Misteri 10 Suku Israel yang Hilang

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Aug 31, 2014.

Discuss Misteri 10 Suku Israel yang Hilang in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]
    Tahukah anda bahwa bani Israel sebenarnya ada 12 suku, & kini yg tersisa hanyalah 2 suku saja, yaitu suku Yehuda/Judah & Benjamin? Kemanakah kesepuluh suku yg lain? Seperti yg dikutip dari Alam Mengembang Jadi Guru, pertanyaan ini menjadi topik menarik dari kalangan sejarawan. Perlu dicatat bahwa bangsa israel yg sekarang ada, berbeda pendapat mengenai suku-suku saudara mereka yg hilang tersebut. Dan yg lebih menarik lagi, adalah pernah seorang khalifah ottoman menghubungkan 10 suku israel yg hilang ini dengan YA’JUJ MA’JUJ …



    Keturunan & Kaum Para Nabi & Kaum Yang Tak Putus Dirundung Malang
    Menurut kitab suci Ibrani, Yakub mempunyai 12 anak laki-laki dari empat orang istri & dibawah ini adalah daftar nama-nama mereka berdasarkan urutan kelahiran & ibu mereka:

    Reuben (born to Leah)
    Simeon (born to Leah)
    Levi (born to Leah)
    Judah (born to Leah)
    Dan (born to Bilhah)
    Naphtali (born to Bilhah)
    Gad (born to Zilpah)
    Asher (born to Zilpah)
    Issachar (born to Leah)
    Zebulun (born to Leah)
    Joseph (born to Rachel)
    Benjamin (born to Rachel)

    [​IMG]

    12 anak laki-laki inilah cikal bakal dari 12 suku israel setelah mereka hidup & beranak pinak di Mesir karena Joseph/Yusuf as. menjadi pembesar disana. Namun kehidupan mereka di mesir lama kelamaan mulai dirasakan mengganggu oleh penduduk asli mesir & mereka mulai tidak disukai, akhirnya generasi mereka berikutnya ditindas & diperbudak oleh bangsa Mesir. Puncaknya pada masa Ramses II (Firaun).

    Kemudian ke duabelas suku ini diselamatkan Tuhan melalui Musa & Harun. mereka keluar dari mesir & diperintahkan oleh Tuhan untuk merebut daerah yg dijanjikan untuk mereka dengan berperang. Namun mereka tidak berani/malas untuk berperang & daerah tersebut diharamkan oleh Tuhan utk mereka selama 40 masa.

    Setelah lontang lantung mengembara selama 40 masa di daerah pa&g pasir tak bertuan (sekarang sekitar Yor&ia), kemudian akhirnya mereka bisa masuk ke daerah yg dijanjikan (palestina) dibawah pimpinan Tholut (dibantu seorang anak muda Daud) & mereka mendirikan kerajaan Israel (kuno) disana dengan rajanya adalah Tholut yg kemudian digantikan oleh Daud.



    [​IMG]
    Luas Kerajaan Israel di bawah Pimpinan Daud & Sulaiman



    Daud inilah yg memperluas kerajaan Israel kuno hingga menguasai daerah dari Sungai Efrat sampai perbatasan Mesir. Kemudian daerah tersebut dibagi-bagi kepada dua belas suku israel yg ada.

    Salah satu suku yg memiliki daerah di pesisir Yaitu kota Eliah yg terletak di pantai laut Merah antara kota Mad-yan & bukit Thur, melanggar ketentuan hari Sabbath & jadilah mereka kera yg hina



    [​IMG]
    Pembagian wilayah ke 12 suku



    Setelah pemerintahan Raja Sulaiman, yaitu pemerintahan raja Rehabeam sekitar 931 SM, kerajaan terbagi menjadi dua karena 10 suku menolak aturan membayar pajak warisan Sulaiman yg tinggi (menurut mereka) yg dikenakan kepada mereka, lalu mereka memberontak & mendirikan kerajaan baru di utara & Jereboam I sebagai raja mereka.

