahlian manusia, dan jika tidak diasah maka persentase itu akan terus terkikis. Namun nilai maksimal itulah yang yang sepertinya hadir di kebanyakan atlet Spanyol dalam sedekade terakhr.

    Spanyol memang belum jadi juara umum Olimpiade, tapi pada dasawarsa terakhir para atletnya jadi penguasa lima cabang olahraga terpopuler di dunia, yakni sepakbola, balap motor, balap mobil, tenis, dan bola basket. Tak percaya? Mengesampingkan sepakbola yang sudah kita bahas hingga ngelotok, mari kita bedah prestasi olahragawan Spanyol di empat cabang lainnya.

    Kita mulai dari cabang balap motor di ajang yang paling bergengsi, MotoGP. Lupakan nama sang legenda hidup, Valentino Rossi, yang tak pernah lagi juara sejak 2009. Dalam lima gelaran terakhir, empat gelar juara dunia diraih oleh pembalap asal Spanyol yang dibagi secara rata atas nama Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

    Ajang balap mobil paling prestis, Formula 1, juga tak luput dari supremasi atlet Spanyol. Dalam sedekade terakhir, Fernando Alonso, sukses jadi pembalap Spanyol pertama dan termuda yang jadi juara F1. Ia bahkan meraihnya dua kali beruntun. Sementara di ajang tenis, cabang putra, Rafael Nadal sudah sedari lama meruntuhkan keagungan Roger Federer.

    Terakhir di cabang bola basket, tim bola basket Real Madrid baru saja merengkuh treble winners dengan jadi juara di La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions! Pada level timnas, Spanyol juga sempat meraih gelar juara dunia untuk kali pertama pada 2006 silam.

    Ya, dekade ini mungkin adalah era emasnya Spanyol di dunia olahraga, tidak hanya di sepakbola. Selain usaha untuk mengejar ketertinggalan oleh para rival, sepertinya kita memang harus menunggu putaran roda takdir yang menempatkan Negeri Matador di dasar untuk mengehentikan kisah emasnya.

    Bagaimana menurut Anda? Faktor apalagi yang membuat klub-klub Spanyol begitu berkuasa di Eropa? Sampaikan komentar para pembaca setia Goal Indonesia melalui kolom komentar yang tersedia di bawah ini...


    [​IMG]
    addResponsivePlayer('1npuindfld5oh1e7x5h7dugosz', '', '', 'perf1npuindfld5oh1e7x5h7dugosz', 'eplayer40', {age:1433390612221});

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, Mengapa Spanyol Begitu Berkuasa Di Eropa?
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page