Nasihat, Tip, dan Insight seputar VC dari Steven Vanada

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Sep 15, 2015.

Discuss Nasihat, Tip, dan Insight seputar VC dari Steven Vanada in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,762
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Beberapa waktu lalu kami mengadakan sesi Ask Me Anything (AMA) dengan Steven Vanada, VP di perusahaan VC CyberAgent Ventures. Pengalaman Steven di ranah investasi Indonesia tentunya bisa menjadi insight yg berguna bagi para entrepreneur yg ingin didanai.

    Selain itu, wawasan Steven yg luas terhadap ekosistem startup di Indonesia juga bisa menjadi ilmu bagi pembaca yg ingin mendirikan startup. Melalui artikel ini, kami merangkum sejumlah pertanyaan terbaik dari sesi AMA ini.

    (Catatan: Jawaban di bawah diambil langsung dari komentar Steven Vanada dengan sedikit perubahan mengikuti standar penulisan Tech in Asia. Tidak ada jawaban yg diubah maknanya.)
    Tentang berinvestasi pada startup
    Menurut Steven apakah funding itu dibutuhkan oleh semua jenis startup?

    Sebenarnya tidak semua startup membutuhkan pendanaan VC. Malah menurut saya tergantung dari visi founder-nya. Ada bisnis model yg bisa sustainable tanpa memerlukan funding yg banyak. Tapi startup yg ingin menjadi market leader, biasanya memerlukan funding karena diperlukan dana untuk mengedukasi market.

    Bagaimana cara terbaik startup untuk approach VC / investor?

    Pertama riset mengenai VC tersebut biasanya mereka ada situs sendiri & ditulis mengenai “appetite” mereka, apa saja yg mereka ingin investasi (sektor). Kalau sudah punya traction akan lebih baik, kalau belum pun pastikan pitch deck & business plan-nya sudah well thought sebelum diajukan ke VC. Akan lebih baik daripada direct cold-calling / blast email, minta referral dari entrepreneur lain sebelum kontak dengan VC.

    Faktor apa yg paling menjadi pertimbangan VC dalam berinvestasi terhadap startup?

    Tiap VC beda, tapi dari kami matriks utamanya adalah:
    • Team (Motivasi sang founder, visi jangka panjangnya, alasannya mendirikan startup tersebut)
    • Market (Apakah market yg dituju sedang meningkat pesat, / malah tengah tenggelam)
    • Strategy (Bagaimana menjadi nomor 1, apakah mereka tim terbaik? Apa keuntungan utama mereka?)

    […]Apa yg Steven lihat pertama kali pada sebuah startup apabila sedang mencari portofolio selanjutnya?

    Biasanya sebelum bertemu dengan founder-founder dari startup, saya melakukan riset mengenai besarnya & potensi dari market tersebut. In the first place, kalau market size-nya sangat niche & tidak besar, biasanya sangat sulit untuk melakukan investasi walaupun mempunyai tim yg solid.

    Kalau potensial, biasanya lewat meeting, kami melihat dari sisi timnya (khususnya founder). Motivasinya untuk mendirikan startup itu apa, long-term view and visinya, & whether its the right fit team to execute.

    Sebagai contohnya, dalam B2C retail apakah founder mempunyai background dalam closing deal dengan brand besar, / pengalaman dalam memimpin tim sales. Kalau untuk marketplace, dikarenakan dibutuhkan skalabilitas yg bisa menfasilitasi huge amount of transactions, technical understanding juga biasa lumayan penting [untuk dimiliki].

    Rata-rata, apa yg membuat VC enggan berinvestasi di sebuah startup? (Tentunya selain produk yg buruk, market yg belum siap)

    Market timing yg belum tepat. Kadang-kadang walaupun pasarnya potential & timnya solid, VC bisa juga memutuskan untuk menunggu sebelum investasi, dikarenakan karena timing market yg belum tepat. Misalnya, karena consumption behavior yg belum mendukung ataupun dukungan infrastruktur yg belum memadai.

    If you can give three advices kepada founders di Indonesia, what would that be? (Catatan: Jawaban Steven kami terjemahkan.)
    • Ketika menggalang pendanaan, lakukan riset tentang VC yg ingin kamu temui & tahu investor & value seperti apa yg kamu inginkan, & apakah VC tersebut bisa memenuhinya. Pilih investor awalmu dengan bijak & jangan menggalang pendanaan hanya karena uang.
    • Jangan hanya mendengarkan diri sendiri, jangan hanya mendengarkan investor. Ide sangatlah murah, dapatkan feedback sebanyak mungkin dari orang-orang yg beragam (terutama entrepreneur & investor lain).
    • Jika memungkinkan (beberapa kasus mungkin memerlukan pendanaan eksternal awal), beroperasilah secara bootstrap sampai kamu beroperasi dengan bak & menemukan sistem yg tepat. Idealnya, akan lebih baik jika kamu sudah mencapai saat dimana investor tahu besaran dana yg kamu butuhkan untuk meningkatkan traffic kamu lima / sepuluh kali lipat.

