Mitos dan Lambang Burung Garuda

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Aug 16, 2014.

Discuss Mitos dan Lambang Burung Garuda in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,146
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]
    Lambang Negara Republik Indonesia adalah BURUNG GARUDA. Mengapa Negara kita menggunakan lambang Negara seperti itu? Sejak kapan kita menggunakan lambang Negara tersebut? Apa saja arti dari Lambang Negara RI itu?

    Seperti yg dikutip dari Alam Mengembang jadi Guru, Garuda (Sanskerta: Garua & Bahasa Pli Garula) adalah salah satu dewa dalam agama Hindu & Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti or manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh & sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari.

    Bangsa Jepang juga mengenal Garuda, yg mereka sebut Karura. Di Thailand disebut sebagai Krut or Pha Krut.

    Indonesia & Thailand menggunakan Garuda sebagai lambang negaranya. Ibukota mongolia, Ulan Bator juga menggunakan burung garuda sebagai lambang.

    Dua Negara dengan Lambang relatif sama yaitu burung Garuda. Negara yg satu penduduknya memang banyak yg beragama BUDHA, se&gkan negara yg satu lagi penduduknya katanya menghargai keBUDHAyaan bangsa ….

    [​IMG]
    Lambang ibukota mongolia, Ulan bator



    Garuda menurut Mitologi Hindu
    Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung, wahana Wisnu. Kisah tentang burung Garuda ditemukan di Kitab Mahabharata, lebih tepatnya bagian pertama yaitu Adiparwa. Ceritanya Garuda adalah anak dari Begawan Kasyapa. Begawan Kasyapa memiliki dua istri, yaitu Sang Kadru & Sang Winata. Setelah sekian lama, mereka belum juga memiliki anak. Lalu Kasyapa memberikan 1000 telur pada Kadru & 2 telur pada Winata. Telur milik Kadru menetas menjadi 1000 ekor ular sakti, & milik Winata belum. Karena Winata merasa malu, lalu ia memecah satu telur tersebut. Keluarlah seekor burung kecil yg belum sempurna bentuknya, cacat tak berkaki, diberi nama Anaruh. Telur yg tinggal 1 itu dijaga baik-baik oleh Winata.

    Suatu hari, Winata kalah bertaruh dengan Kadru karena kecurangan kadru yg membuat Winata harus menjadi budak & melayani Kadru beserta 1000 ekor ular. Dan telur Winata satunya pun akhirnya menetas menjadi Garuda. Besar, gagah, bersinar, & sakti. Untuk menolong ibunya, Kadru menyuruh Garuda mengambil Amerta, air kehidupan milik dewa. Amerta dijaga para dewa & dikelilingi api yg menyala. Garuda pun melawan para dewa & menyembur dengan air laut untuk mematikan api tersebut. Pesan ibunya, bila menelan orang lehermu terasa panas, itu tan&ya Brahmana ikut termakan. Muntahkanlah, karena ia seperti ayahmu Begawan Kasyapa. Kamu harus menghormatinya.

    Berhasillah Sang Garuda merebut Amerta. Lalu dibawanya ke Kadru untuk menyelamatkan ibunya. 1000 ular sangat senang melihat amerta & kemudian Winata dibebaskan, tetapi Garuda tak kehilangan akal. Dikibas-kibaskan sayapnya agar para ular menjadi kotor, & mereka pergi membersihkan ba& mereka di sungai. Saat para ular pergi, Garuda membawa Amerta kembali. Di perjalanan ia bertemu dengan Dewa Wisnu, meminta untuk Amerta diserahkan kembali kepada para dewa. Dan Sang Garuda pun menjadi tunggangan Dewa Wisnu.



    Mengapa Garuda dipakai sebagai Lambang Negara Indonesia
    [​IMG]
    Pada waktu itu Indonesia se&g mencari jati diri dibawah pimpinan Soekarno. Soekarno melihat bahwa kebudayaan indonesia yg asli adalah indonesia dimasa kerajaan2 hindu & budha terutama pada puncaknya adalah Majapahit.

    Maka waktu itu digalilah dengan gencar nilai-nilai sosial & budaya dari kerajaan-kerajaan itu, untuk diterapkan kembali pada negara Indonesia yg baru. salah satunya adalah warna bendera Indonesia yg notabene adalah bendera kerajaan Majapahit.

    Untuk lambang negara, Soekarno mengadakan sebuah sayembara. Dan akhirnya dia tertarik pada rancangan Sultan Hamid II yg berupa burung garuda (waktu itu belum spt sekarang). Ketertarikan Soekarno ini karena rancangan Sultan Hamid II dia pikir sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia, yaitu kehindu-an & kebudha-an.

    Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yg gundul menjadi berjambul dilakukan. Bentuk cakar kaki yg mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yg telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yg kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yg dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

    Bangsa Indonesia bersukur karena umat islam yg banyak di negara indonesia saat ini, bisa dikatakan tidak ada yg memprotes lambang negara yg diambil dari mitologi hindu & budha ini. Juga tidak ada yg berniat merubah lambang negara menjadi kaligrafi seperti foto dibawah ini:



    Lambang Kerajaan Samudera Pasai
    [​IMG]
    Jika diperhatikan sekilas, lambang kerajaan Aceh itu memang mirip dengan Garuda Pancasila. Lambang itu dibentuk dari kaligrafi arab menyerupai burung garuda. Di bagian tengah ba&nya terlihat kotak dengan rangkaian tulisan berwarna merah & biru. Lambang ini berisi kalimat Tauhid & Rukun Islam. Rinciannya, kepala burung itu bermakna Basmallah, sayap & kakinya merupakan ucapan dua kalimat Syahadat. Terakhir, ba& burung itu merupakan Rukun Islam.



    Nama-nama Garuda
    Garuda memiliki banyak nama & julukan. Di bawah ini disajikan nama-namanya berikut artinya:

    Nama-nama lain Garuda
    Kayapi
    Wainateya
    Suparna
    Garutmn
    Dakya
    lmalin
    Trkya
    Winyaka

    Nama-nama julukan
    Sitnana, wajah putih hijau.
    Rakta-paka, sayap merah.
    weta-rohita, sang putih merah.
    Suwarakya, tubuh emas.
    Gaganewara, raja langit.
    Khagewara, raja burung.
    Ngntaka, pembunuh naga.
    Pannaganana, pembunuh naga.
    Sarprti, musuh ular-ular.
    Taraswin, yg cepat.
    Rasyana, yg bergerak cepat sebagai perak.
    Kmachrin, yg pergi sesukanya.
    Kmyus, yg hidup dengan senang.
    Chird, makan banyak.
    Wiuratha, kereta Wisnu.
    Amtharaa, pencuri amerta.
    Sudhhara, pencuri
    Surendrajit, penakluk Indra.
    Bajrajit, penakluk kilat.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Mitos dan Lambang Burung Garuda diatas dikutip dari Internet secara gamblang.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page