Mengungkap Asal-Usul Yeti Secara Ilmiah

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Dec 16, 2015.

Discuss Mengungkap Asal-Usul Yeti Secara Ilmiah in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,105
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]Anda kemungkinan dapat membayangkan Yeti, bahkan jika anda belum pernah mengunjungi Himalaya. Mulai dari Scooby Doo sampai Doctor Who, Tintin & Monsters, Inc., “Abominable Snowman” seringkali muncul di film, video games & televisi selama puluhan tahun.

    Dalam kebudayaan populer, Yeti berbentuk manusia kera berbulu & berukuran besar, dengan kaki yg sama besarnya & gigi setajam pedang. Bulunya berwarna abu-abu / putih. Yeti seringkali digambarkan menjelajah pegunungan salju sendirian.

    Apakah ada sesuatu di balik tokoh dongeng ini, lebih dari mitos & imajinasi?

    Dalam beberapa tahun terakhir genetika modern digunakan dalam meneliti Yeti Himalaya. Sebagai hasilnya, sekarang kemungkinan kita dapat memecahkan misterinya.

    Seperti yg dikutip dari nationalgeographic.co.id, Yeti adalah salah satu “manusia-kera”. Di tempat lain di dunia, orang membicarakan dongeng Bigfoot / Sasquatch. Bentuk Yeti asalnya dari cerita rakyat. Karakternya adalah bagian kuno yg penting dari legenda & sejarah Sherpa, masyarakat yg tinggal pada ketinggian rata-rata 12.000 kaki di Nepal timur.

    Shiva Dhakal mengumpulkan 12 cerita tradisional dalam bukunya Folk Tales of Sherpa and Yeti, yg di dalam ceritanya, binatang ini selalu merupakan makhluk berbahaya.

    [​IMG]

    Sebagai contohnya, “The Annihilation of the Yeti” adalah tentang Sherpa yg membalas dendam terhadap sekelompok Yeti yg suka menyerang.

    Mereka minum alkohol & berkelahi di depan Yeti agar mereka menirunya & saling menyerang.

    Yang terjadi justru sebaliknya, Yeti yg selamat menyatakan akan balas dendam & pindah ke puncak gunung serta melanjutkan hidupnya.

    Cerita ini memenuhi salah satu tujuan utama cerita rakyat: memberikan pelajaran moral. Terutama memperingatkan masyarakat Sherpa tentang binatang liar yg berbahaya.

    “Mungkin, cerita rakyat Yeti digunakan untuk memperingatkan / kemungkinan terkait moralitas, agar anak-anak tidak pergi jauh & mereka tetap aman di dalam masyarakatnya,” kata Dhakal.

    Tetapi ketika pendaki gubung Barat mulai mengunjungi Himalaya, mitos ini berubah menjadi sesuatu yg lebih besar & sensasional.

    Pada tahun 1921, penjelajah & politikus Charles Howard-Bury memimpin ekspedisi Inggris ke Puncak Everest.

    Dia melihat jejak kaki besar & diberitahu hal itu berasal dari “metoh-kangmi” / “manusia salju beruang jantan”.

    Ketika ekspedisi kembali, seorang wartawan mewawancara beberapa anggotanya.

    Sayangnya, Henry Newman bukanlah wartawan yg baik saat melaporkannya. Dia menerjemahkan “metoh” menjadi “kotor”, & kemudian memutuskan “mengerikan” kata yg lebih baik.

    Saat itulah sebuah legenda lahir. Kesaksian penduduk setempat terus menerus diterjemahkan pengunjung Barat & cerita manusia salju mirip kera berkembang.

    Pada tahun 1950an, perhatian begitu tinggi. Sejumlah pendaki melakukan ekspedisi untuk mencari mahluk itu. Bahkan bintang film Hollywood, James Stewart, juga terpengaruh, dengan menyimpan ‘jari Yeti’. Di tahun 2011, tes DNA membuktikan benda itu adalah jari manusia.

    Sejak saat itu, terdapat jejak kaki di salju, film amatir, foto kabur & kesaksian pendaki gunung. Tengkorak yg diduga Yeti ditemukan, disamping bagian tulang & rambut. Tetapi setelah diperiksa, benda-benda ini milik binatang liar lainnya seperti beruang, antelop & kera.

    Meskipun tidak terdapat bukti nyata, orang masih mencari Yeti di Himalaya. Yeti adalah contoh cryptozoology: pencarian mahluk yg tidak bisa disebut ada karena kurang bukti.

    Pendaki gunung Reinhold Messner kemungkinan adalah pemburu Yeti yg paling terkenal. Dia menyatakan telah melihat satu Yeti di Himalaya pada tahun 1980an & mengunjungi tempat itu berkali-kali untuk mengungkap misteri.

