Liga Jerman Niklas Sule, Berlian Muda Siap Tempa

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 24, 2016.

Discuss Niklas Sule, Berlian Muda Siap Tempa in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Kemarin lusa (21/3), Sport Bild meluncurkan kabar kalau Liverpool tengah mengincar salah satu bek berbakat Bundesliga Jerman. Namanya adalah Niklas Sule, usianya 20 tahun, dan memiliki darah Jerman. Saat ini, ia sedang berjuang bersama TSG 1899 Hoffenheim untuk melepaskan diri dari zona degradasi.

    Sule sebenarnya sudah mulai mencuat di bursa transfer sejak dua musim lalu. Banyak raksasa Eropa memburunya, termasuk Bayern Munich, Manchester United, dan Manchester City. Namun minat para raksasa mulai memudar setelah Sule absen di musim 2014/15 karena cedera ACL.

    Tak disangka, Sule langsung kembali ke performa terbaiknya bersama Hoffenheim. Ia menjadi salah satu penggawa utama dan selalu bermain selama 90 menit di Bundesliga musim ini. Ketertarikan pada bek muda Jerman itu kembali hidup dan para raksasa mulai mencantumkan namanya dalam daftar belanja.

    Namun, siapa sebenarnya Sule? Apa yang membuat klub-klub sekelas Bayern Munich, Manchester United, sampai Liverpool meliriknya? Biarkan Goal Indonesia yang menjawabnya dalam radar transfer edisi ini. Simak!

    [​IMG]

    Sule, Si Jangkung dari Frankfurt

    Sule hadir di dunia pada tanggal 3 September 1995 di Frankfurt. Ia mengawali petualangannya di sepakbola bersama akademi Rot-Weiss Walldorf sebelum pindah ke Eintracht Frankfurt. Semusim kemudian, Sule pindah ke SV Darmstadt 98 dan di sanalah bakatnya mulai mencuri perhatian. Hoffenheim datang setengah tahun berselang dan memboyong Sule yang masih berusia 14 tahun.

    Bersama tim muda Hoffenheim, Sule menunjukkan perkembangan bertahap sehingga ia dipromosikan setiap musimnya. Kerja keras Sule akhirnya mendapat penghargaan dari pelatih Frank Kramer. Walau usianya masih remaja, Sule dipromosikan ke tim utama oleh Kramer. Ia pun berada di lapangan yang sama dengan Roberto Firmino, Eren Derdiyok, dan Kevin Volland saat itu.

    Di kancah internasional, Sule saat itu berhasil mencuri perhatian kala membawa Jerman finis sebagai runner-up Kejuaraan Eropa U-17. Selama ia bermain, Jerman hanya kebobolan sekali sepanjang turnamen dan itu terjadi di final. Sayang, mereka tetap kalah dari Belanda.

    Setelah kegemilangan itu, kesempatan akhirnya datang ke hadapan Sule di penghujung musim 2012/13. Kramer memercayai Sule untuk mengisi posisi bek tengah dan berduet dengan David Abraham dalam laga kontra Hamburg. Ia menjadi bek termuda dalam sejarah Hoffenheim yang mencatatkan penampilan di Bundesliga bersama tim utama. Sayang, catatan pembuka karier profesionalnya ternodai oleh kekalahan 4-1.

    Hoffenheim nyaris terdegradasi musim itu, tetapi berhasil mempertahankan posisinya di Bundesliga berkat play-off. Momen tersebut sekaligus menjadi momen istimewa bagi Sule. Berkat performanya itu, pelatih baru Hoffenheim, Markus Gisdol, mulai memasukkan namanya dalam daftar pertimbangan starting XI.

    Tak butuh waktu lama bagi Sule untuk mengamankan tempatnya di Die Kraichgauer. Musim 2013/14, Gisdol memberikan kepercayaan padanya untuk mengisi posisi bek tengah, bergantian dengan Jannik Vestergaard. Namun performa Sule lebih menyolok sehingga Gisdol lebih sering memainkannya. Sule mencatatkan total 25 penampilan di Bundesliga musim itu dan mencetak empat gol.

