Liga Spanyol Momentum Kebangkitan Serie A Italia Di Eropa

Discussion in 'Bola' started by Bola, Apr 24, 2015.

Discuss Momentum Kebangkitan Serie A Italia Di Eropa in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,231
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Kepastian Napoli dan Fiorentina melenggang ke babak semi-final Liga Europa 2014/15, Jumat (24/4) dini hari tadi, mungkin jadi kabar paling membahagiakan bagi Serie A Italia, setidaknya dalam lima tahun terakhir.

    Langkah tersebut mengikuti jejak serupa Juventus di ajang Liga Champions, sehari sebelumnya. Itu artinya hingga babak semi-final dua turnamen paling bergengsi antarklub Eropa, Serie A, bersama La Liga Spanyol, jadi pengutus wakil terbanyak, dengan jumlah tiga klub.

    Jika fenomena ini terjadi pada wakil Liga Primer Inggris dan tentunya La Liga Spanyol, kita tentu tak akan heran bahkan mungkin sudah jengah dibuatnya. Sebaliknya, bagi Serie A torehan ini adalah sebuah prestasi tersendiri di tengah keterpurukan laten kompetisinya.

    Maklum, dalam beberapa musim terakhir -- utamanya pasca FC Internazionale meraih terble winners 2010 -- klub-klub Italia dinilai sudah tak lagi kompetitif untuk bersaing di kompetisi Eropa, karena kerap tersingkir di fase awal pagelaran.

    [​IMG]

    Tengok saja, terakhir kali Serie A memasangkan para utusannya di babak semi-final Liga Champions dan Liga Europa yang dahulu bernama Piala UEFA, terjadi sedekade lalu, tepatnya di musim 2004/05. Kala itu AC Milan di Liga Champions dan Parma di Piala UEFA. Sayang keduanya gagal menjadi juara, setelah I Roosonerri takluk secara dramatis di final dan Il Gialloblu kalah secara telak dari CSKA Moskwa di semi-final.

    Mundur dua musim ke belakang, jadi rekor tersendiri buat Serie A dengan mengirim empat wakilnya di semi-final Liga Champions dan Piala UEFA. Tiga wakil sekaligus memadati fase empat besar Liga Champions, mereka adalah Milan, Juve, dan Inter. Sementara Lazio di Piala UEFA. Milan dan Juve mewujudkan All Italian Final, dengan Il Diavolo yang keluar sebagai kampiun. Sayangnya langkah Gli Aquilotti harus terhenti di semi-final, karena kalah dari FC Porto.

    Sementara torehan terbaik Serie A di kompetisi Eropa terjadi di musim 1989/90 dan 1992/93. Pada kedua musim tersebut, juara Liga Champions dan Piala UEFA berasal dari Italia. Milan (Piala Champions) dan Sampdoria (Piala UEFA) di musim 1989/90, serta Milan kembali (Liga Champions) dan Parma (Piala UEFA) untuk musim 1992/93.

    Menilik sejarah tersebut, akan sampai di mana langkah Juventus, Napoli dan Fiorentina pada kesempatan kali ini? Akankah mengikuti musim tersukses di 1989/90 dan 1992/93 atau gagal layaknya di musim 2004/05?
    KLASEMEN KOEFISIEN UEFA*​
    NEGARA2010-112011-122012-132013-142014-15TOTAL
    1Spanyol18.21420.85717.71422.57116.35796.142
    2Inggris18.35715.25016.42816.78513.57180.391
    3Jerman15.66615.25017.92814.71415.00078.558
    4ITALIA11.57111.35714.41614.16616.16667.676
    5Portugal18.80011.83311.7509.7508.75061.049
    6Prancis10.75010.50011.7508.50010.75052.250
    7Rusia10.9169.7509.75010.4169.50050.332​
    Keterangan (*): Update terakhir dilakukan UEFA pada 20 Maret 2015.

    Federasi sepakbola Italia (FIGC) sudah tentu senang dengan torehan tiga wakilnya itu musim ini. Bukan hanya meningkatkan derajat sepakbola Italia di mata Eropa dan dunia, tapi juga sebagai langkah krusial untuk mengembalikan Serie A sebagai liga terbaik di dunia.

    Komparasinya mudah, yakni dengan kembali masuk jajaran tiga besar klasemen koefisien UEFA. Dengan begitu Serie A bakal bisa mengirimkan tujuh wakilnya ke kompetisi Eropa, dengan spesifikasi empat klub di Liga Champions dan sisanya di Liga Europa.

    Melanjutkan bahasan "Italia Mendamba Liga Europa", kini kemungkinan Serie A untuk mencapai target tersebut semakin nyata. Jika dalam analisis sebelumnya fokus berada pada pengejaran Serie A terhadap Bundesliga Jerman, kini potensi lebih besar ada pada kesempatan menjungkalkan Liga Primer Inggris.

    Hal itu terjadi dengan wakil Inggris yang sudah tersingkir babak 16 besar Liga Champions dan perempat-final Liga Europa. Liga dengan keuntungan terbesar di dunia itu kini sudah tak memiliki wakil, yang praktis tak mampu menambah poin koefisien. EPL seakan menuai dampak padatnya jadwal liga domestiknya, yang bisa berpengaruh lebih buruk di musim-musim selanjutnya. Di sisi lain jarak Italia dengan Jerman cenderung stagnan, lantaran performa konsisten Bayern Munich yang membuat Bundesliga selalu sukses mendapat lebih dari 15 poin dalam lima musim terakhir.

    Dengan performa apik para wakilnya musim ini, Serie A sukses mengikis jarak 17,936 poin dengan EPL, hingga kini menjadi 10,055 poin. Sementara Bundesliga hanya berjarak desimal saja dan siap menggantikan tempat EPL di posisi kedua, pada akhir musim nanti.

    Skenario terbaik bagi Serie A jelas menjadikan Juventus juara Liga Champions, sementara Napoli dan Fiorentina menghadirkan All Italian Final di Liga Europa. Hasil undian yang baru digelar UEFA, memungkinkan hal itu terjadi. Poin Serie A akan meningkat sangat pesat hingga bisa berjarak enam poin saja dari EPL. Skenario terburuk? Tentu saja dengan ketiga klub tersisih di babak semi-final.

    Jika sungguh terjadi, maka Serie A berpotensi menelikung EPL musim depan. Dengan begitu Italia akan kembali mengirim empat wakilnya di Liga Cahmpions dan tiga di Liga Europa, pada musim 2017/18. Ups, potensinya bisa semakin besar karena Serie A bahkan sudah bisa mengirim empat wakilnya di Liga Champions musim depan, memanfaatkan bonus anyar juara Liga Europa yang berhak mengikuti babak play-off Liga Champions.

    Namun jika skenario terburuk yang muncul, kesempatan masih tetap ada, tentunya dengan syarat konsistensi performa para wakil Serie A di Eropa layaknya musim ini. Selain itu para wakil EPL dan Bundesliga Jerman juga tak boleh lebih baik atau bahkan setara.

    Perjuangan heroik memang harus dilakukan tim-tim Serie A dalam perjalan panjang meraih kembali status 'sejatinya'. Tapi musim ini, setidaknya sepakbola Italia telah memberi bukti bahwa mereka masih jadi salah satu kiblat liga terbaik di dunia.

    Untuk perhitungan matematis lebih detail mengenai aturan koefisien UEFA, silahkan klik di sini.

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, Momentum Kebangkitan Serie A Italia Di Eropa
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page