Mengingat Tepat #11TahunMunir

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Sep 7, 2015.

Discuss Mengingat Tepat #11TahunMunir in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,082
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]7 September 2004, / tepat 11 tahun lalu, Munir meninggal dunia dalam perjalanan di pesawat menuju Belanda. Perjalanan Munir ke Negeri Kincir Angin itu untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Utrecht, Belanda. Mantan Direktur Eksekutif LSM Imparsial itu ditemukan tak bernyawa di kursi pesawat 2 jam sebelum pesawat mendarat di Armsterdam.

    Munir yg merupakan salah satu Pendiri Komisi untuk Orang Hilang & Korban Kekerasan (Kontras) itu awalnya berangkat pada 8 September 2004 malam dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 974. Pesawat berangkat pukul 22.02 WIB & tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura pada 23.30 WIB.

    Di Negeri Singa, para penumpang GA 974, termasuk Munir dipersilakan untuk berjalan-jalan di sekitar Bandara Changi selama 45 menit sambil menunggu pesawat kembali terbang menuju Belanda. Sebelum pesawat kembali mengudara, Munir meminta obat mag kepada pramugari. Munir diminta menunggu karena pesawat akan tinggal landas. Kira-kira 15 menit kemudian, pramugari membangunkan Munir yg saat itu tidur. Munir sempat terbangun & meminta teh hangat.

    Kemudian, seperti yg dikutip dari liputan6.com, sekitar 2 jam sebelum pesawat mendarat di Amsterdam / sekitar pukul 12.10 WIB, Munir ditemukan tidur dalam kondisi miring dengan mulut mengeluarkan air liur tidak berbusa & telapak tangannya membiru. Munir ternyata sudah tiada alias wafat. Jenazah Munir dimakamkan di kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 12 September 2004.

    Menurut ahli forensik dari Universitas Indonesia yg menangani kasus Munir, Mun’im Idris, Munir positif meninggal karena racun arsenik. Temuan ini senada dengan Institut Forensik Belanda (NFI) yg membuktikan bahwa beliau meninggal akibat racun arsenik dengan jumlah dosis yg fatal.

    Sesuai dengan hukum nasionalnya, pemerintah Belanda melakukan otopsi atas jenazah almarhum. Temuan ini juga diperkuat hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri yg menyatakan Munir tewas karena diracun.

    Mun’im yg kini telah almarhum menjelaskan, ketika singgah di outlet Coffee Bean, Munir diduga bertemu Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus pembunuhan Munir yg kini telah menghirup udara segar karena bebas bersyarat.

    Berdasarkan sejumlah fakta, Mun’im meyakini bahwa Munir tidak diracun di atas pesawat, melainkan pada saat Pollycarpus mengajaknya minum di Coffee Bean Bandara Changi Singapura. Menurut dia, hanya di tempat itulah kemungkinan peracunan Munir bisa terjadi.

    Dijelaskan Mun’im, Setelah minum di Coffee Bean, Munir mengeluh sakit perut & meminta obat mag. Di atas pesawat, Munir sempat muntah & kejang-kejang sebelum dinyatakan meninggal.

    “Dari situ Munir sering ke toilet. Dia merasa menderita muntaber,” tulis Mun’im dalam bukunya bertajuk “X-Files: Mengungkap Fakta Kematian Bung Karno Sampai Munir”.

    Terdakwa kasus pembununah Munir, Pollycarpus yg merupakan mantan pilot Garuda Indonesia dijatuhi vonis 14 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 12 Desember 2005. Kemudian, pada 28 November 2014, Pollycarpus bebas bersyarat setelah menjalani 8 tahun masa tahanan.

    Pollycarpus sendiri berkali-kali membantah soal pemberian racun di Bandara Changi. Bantahan itu juga ditegaskan saat baru keluar dari penjara saat bebas bersyarat.

    Selain Pollycarpus, mantan petinggi militer & intelijen, Mayjen (purnawirawan) Muchdi PR ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Munir pada 19 Juni 2008. Namun kemudian, pada 31 Desember 2008 Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menvonis Muchdi PR bebas murni dari segala dakwaan karena dianggap tak ada bukti yg kuat.

    Munir lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965. Semasa hidupnya, sarjana hukum lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang ini dikenal luas sebagai pejuang HAM.

    Pada 1998, Munir yg saat itu itu masih remaja pernah menerima penghargaan Yap Thiam Hien Award. Pada 2000, dia dinobatkan sebagai Young Leader for the Millennium in Asia versi Majalah Asia Week.

    Tak hanya itu, pada Oktober 2005, Munir mendapat penghargaan “Civil Courage Prize 2005″ dari Yayasan Northcote Parkinson Fund. Penghargaan tersebut juga diberikan kepada Min Ko Naing (aktivis oposisi Myanmar), & Anna Politkovskaya (jurnalis Rusia).

    Nama Munir baru-baru ini diabadikan sebagai nama jalan di Den Haag, Belanda. Tertulis di nama jalan itu, “Munir Said Thalib 1965-2004, Pejuang Hak Asasi Manusia Indonesia”. Selain itu, nama Munir juga menjadi nama salah satu ruang pertemuan di kantor Amnesty International Belanda.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Mengingat Tepat #11TahunMunir diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Mengingat Tepat #11TahunMunir.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page