    Jadi disebelah selatan adalah kerajaan Judah/Yudea beribukota di Jerusalem dengan rajanya adalah Rehabeam beranggotakan 2 suku yaitu suku Judea & Benyamin, se&gkan di utara adalah kerajaan Israel utara beribu kota di Samaria dengan 10 suku.

    Pada tahun 721 SM, Samaria sebagai ibukota Kerajaan Israel Utara, diserbu oleh pasukan Asyur (Assyria) yg dipimpin oleh Shalmaneser V & dilanjutkan oleh Sargon II. Dan satu tahun kemudian Samaria takluk & dihancurkan. Akhirnya, penduduk Kerajaan Israel Utara yg merupakan 10 suku israel dibunuh, ditahan, diperbudak, diasingkan & dibuang ke Khorason, yg sekarang merupakan bagian dari Iran Timur & Afghanistan Barat. Riwayat suku-suku ini kemudian tidak pernah terdengar lagi & dipercaya oleh bangsa Yahudi saat ini telah hilang dari sejarah.



    [​IMG]
    Luas wilayah Kekuasaan Kerajaan Assyria yg mencaplok sebagian besar wilayah Israel.



    Perang pun terus berlanjut di timur tengah. Bangsa-bangsa kuat saling beradu satu sama lain memperebutkan kawasan Timur Tengah. Pada tahun 603SM, kekuasaan bangsa Assyria diganti oleh bangsa Babel (Babylonia). Di masa kekuasaan Babel, Kerajaan Selatan Yehuda jatuh, & Jerusalem dihancurkan (597SM), & semua penduduknya ditangkap & diperbudak oleh bangsa Babilonia. Berlangsunglah masa pembuangan di Babel.



    [​IMG]
    Luas Kerajaan Babilonia yg juaga meliputi seluruh Wilayah yg dahulunya kerajaan Israel



    60 tahun kemudian, 538SM, Kerajaan Persia dibawah raja Cyrus II (Zulqornain?) merebut kekuasaan Babel. Sebagian suku Jehuda & Benyamin yg tersisa di babilon dibebaskan & diperkenankan oleh raja Cyrus II untuk kembali ke Yudea, & membangun kembali kuil mereka yg kemudian dikenal dengan nama Kuil Yahudi Kedua. Namun sepuluh suku Israel lainnya, penduduk Kerajaan Isreal Utara, tidak pernah kembali sebagaimana dua suku itu. Sehingga mereka dijuluki sebagai Sepuluh Suku Israel Yang Hilang



    [​IMG]
    Dzulqornain artinya dua tanduk yg tafsirnya adalah kekuasaannya dari timur sampai barat



    Sekitar 600 tahun kemudian sekitar 70 M, bangsa Romawi menghancurkan Kuil Yahudi Kedua, membunuh & mencerai beraikan rakyat Yudea sehingga mereka tersebar ke penjuru dunia sampai munculnya zionisme abad ke 20.

    Saat ini banyak teori yg mengaitkan suatu suku dengan suku2 israel yg hilang ini. salah satu teori mengatakan bahwa bangsa scythia, yg muncul dalam sejarah pada saat pembuangan sepuluh suku, adalah berasal dari suku israel yg hilang ini. tapi teori ini sangatlah lemah & kurang bisa dipercaya.

    Ada lagi beberapa suku di daerah2 tertentu yg mengklaim bahwa mereka adalah keturunan dari salah satu dari 10 suku israel yg hilang. Suku2 itu adalah:



    Khazar, Chazar (Rusia)
    Kawasan yg dihuni orang-orang Khazar terletak di antara Laut Hitam & Laut Kaspia, diapit Ukraina & Kazakhstan. Bangsa Khazar berasal dari suku kuno Turki -Mongol (Hun, or Hsiungnu) yg beralih memeluk Judaisme & berhasil membentuk Khazaria, kerajaan kuat di masa Abad-7 M hingga Abad-10 M. Orang-orang Yahudi Ashkenazi (Eropa Timur) adalah keturunan orang Khazar. Keberadaan & kemajuan orang-orang Khazar mengindikasikan akulturasi Yahudi Diaspora (yg melek huruf & berteknologi) dengan suku Turki-Mongol yg buta huruf & bergaya-hidup nomad.