    Teori Messner untuk menjelaskan semua kesaksian adalah sederhana: Yeti adalah seekor beruang.

    Messner mengatakan legenda Yeti adalah campuran spesies beruang sebenarnya & dongeng Sherpa tentang bahaya binatang liar. “Semua jejak kaki Yeti adalah dari beruang yg sama,” kata Messner. “Yeti adalah tokoh yg menakjubkan. Yeti adalah nyata.”

    Dia menolak pemikiran Yeti adalah manusia-kera, seperti yg dikatakan Howard-Bury & Newman. “Orang tidak menyukai realita, mereka menyenangi cerita-cerita gila,” katanya. “Mereka suka jika Yeti mirip Neanderthal, Yeti campuran manusia & kera.”

    Di tahun 2014, pandangan Messner mendapatkan dukungan yg tidak terduga: genetika.

    Bryan Sykes, yg sebelumnya adalah profesor genetika Universitas Oxford di Inggris, memutuskan untuk melakukan sejumlah tes terhadap ‘Yeti’.

    Bersama timnya, dia menganalisa contoh rambut dari primata yg diduga Yeti, sebagian berasal dari Messner.

    [​IMG]

    Mereka kemudian membandingkan DNA Yeti dengan genom binatang lainnya. Tim menemukan dua sampel Himalaya – satu dari Ladakh, India & yg lainnya dari Bhutan – secara genetis sangat mirip dengan beruang salju yg hidup 40.000 tahun lalu.

    Hal ini mengisyaratkan Himalaya adalah tempat tinggal beruang yg belum diketahui, hibrida dari beruang salju kuno & beruang coklat.

    “Jika beruang ini tersebar luas di Himalaya, mereka kemungkinan menjadi dasar biologis legenda Yeti,” tulis tim tersebut.

    Meskipun demikian pernyataan ini kemudian dipertanyakan.

    “Beruang salju di Himalaya sepertinya memang suatu hal yg sangat menarik,” kata Ross Barnett dari Universitas Copenhagen Denmark.

    Bekerja sama dengan Ceiridwen Edwards, saat itu dari Universitas Oxford, mereka memutuskan untuk melakukan tes ulang.

    Sykes & rekannya menempatkan semua data DNA pada pusat data umum GenBank. “Sangat mudah mengunduhnya,” kata Barnett.

    Mereka menemukan kesalahan besar. “Tidak terdapat kepastian kecocokan terhadap beruang salju Pleistocene seperti yg mereka katakan,” kata Barnett.

    “Kecocokannya pada beruang salju modern, & kecocokan nyatanya hanya sekilas.”

    Hal ini mengisyaratkan kesimpulan yg tidak terlalu menarik. Tidak terdapat populasi rahasia beruang salju tinggal di Himalaya.

    Barnett & Edwards menyimpulkan terjadinya kerusakan pada DNA dari rambut.

    Ini memang dapat saja terjadi. Rambut adalah sumber baik DNA kuno, karena keratin memang mengesampingkan air yg merusak dari DNA, tetapi rambut dapat berkurang mutunya.

    “Saya pikir saya kecewa,” kata Barnett. “Temuan tidak terduga adalah hal yg orang sukai. Kenyataan bahwa kami mematahkannya memang menyedihkan, tetapi pada akhirnya yg penting adalah mendapatkan kebenaran.”

    Kajian ini diulang lagi oleh Elicer Gutirrez dari Smithsonian Institution, Washington, D.C. & Ronald Pineof dari Universitas Kansas di Lawrence.

    Setelah membandingkan sekuen DNA, mereka menemukan “tidak ada alasan untuk meyakini” sampel dua ‘Yeti’ bukan dari beruang coklat.

    Sykes & timnya mengeluarkan pernyataan mengakui kesalahan mereka.

    Meskipun demikian mereka juga menekankan “kesimpulan bahwa sampel ‘Yeti’ Himalaya ini jelas bukan dari primata yg tidak dikenal, tetap tidak terpengaruh.” Dengan kata lain sampel tersebut tidak seperti manusia-kera.

    Tetapi pemikiran mahluk mirip kera di pegunungan sekarang lebih dapat dipercaya dibandingkan beberapa puluh tahun lalu. Sekarang kita mengetahui populasi hominid tidak bisa tersembunyi untuk waktu yg lama.

    Contohnya Denisovans, spesies manusia punah yg diketahui keberadaannya dari sejumlah kerangkanya di sebuah gua di Siberia.

    Hal tersebut baru ditemukan pada tahun 2008. Analisa genetika mengisyaratkan mahluk ini bertahan hidup selama ratusan ribu tahun, baru menjadi punah sekitar 40.000 tahun lalu.

