Misteri Orang Bunian, Uhang Pandak dan Sebabah

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Nov 6, 2014.

Discuss Misteri Orang Bunian, Uhang Pandak dan Sebabah in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]
    Suku-suku di wilayah-wilayah yg berlainan di Indonesia memiliki mitos, pendapat & pan&gan yg berbeda-beda terhadap orang-orang bunian. Ada yg berpendapat bahwa mereka adalah mahluk halus, ada yg menganggap mereka jenis kera yg belum diketahui & ada juga yg menganggap mereka jenis manusia yg berbeda.

    Seperti yg dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Pengertian “Orang Bunian” or sekedar bunian di daerah Minangkabau adalah mitos sejenis makhluk halus. Berdasar mitos tersebut, orang bunian berbentuk menyerupai manusia & tinggal di tempat-tempat sepi, di rumah-rumah kosong yg telah ditinggalkan penghuninya dalam waktu lama.

    Istilah orang bunian juga ka&g-ka&g dikaitkan dengan istilah dewa di Minangkabau, pengertian “dewa” dalam hal ini sedikit berbeda dengan pengertian dewa dalam ajaran Hindu maupun Buddha.



    [​IMG]



    “Dewa” dalam istilah Minangkabau berarti sebangsa makhluk halus yg tinggal di wilayah hutan, di rimba, di pinggir bukit, or di dekat pekuburan. Biasanya bila hari menjelang matahari terbenam di pinggir bukit akan tercium sebuah aroma yg biasa dikenal dengan nama “masakan dewa” or “samba dewa”. Aroma tersebut mirip bau kentang goreng. Hal ini dapat berbeda-beda namun mirip, berdasarkan kepercayaan lokal masyarakat Minangkabau di daerah berbeda. “Dewa” dalam kepercayaan Minangkabau lebih diasosiasikan sebagai bergender perempuan, yg cantik rupawan, bukan laki-laki seperti persepsi yg umum di kepercayaan lain.

    Selain itu, masyarakat Minangkabau juga meyakini bahwa ada peristiwa orang hilang disembunyikan dewa/orang bunian. Ada juga istilah “orang dipelihara dewa”, yg saat bayi telah dilarikan oleh dewa. Mitos ini masih dipercaya banyak masyarakat Minangkabau sampai sekarang.

    Di daerah Bengkulu, orang Bunian disebut juga Sebabah yg merupakan satu bentuk yg mirip dengan manusia hanya saja mereka bertubuh kecil & berkaki terbalik. Lebih kedaerah pedalamannya lagi ada juga kisah tentang mahluk Gugua, yg mempunyai perawakan berbulu lebat, pemalu & suka menirukan tingkah laku & perbuatan manusia. Konon pada zaman dahulu mahluk ini bisa ditangkap. Masyarakat dahulu menangkap mahluk ini dengan menyiapkan sebuah perangkap. Ada juga kisah tentang perkawinan mahluk ini dengan penduduk lokal & mempunyai keturunan.

    Di gunung Sebelat (Taman Nasional Kerinci), Orang bunian dipercaya merupakan komunitas manusia hutan. Masyarakat setempat menyebutnya Uhang Pandak. Salah satu peniliti asing yg bernama Deborah Martyr begitu sangat tertarik dengan legenda ini & melakukan penelitian, namun hingga saat ini penelitian tersebut belum menunjukkan hasil.



    [​IMG]



    Istilah Uhang pandak adalah pengertian dari orang yg bertubuh pendek. Mereka merupakan mahluk yg keberadaannya telah diketahui sejak puluhan tahun yg lalu, namun hingga saat ini sulit menemukan bukti fisik & otentik tentang keberadaan mahluk ini. Keberadaan mereka sendiri sering dilaporkan oleh orang-orang yg secara tidak sengaja bertemu dengan mereka, banyak dari wisatawan & peneliti mancanegara yg melakukan riset tentang alam Gunung Sebelat secara tidak sengaja bertemu dengan kumpulan mahluk ini.