    Bagaimana VC menilai valuasi sebuah startup pada tahap seed funding?

    Sejujurnya tidak ada formula tetap / metode yg scientific, khususnya untuk early stage. Yang pastinya proyeksi finansial itu salah satu yg minor untuk seed karena masih berdasarkan banyak asumsi yg tidak tentu. Cara paling efektif mungkin untuk memproyeksi kurang leibh berapa dana yg diperlukan untuk bisa beroperasi sampai 1,5 tahun, & biasanya antara 10 – 30 persen equity tergantung case by case.

    Karena VC sudah mempunyai pengalaman untuk membandingkan ke negara lain & startup lain sebelumnya, biasanya VC sudah mempunyai angka benchmark tergantung tipe bisnisnya.
    Seputar pitching
    Hal pertama yg kamu perhatikan dari produk yg di-pitching?

    Apakah produknya market-fit apa ngga, mengapa timnya membuat “fitur-fitur” yg ada. Masalah seperti apa yg bisa diselesaikan oleh fitur tersebut. Dan sebagai end-user, apakah fitur itu benar-benar diperlukan apa ngga.

    Banyak founder startup Indonesia yg tidak fasih berbahasa Inggris / punya kendala bahasa. Apakah hal ini sangat berpengaruh dalam penilaian VC luar terhadap startup tersebut?

    Ada beberapa dari portfolio kami yg tidak begitu fasih berbahasa Inggris & masih bisa fundraising. Tapi bukan berarti dengan bahasa Indonesia saja sudah cukup, mulai dari sekarang mungkin bagus untuk coba latihan pitching dalam bahasa Inggris dengan rekan lain yg bisa memberikan feedback.

    Bagi VC bukan seberapa fasih dalam berbahasa Inggris, tapi lebih ke arah seberapa dimengerti / bagus penyampaiannya. Untuk penyampaian yg bagus, fluency in English bukan satu-satunya cara.
    Menjadi seorang VC
    Skill set apa saja sih yg harus dimiliki seseorang agar sukses mejadi seorang VC?

    Kalau menurut saya sendiri, beberapa karakteristik seperti humility, ability to listen, knowledge in various business model, & network yg luas. Khususnya humility & listening ability, karena menurut saya VC itu bukan entity yg lebih tinggi maupun lebih rendah dibanding startup.

    Bisa ceritakan sedikit suka & duka selama terjun di bidang venture capitalist di Indonesia?

    Untuk saya sendiri, salah satu yg membuat saya berduka sebagai VC adalah harus menolak pendanaan kepada founder yg sangat solid & passionate karena market yg niche / alasan eksternal lainnya. Sebagai VC, biasanya setiap individu sudah mempunyai success scenario & hypothesis mengenai beberapa bisnis model & potensinya.

    Tentu saja VC juga tidak semuanya sempurna, we miss good deals too sometimes. Satu hal lagi, ketika perusahaan sedang mengalami masalah, biasanya ikutan stress juga. Sukanya, bagaimana kami melihat perusahaan yg telah kami investasi berkembang pesat & membuat impact yg baik ke society. Karena kami juga invest early, biasanya sangat kelihatan ketika dulu [waktu baru berinvestasi, timnya hanya] 5 – 10 orang, sekarang sudah punya tim berjumlah ratusan & memberikan benefit bagi end-user-nya.
    Potensi pasar Indonesia
    Apa yg mendorong kamu untuk masuk ke dalam market Indonesia yg masih cukup baru waktu itu sebagai VC? Apa visi kamu sebagai VC untuk startup-startup di Indonesia?

    Salah satu yg obvious adalah upside potential-nya masih sangat besar. Dengan kata lain, penetrasi internet market masih sangat kecil waktu itu tapi pertumbuhan untuk upside-nya yg bisa mengalahkan negara-negara tetangga lain. Dan kami juga riset telah mulai banyak entrepreneur di Indonesia yg ingin memasuki sektor tersebut.

    Visi saya untuk menjadi salah satu bagian dalam mendorong pertumbuhan innovative startup yg membuat impact untuk Indonesia & mengembangkan ekosistem internet bisnis di Indonesia.

    Sektor apa saja yg belum banyak dijamah di Indonesia?

    Marketplace dengan sektor yg masih awal & yg lebih niche, serta belum banyak player menurut saya. At the same time, it might be potential depending on the timing to entry.

    Health care juga, namun saya sendiri belum menemukan jawaban untuk approach yg paling tepat untuk market Indonesia.

    Sektor apa saja yg sedang dicari CAV?

    Asalkan dalam bidang internet business, khususnya consumer internet, kami agnostik. Akhir-akhir ini kami sedang mencari fintech, health care, vertical media, & mobile-oriented services.

    Baca juga: CyberAgent Ventures Kucurkan $50 Juta untuk Startup di Asia Tenggara, & Membuka Co-Working Space di Jakarta

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page