Liga Spanyol Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 6, 2015.

Discuss Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,231
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Akhirnya momen tak terhindarkan itu datang juga. Sejak Pep Guardiola menukangi Bayern Munich pada 2013, setahun usai meninggalkan kursi kepelatihan di Barcelona, loyalis Blaugrana mengetahui cepat atau lambat reuni ini akan terjadi.

    Dominasi kuat klub-klub tertentu, utamanya duo klub FCB dan Real Madrid, di panggung Liga Champions memang membuat pertemuan ini tidak terelakkan.

    Guardiola, yang memegang tiket terusan Barca, sebelumnya telah kembali ke Camp Nou untuk menonton aksi Lionel Messi cs. menundukkan Manchester City 1-0 pada Maret, tapi laga Rabu (6/5) malam ini bakal menjadi kali pertama ia pulang sebagai musuh. Berada di bench yang berseberangan dengan The Catalans, meramu taktik untuk mengeliminasi mantan klubnya itu.

    Fakta itu tak akan membuat publik tuan rumah kehilangan rasa cinta pada Guardiola, yang merupakan seorang suporter, ball boy, pemain junior, kapten, pelatih, dan legenda klub. Mustahil untuk memutus ikatan antara Guardiola dan Barcelona.

    "Saya tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Saya pernah bermain di sana dan melatih di sana. Jelas ini spesial untuk saya, Thiago [Alcantara], dan staf saya. Saya senang kami akan memiliki pengalaman ini. Ini akan menjadi pertandingan fantastis, tapi sangat sulit,” ungkap Guardiola antusias tak lama usai drawing semi-final bulan lalu.

    "Ini laga special karena ada Pep di sana. Ini kencan luar biasa untuk semua fans Barca,” timpal Luis Enrique, eks rekan Pep yang kini memegang kemudi taktik Barcelona.

    Saat bermain Guardiola sudah memperoleh julukan "mite”, sang mitos atau legenda. Di bawah komando Johan Cruyff, Pep adalah salah satu pilar penting El Barca kala menjuarai titel Liga Champions pertama pada 1992. Saat pergi sebagai entrenador dua dekade berselang dengan warisan 14 trofi, menjadikannya pelatih tersukses klub melampaui Cruyff, status Pep ibarat dewa.

    [​IMG]

    Menjadi pelatih tersukses Barca mengungguli Johan Cruyff hanya dalam periode empat tahun.​

    Banyak orang mengerutkan alis ketika presiden Joan Laporta mengangkatnya sebagai bos anyar menggantikan Frank Rijkaard pada 2008, mengenyampingkan nama sekaliber Jose Mourinho yang saat itu diketahui juga jadi salah satu kandidat.

    Riwayat kepelatihan yang hanya ditandai satu tahun membesut Barca B pada musim sebelumnya membuat Pep dianggap bau kencur. Tapi hanya orang-orang dekatnya yang mengetahui bahwa persona kelahiran Santpedor ini bahkan sudah mulai terlihat sebagai calon pelatih jempolan sewaktu masih bermain.

    "Pep biasa berpartisipasi, berdiskusi, berbicara konstan, mengatur,” ungkap Guillermo Amor, mantan kawan satu tim Guardiola. Sementara mendiang Sir Bobby Robson menyebut Pep "selalu siap mengutarakan pikirannya.”

    Pencapaian fenomenal Guardiola yang menghasilkan 14 titel hanya dalam empat musim – termasuk sextuple hanya dalam setahun kalender 2009 -- di Barcelona kerap disepelekan kritikusnya yang menganggap ia diberkahi keberuntungan dengan skuat dahsyat, terutama satu bintang paten bernama Lionel Messi.

    Pep santai saja menanggapinya dan mengakui: "Yep, kalau bukan karena Messi, saya akan menjadi pelatih divisi tiga.”

    Well, Pep barangkali tak bisa sesukses itu tanpa Messi, tapi hal tersebut berlaku pula untuk Messi, yang amat terbantu oleh kejelian Pep memberikan peran false nine, yang membuat potensi terbaiknya bisa keluar dan menjadikannya jauh lebih produktif dalam mencetak gol.

    Sang entrenador jugalah yang memberikan kesempatan debut senior kepada Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez di usia amat belia, dan memasangkan duet maut Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di sektor tengah seraya menendang keluar Deco dan Ronaldinho.

    Di atas itu semua, warisan terbesar Pep adalah menjadikan permainan Azulgrana begitu atraktif dengan alunan tiki-taka mematikan. Ia mengejewantahkan dengan nyaris sempurna ajaran dari sang mentor Johan Cruyff dan mampu membuat mayoritas lawan merasakan aura invincibility El Barca.

    Pada masa kejayaannya, mengalahkan Barca asuhan Pep adalah sebuah catatan istimewa, bahkan buat klub-klub top sekalipun, dan itu sejatinya sudah menjadi sebuah pujian tersendiri untuk El Pep’s Team.

    [​IMG]

    Kembali ke konteks laga semi-final nanti malam, terlepas dari perasaan cinta mutual yang akan selalu hidup di antara kedua belah pihak, Guardiola dan Barcelona harus menghunus senjata masing-masing di arena pertempuran.

    Barcelona di bawah kepemimpinan Enrique yang bertekad mengulangi prestasi skuat Pep merengkuh trigelar enam tahun silam, kontra sang mite yang siap menghalangi demi mewujudkan misinya sendiri memberikan gelar Eropa untuk Bayern Munich.

    "Saya yakin Pep akan mendapat sambutan hangat karena arti dirinya sebagai pelatih di sini, karena dia telah memenangi sangat banyak, karena dia adalah salah satu dari mereka sendiri [fans],” kata Messi.

    "Dia sempat berada di sini untuk waktu sangat lama. Kami melewati banyak hal bersama-sama dan melakukan hal-hal penting, kami memenangi banyak titel. Tapi begitu laga dimulai semua itu akan terlupakan.”

    Guardiola sendiri dengan tegas menyatakan: "Kami ingin menang. Barcelona penting dalam hidup saya, tapi saya ingin menang.”

    Sentimen akan terlupakan selama pertandingan, tapi sebelum dan sesudahnya, Josep "Pep” Guardiola i Sala akan selalu dielu-elukan Cules.

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page