    Pathans/Pasthun (Afghanistan-Pakistan)
    Pathans menganggap diri mereka sebagai anak-anak Israel, meskipun mereka beragama Islam. Bangsa Pathans memiliki kemiripan dengan kebiasaan Israel kuno. Bangsa Pathans kini tinggal di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Mereka disebut Afghans or Pishtus menurut bahasanya. Di Afghanistan, jumlah mereka sekitar enam juta jiwa, & di Pakistan sekitar tujuh hingga delapan juta jiwa & dua juta jiwa lagi hidup seperti suku Baduy. Bukti-bukti yg menarik adalah beberapa nama suku-suku yg sama dengan suku-suku Israel seperti suku Harabni yakni Reuben, suku shinwari adalah Shimeon, suku Levani – Lewi, suku Daftani – Naftali, suku Jaji – Gad, suku Ashuri – Asher, suku Yusuf Su, anak-anak Yusuf, suku Afridi – Ephraim, & seterusnya. Pasthun or Pathans mengaku mempunyai hubungan dengan Kerajaan Israel kuno dari suku Benjamin & keluarga Saul. Menurut tradisi, Saul mempunyai seorang anak, bernama Jeremia yg memiliki anak bernama Afghana.

    Menurut Injil 2 Raja-raja, Tawarikh 1 & 2, sepuluh suku Israel dibuang ke Halah, Havor, sungai Gozan & kota-kota Maday. Beberapa kemiripan Tradisi Pathans dengan Israel kuno: memiliki sunat untuk anak laki-laki pada hari kedelapan, Patrilineal (Garis Bapak), menggunakan Talith (Jubah Doa) Tsitsit, pernikahan (Hupah), kebiasaan wanita (pembasuhan di sungai), pernikahan dari pihak keluarga ibu or bapak (Yibum), Sangat menghormati bapak, larangan memakan daging kuda & unta, Shabbat dengan menyiapkan 12 roti Hallah, menghidupkan lilin pada saat Shabbat, hari Yom Kippur, menyembuhkan penyakit dengan bantuan kitab Mazmur (menempatkan kitab Mazmur dibawah kepada pasien, nama-nama Ibrani di desa-desa & menyebut nama Musa, & menggunakan symbol bintang Daud. Mereka hidup sebagai suku-suku yg terpencar & memiliki hokum tradisi yakni Pashtunwali or hukum Pasthun yg mirip dengan hukum Torah. Pathans bertradisi pernikahan ipar, yg mengharuskan saudara laki-laki menikahi janda saudaranya yg meninggal tanpa keturunan, sama seperti Israel kuno (Ul 25:5-6). Pathans juga bertradisi mengorbankan kambing penebusan, sama seperti masa Israel kuno yg membebankan dosa seluruh bangsa pada domba yg diusir ke gurun & disembelih (Im16).



    Kashmir (India)
    Di India bagian utara yakni Kashmir terdapat sekitar 5-7 juta jiwa. Terdapat nama Ibrani di lembah & didesa-desa di Kashmir seperti Har Nevo, Beit Peor, Pisga, Heshubon. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa bangsa Kashmir keturunan sepuluh suku Israel yg hilang pada pembuangan pada 722 BCE. Penampilan fisik mereka berbeda dengan umumnya orang India. Tradisi mereka memang mengindikasikan perbedaan asal-usul. Orang Kashmir memiliki hari raya Pasca pada musim semi, saat dilakukan penyesuaian perbedaan penanggalan candra & surya, dengan cara seperti yg dilakukan orang-orang Jahudi. Mereka memang menyebut diri sebagai Bene Israel, Anak-anak Israel. Orang Kashmiri menghormati Sabbath (beristirahat dari semua jenis kerja); menyunat bayi pada usia delapan bulan; tidak makan ikan yg tak bersisik & bersirip, & merayakan beberapa hari raya Jahudi lainnya, tetapi tidak yg berasal dari setelah kehancuran bait Allah pertama (seperti Hannukah).