    Informasi yg berhasil dikumpulkan mampu memberikan gambaran tentang Uhang Pandak ini. Mereka adalah mahluk yg hidup di atas tanah, berjalan dengan kedua kakinya dengan tubuh yg diselimuti oleh bulu pendek (abu-abu hingga coklat) & tinggi tubuh sekitar 80 cm hingga 150 cm. Beberapa ahli bahkan mengklasifikasikan Uhang Pandak sebagai bagian dari rantai evolusi yg mereka sebut kera misterius.



    [​IMG]



    Selama tiga tahun terakhir, para peneliti lokal & mancanegara telah menjelajah hutan dengan harapan dapat menemukan bukti keberadaan masyarakat Uhang Pandak. Mereka telah melakukan banyak cara dari mulai memasang kamera trapping di wilayah hutan terutama daerah dimana sering terjadi laporan penampakan para mahluk tersebut sampai dengan pembuatan perangkap untuk menangkap salah satu dari mahluk itu. Para ahli merasa kawatir jika memang eksistensi keberadaan Uhang Pandak ini ada, bukan tidak mungkin mereka se&g terancam kepunahan sebagai akibat dari aktivitas penebangan & penghancuran lingkungan mereka.

    Selain uhang pandak banyak komunitas orang bunian lain yg dipercaya oleh masyarakat di berbagai daerah. Sebagian kepercayaan tersebut bahkan mengatakan bahwa komunitas masyarakat orang bunian itu bukan komunitas mahluk halus, namun suatu mahluk yg mirip manusia yg memiliki sedikit perbedaan dengan mahluk manusia, ada yg beranggapan mereka adalah ras manusia tersendiri & merupakan bagian dari ras mahluk manusia kuno.



    [​IMG]
    Homo Floresiensis (kiri) Homo Sapien (kanan)



    Pada tahun 2003 tim peneliti memutuskan untuk mengeksplorasi & melakukan penggalian di Gua Liang Bua di Pulau Flores yg merupakan bagian dari rantai kepulauan Indonesia. Disana mereka menemukan kerangka yg hampir lengkap dari hominid (manusia purba) kecil. Tinggi dari kerangka wanita dewasa adalah sekitar 3 kaki 6 in & dari karakteristiknya menunjukkan bahwa spesies baru manusia telah ditemukan. Ini diperkuat oleh penemuan alat & artefak yg konsisten dengan ukuran kerangka tersebut. Ada juga indikasi bahwa “Orang-orang kecil” telah menggunakan api & telah berburu berbagai hewan yg sekarang telah punah, termasuk tikus raksasa & gajah mini yg dikenal sebagai Dwarf Stegodon. Tengkorak mereka memiliki dahi yg miring & tidak ada tulang dagu spesifik meskipun memang memiliki gigi & berjalan tegak seperti manusia. Meskipun masih ada beberapa kontroversi mengenai apakah Homo floresiensis adalah spesies baru or mungkin hanya variasi dari manusia modern or Homo Erectus, tidak ada keraguan bahwa populasi makhluk aneh mirip manusia pernah hidup di pulau itu.



    [​IMG]
    Tengkorak Homo Floresiensis (kiri) & Homo Sapien (kanan)



    Bahkan, menurut legenda setempat masih ada suku “orang kecil” yg hidup jauh di dalam hutan. Tengkorak mereka jauh lebih kecil daripada manusia modern, tetapi korteks prefrontal masih berukuran sama dengan manusia modern yg menunjukkan tingkat kecerdasan tinggi & kesadaran diri (self-awareness). Banyak peneliti berpendapat bahwa Homo floresiensis ini bukanlah pigmi, kerdil, or cebol, mereka adalah sesuatu yg unik. Dengan demikian, mereka diberi julukan – hobbit – or Halfling, tokoh terkenal dari novel trilogi Lord of the Rings yg ditulis oleh JRR Tolkien (1954).

    Apakah Homo Floresiensis ini ada hubungannya dengan orang bunian or uhang pandak? Ataukah uhang pandak & orang bunian adalah turunan homo floresiensis yg masih hidup? Mungkin andalah yg ingin menelitinya … ^_^

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Misteri Orang Bunian, Uhang Pandak dan Sebabah diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Misteri Orang Bunian, Uhang Pandak dan Sebabah.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page