    Spesies yg sudah punah lainnya yg bisa bertahan sampai belum lama ini adalah ‘hobbits’ Homo floresiensis yg kemungkinan bertahan hidup di Indonesia sampai 12.000 tahun lalu.

    Hal ini mengisyaratkan kemungkinan terdapat populasi lain yg perlu dikaji.

    Lewat tulisan di jurnal Nature pada tahun 2004, tidak lama setelah hobbit ditemukan, Henry Gee menyatakan, “Temuan bahwa Homo floresiensis yg masih bertahan hidup sampai baru-baru ini, secara geologis, menimbulkan kemungkinan cerita mahluk mirip manusia seperti Yeti kemungkinan ada benarnya.”

    Jelas pemikiran ini ada dasarnya. Tetapi masalahnya, tetap tidak terdapat bukti yg kuat, & jika populasi manusia-kera yg tidak dikenal memang ada, terdapat beberapa hal yg seharusnya kita ketahui.

    Jika dapat berada di habitatnya, primata & binatang besar lainnya mudah ditemukan, bahkan meskipun ini adalah jenis yg jarang ditemui.

    “Jika ada yg melihat spesies primata yg benar-benar jarang, seperti bonobo & orang-utan, buktinya ada dimana-mana & sulit untuk terlewatkan,” kata Barnett.

    “Ada tempat-tempat di Himalaya dimana populasi kera besar secara teoritis dapat bertahan hidup,” kata Vladimir Dinets dari Universitas Tennessee, Knoxville, yg bekerja di Himalaya.

    “Tetapi di semua tempat ini terdapat manusia yg hidup disana, & semua spesies mamalia yg lebih besar dari tikus secara teratur diburu dengan berbagai cara,”katanya.

    Binatang harus menjelajah pada wilayah yg luas untuk mendapatkan cukup makanan, yg berarti sulit bagi mereka untuk tetap tersembunyi.

    Iklim juga menjadi masalah. Primata akan kesulitan hidup di cuaca Himalaya yg keras.

    “Bahkan jika mereka sekuat macaque Jepang, primata yg paling tahan dingin, mereka tetap harus turun ke hutan suptropik saat musim dingin,” kata Dinets.

    “Hutan-hutan ini ada dalam bentuk kecil,” kata Dinets. “Sebagian besar telah dijadikan pertanian sejak lama.”

    Dan Yeti tetap saja muncul.

    Pada tahun 2011, ekspedisi & konferensi yg dipimpin Rusia menyatakan telah menemukan “bukti yg tidak bisa dipertanyakan” tentang keberadaan Yeti, termasuk ditemukannya sebuah tempat tidur.

    Meskipun demikian, Dinets yg lahir di Rusia mengatakan itu hanya usaha untuk mencari perhatian tanpa bukti kuat.

    “Selama sekitar 20 tahun, kunjungan musim panas ke pegunungan untuk mencari Yeti menjadi populer,” kata Dinets.

    “Satu-satunya hasil temuan adalah bahwa setiap desa di pegunungan Tajikistan & Kyrgyzstan memiliki ‘saksi Yeti’ yg telah ditunjuk.

    Tugas mereka adalah memberi tahu para pengunjung tentang dongeng itu, membawa mereka ke lembah terpencil di mana ‘Yeti’ terlihat, & kemudian meminta wisatawan membayar jasa dalam jumlah besar.”

    Kesimpulannya, tidak terdapat bukti kuat tentang keberadaan primata yg tidak dikenal di Himalaya, & banyak alasan untuk memperkirakan mahluk ini tidak ada.

    Sepertinya bukti beruang salju di Himalaya tidak bisa dibuktikan. Beruang mungkin saja ada dalam legenda, tetapi kemungkinan dalam bentuk beruang coklat, yg memang banyak ditemukan di Asia.

    Barnett meyakini penjelasan paling masuk akal tentang legenda Yeti adalah terjadinya salah interpretasi binatang seperti beruang coklat, bercampur dengan kecenderungan manusia menceritakan dongeng tentang binatang yg tidak dikenal.

    Tetapi ini bukan berarti pencarian berakhir. “Kenyataan bahwa tidak pernah ada bukti apapun tidak menghentikan usaha pencarian,” kata Barnett.

    Selama kita menikmati legenda & dongeng, kita tidak akan melupakan Yeti.

    Baca Juga mengenai “yeti” yg tertangkap & dikawini oleh manusia disini

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Mengungkap Asal-Usul Yeti Secara Ilmiah diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Mengungkap Asal-Usul Yeti Secara Ilmiah.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page