    Shin-lung or Bene Menashe (di sekitar perbatasan India-Myanmar)
    Di kawasan pegunungan di kedua sisi perbatasan India-Myanmar, bermukim sekitar 2 juta orang Shinlung. Mereka memiliki tradisi penyembelihan binatang korban seperti suku-suku Israel kuno pada umumnya, & menyebut diri anak Menashe or Bene Menashe. Kata Menashe banyak bermunculan dalam puisi & doa (mereka menyeru Oh God of Menashe). Mereka memiliki tradisi cerita yg mengatakan bahwa mereka dibuang ke suatu tempat yg berada di sebelah barat tempat asal mereka, lalu bermigrasi ke timur & mulai menjadi penggembala & penyembah dewa. Migrasi mereka berlanjut ke timur, mencapai perbatasan Tibet-Cina, lalu mengikuti aliran Sungai Wei, hingga masuk & bermukim di Cina Tengah sekitar tahun 230SM. Orang Cina menjadikan mereka sebagai budak, sehingga beberapa diantara mereka melarikan diri & tinggal di gua-gua kawasan pegunungan Shinlung, & hidup miskin selama dua generasi. Mereka juga disebut orang gua or orang gunung & tetap menyimpan kitab suci mereka. Akhirnya mereka mulai berasimilasi dengan orang Cina & terpengaruh budaya Cina, hingga akhirnya mereka meninggalkan gua-gua pegunungan & pergi ke barat, melalui Thailand, menuju Myanmar. Setelah itu mereka berkelana tanpa kitab suci, & membangun tradisi lisan, hingga sampai di Sungai Mandaley, & menuju Pegunungan Chin. Pada abad-18 sebagian dari mereka bermigrasi ke Manipur & Mizoram, India Timurlaut.

    Mereka sadar bahwa mereka bukan orang Cina meskipun menggunakan bahasa Cina dialek lokal, & menyebut diri Lusi yg berarti Sepuluh Suku (Lu berarti suku, & si berarti sepuluh). Tradisi Menashe antara lain adalah sunat (kini sudah ditinggalkan), upacara pemberkatan anak pada usia 8 hari, hari raya keagamaan yg mirip dengan hari raya keagamaan Jahudi, praktek pernikahan ipar demi kelangsungan nama marga, menyebut nama Tuhan sebagai Ywa, & memelihara puisi yg mirip dengan kisah penyeberangan Kitab Keluaran ketika bangsa Israel menyeberang Laut Merah. Di setiap kampung ada pendeta or imam yg selalu bernama Harun (Aaron, saudara Musa & Imam Pertama Jahudi) dengan pewarisan turun-temurun. Salah satu tugas mereka adalah mengawasi kampung, berdoa & mempersembahkan korban, dengan jubah ber-breastplate, ikatpinggang & mahkota, & selalu membuka doa dengan menyebut nama Menashe. Dalam kasus terdapat orang jatuh sakit, para imam dipanggil untuk memberkati pesakit & mempersembahkan korban. Imam akan menyembelih domba or kambing & mengoleskan darahnya di telinga, punggung & kaki pesakit sambil mengucapkan mantra yg mirip dengan Im14:14. Pada kasus penyakit khusus, diselenggarakan upacara khusus. Semacam upacara penebusan yg dilakukan dengan memotong sayap burung & menebar bulunya ke udara. Pada kasus penyakit lepra, para imam menyembelih burung di lapangan terbuka. Untuk penebusan dosa, dilakukan pengorbanan domba di altar seperti dilakukan di Bait Allah (seperti disaksikan seorang penulis di hutan Myanmar sekitar tahun 1963-1964). Darah sembelihan ditorehkan di ujung altar, dagingnya dimakan. Yom Kippur dirayakan sebagai hari penebusan, sekali setahun seperti tradisi Jahudi. Kendaraan imam tidak boleh dibuat dari logam, namun dari tanah liat, kain, or kayu. Melakukan praktek pemujaan berhala & mempercayai klenik sehubungan dengan roh & setan. Percaya reinkarnasi tapi percaya Tuhan di sorga akan membantu dalam kesusahan.



