Liga Indonesia Mengulik Cara Arema Cronus Redam Agresivitas Darah Muda Bali United Pusam

Discussion in 'Bola' started by Bola, Sep 24, 2015.

Discuss Mengulik Cara Arema Cronus Redam Agresivitas Darah Muda Bali United Pusam in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Arema Cronus mengantongi modal positif jelang leg kedua perempat-final Piala Presiden 2015 melawan Bali United Pusam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (27/9) nanti. Menyusul, pada leg pertama di Stadion Kanjuruhan, Malang, tim Singo Edan berhasil menang dengan skor tipis 2-1.

    Tapi, tentu saja skor itu masih belum membuat aman Samsul Arif dan kawan-kawan. Apalagi Bali United kali ini akan tampil di hadapan pendukung mereka sendiri. Memang, dalam empat pertemuan terakhir kedua tim, Arema masih unggul dengan meraih dua kali menang, satu imbang, dan satu kali kalah.

    Satu hasil imbang yang diraih adalah saat Arema menahan Bali United 2-2 di ajang Bali Island Cup 2015, Maret lalu. Tentunya, itu menjadi catatan positif bagi skuat asuhan Joko Susilo, kala bertanding di Stadion I Wayan Dipta. Terlebih, mereka hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak semi-final. Sebaliknya, tim Serdadu Tridatu membutuhkan kemenangan minimal 1-0 untuk lolos.

    Namun jika berdasarkan performa yang ditampilkan, para penggawa Arema patut was-was. Mengingat, setiap menghadapi agresivitas darah muda Bali United mereka selalu keteteran. Terutama di lini belakang tim.

    Itu terlihat pada leg pertama, di mana Fabiano Beltrame dan kawan-kawan selalu dibuat kerepotan oleh kecepatan Bayu Gatra Sanggiawan dan kawan-kawan.

    Menjadi sebuah pertanyaan, mampukah mereka meredam skuat muda yang dimiliki Indra Sjafri pada leg kedua nanti?

    [​IMG]

    Berkaca dari beberapa strategi yang diterapkan Arema dalam empat pertemuan sebelumnya, setidaknya ada dua pendekatan strategi yang bakal disiapkan pelatih Arema, Joko Susilo, untuk laga nanti.

    Strategi pertama yang bisa digunakan adalah, saat mereka menaklukkan Bali United di Sunrise of Java Cup 2015, Juli lalu. Ketika itu, Arema yang masih dilatih almarhum Suharno berhasil menang dengan skor 2-1.

    "Kami biarkan bola terus dialirkan Bali United, yang terpenting jangan sampai mereka bisa masuk ke kotak penalti. Tidak apa-apa Arema kalah penguasaan bola, tetapi unggul gol melawan mereka," beber Suharno, usai pertandingan soal strategi timnya kala itu.

    Menurut Suharno, dirinya tak bisa memaksakan para pemainnya untuk terus melakukan tekanan sepanjang pertandingan. Mengingat, kondisi fisik para penggawa Arema saat itu belum stabil, lantaran baru saja berkumpul kembali usai vakum beberapa bulan.

    "Sehingga saya cukup memberikan instruksi pemain menjaga areanya sendiri, kemudian saat menyerang Samsul Arif dan Ahmad Nufiandani bergerak melebar untuk memberikan ruang bagi (Cristian) Gonzales," tambah Suharno.

    Pendekatan strategi lainnya yang bisa dilakukan adalah, saat Arema menaklukkan Bali United di leg pertama lalu. Sedikit berbeda dengan cara Suharno, Joko justru meminta para pemainnya langsung melakukan tekanan sejak menit awal pertandingan. Itu supaya, permainan Bali United tidak berkembang.

    "Kami melakukan pressing, tidak membiarkan mereka menguasai bola lebih lama. Sebagai tuan rumah Arema memang harus fight untuk memenangkan pertandingan," jelas Joko.

    Setelah kebobolan lebih dulu melalui penalti Lerby Eliandri Pong Baru pada menit ke-65, Joko menunjukkan kecerdikannya. Di saat timnya terdesak, dia memasukkan gelandang yang lebih menyerang untuk melakukan tusukan dari lini kedua, yakni Hendro Siswanto. Terbukti, Hendro langsung membayar kepercayaannya lewat gol penyama kedudukan hanya satu menit setelah masuk lapangan.

    [​IMG]

    Berkaca dari dua cara mengalahkan Bali United, Joko tentu sudah menyiapkan variasi permainan yang bakal diterapkan timnya di Stadion I Wayan Dipta nanti. Dari pengalaman dua kemenangan yang didapatkan, disiplin menjaga area dengan tidak membiarkan Bali United mudah masuk ke kotak penalti, menjadi salah satu solusi jitu meredam agresivitas Sultan Samma dan kawan-kawan.

    Jika demikian, maka lawan dipastikan akan mengandalkan tembakan jarak jauh yang dikombinasikan dengan pemanfaatan peluang melalui bola mati. Sementara sejauh ini, belum ada gol Bali United dari tembakan jarak jauh di saat permainan terbuka.

    Tetapi untuk urusan bola mati, Arema harus benar-benar waspada karena mereka sudah kebobolan empat gol dari empat pertandingan melawan Bali United dengan cara itu.

    "Apakah kami nanti seperti itu strateginya? Kita lihat saja nanti bakal seperti apa, karena yang kami cari tetaplah kemenangan," tegas Joko, sembari tersenyum.(gk-48)

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Mengulik Cara Arema Cronus Redam Agresivitas Darah Muda Bali United Pusam
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page