    Chiang-min (Cina)
    Orang-orang Chiang or Chiang-min (sekitar 250 ribu orang, 1920) bermukim di Propinsi Sechuan, Cina bagian barat, di daerah pegunungan sebelah barat Sungai Min, dekat perbatasan Tibet [Thomas Torrance The History, Customs and Religion of the Chiang People of West China (1920) & Chinas First Missionaries: Ancient Israelites (1937)]. Mereka menganggap diri sebagai imigran dari barat yg datang ke tempat tersebut setelah berjalan selama tiga tahun tiga bulan. Orang Cina menganggap mereka sebagai barbar, & mereka menilai orang Cina sebagai penyembah berhala (Chiang-min percaya hanya pada satu tuhan & menyebutnya Yawei ketika berada dalam kesulitan). Chiang-min mempraktekkan persembahan korban yg dilakukan imam, jabatan yg hanya bisa dijabat oleh pria yg sudah menikah (Im 21:7,13) & diwariskan turun-temurun. Para imam mengenakan jubah putih bersih & bersurban khusus. Mezbah dibuat dari batu yg tidak dipotong dengan alat logam (Kel20:25), & tidak boleh didekati oleh orang asing & cacat (Im21:17-23). Para imam Chiang-min menggunakan tali pengikat jubah, & sebatang tongkat berbentuk seperti ular (kisah Musa di gurun). Setelah berdoa, para imam membakar bagian dalam & daging korban sembelihan, & mengambil bagian pundak, dada, kaki & kulit, sementara dagingnya dibagikan kepada pemberi persembahan. Saat persembahan, mereka mengibarkan 12 bendera di sekitar altar untuk menjaga tradisi bahwa mereka berasal dari satu bapak yg memiliki 12 anak. (Mereka bertradisi sebagai keturunan Abraham & berleluhur seorang bapak dengan 12 anak). Di antara orang Chiang, terdapat tradisi mengoleskan darah pada ambang pintu demi keselamatan & keamanan rumah, pernikahan ipar, tudung kepala bagi wanita, memberi nama anak pada usia 7 hari hingga menjelang malam ke-40.



    PERLU DICATAT tidak satupun teori pun yg mengatakan salah satu suku israel yg hilang berada di INDONESIA. jadi klo ada orang indonesia yg mengaku aku klo dia israel, sungguh sangat memalukan.

    BENARKAH SUKU-SUKU INI ADALAH KETURUNAN DARI 10 SUKU ISRAEL YANG HILANG? or hanya kebetulan saja mereka punya tradisi & nama-nama yg mirip dengan bangsa israel? Menurut penulis, 10 suku israel ini benar2 sudah hilang & mungkin hanya tinggal adat & kebiasan mereka saja yg tersisa. Karena sangat sulit membaygkan suku2 israel ini berbaur & bercampur dengan bangsa lain secara massif. Terbukti dalam sejarah bangsa israel, mereka selalu berselisih dengan bangsa lain dimanapun mereka berada, kecuali sedikit dari mereka yg benar2 baik & bisa diterima.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Misteri 10 Suku Israel yang Hilang diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page