    SIMAK JUGA
    Ousmane Dembele, Deja Vu Cristiano Ronaldo Muda
    TRIVIA: Seberapa Jauh Anda Mengenal Gianluigi Buffon?
    Liverpool Mulai Negosiasi Transfer Niklas Sule​

    Gol perdana Sule sebagai pemain profesional hadir dalam momen yang spesial, yakni pertandingan kontra Bayern Munich. Melawan raksasa Jerman itu, Sule memanfaatkan kesalahan Manuel Neuer yang gagal menangkap bola sepak pojok. Bek muda Jerman itu menyambut bola muntah dan langsung menyepaknya ke gawang Bayern.

    Hoffenheim tetap kalah 2-1 dari Bayern malam itu, tetapi Sule merasa bahagia karena berhasil mencetak gol. "Itu adalah momen yang sangat spesial untuk saya, bisa mencetak gol pertama Bundesliga saya melawan klub itu," tandas bek muda Jerman itu.

    Adapun kemalangan datang menimpa Sule di musim selanjutnya. Ia hanya sempat membela Hoffenheim hingga jeda musim dingin karena mengalami cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament). Sule hanya sempat bermain dalam 15 pertandingan dan harus absen hingga akhir musim.

    Sule baru kembali bermain di musim panas 2015/16, tapi Markus Gisdol langsung memberikannya kepercayaan untuk jadi bek tengah utama. Setelah Gisdol dipecat, Huub Stevens sebagai pelatih pengganti tetap mengandalkannya dan Julian Nagelsmann yang kini memimpin pun begitu.

    Hingga saat ini, Hoffenheim tak pernah bermain tanpa kehadiran Sule. Sang bek tengah menjadi bagian krusial Hoffenheim dan mencatatkan 2430 menit bermain dalam 27 pertandingan. Sule merupakan bagian penting dalam perjuangan Hoffenheim lepas dari zona degradasi musim ini.

    [​IMG]

    The Next Mertesacker?

    Perawakan yang tinggi dan kekuatan fisik yang mumpuni membuat Sule disandingkan dengan rekan senegaranya, Per Mertesacker. Dengan tinggi badan 195 cm dan lompatan tinggi, sudah pasti Sule unggul dalam duel udara. Selain itu, kekuatan fisik yang berada di atas rata-rata membuatnya mampu mengetatkan pertahanan dengan baik.

    Tak hanya itu, Sule memiliki kecerdasan sepakbola yang patut diperhitungkan. Selain tenang dalam mengawal penyerang lawan, pemuda yang mengidolakan Jerome Boateng itu mampu keluar dari pertahanan dan melakukan intersepsi dengan akurat. Distribusi bola pun menjadi salah satu andalannya, mengingat Sule menjadi pemain dengan akurasi umpan tertinggi (85,2%) di Hoffenheim.

    Adapun seperti pemain berperawakan tinggi pada umumnya, Sule memiliki kecepatan lari yang rata-rata. Jika ketinggalan satu langkah dari pemain lawan, Sule bakal kesulitan mengejarnya. Walau begitu, Sule masih bisa berkembang. Bek muda Jerman itu sadar akan kekurangannya dan kini sedang menjalani diet khusus untuk mengasah kelincahannya.

    Di samping itu, Sule juga memiliki kekurangan yang dimilik oleh bek muda pada umumnya, yakni kurang konsentrasi. Sule sering meninggalkan area pertahanannya di waktu yang tidak tepat sehingga lawan menemukan celah.

    Selain itu, ia juga kerap melakukan tekel berbahaya yang membuat lawan mendapatkan tendangan bebas di posisi yang menguntungkan. Kekurangan ini sempat membuatnya dikritik habis dalam DFB Pokal melawan Wolfsburg dua musim lalu, tetapi Sule menunjukkan perkembangan bertahap setelahnya.

    [​IMG]

    Layak Diperebutkan?

    Soal potensi, tentu saja Sule masih punya jalan panjang yang membentang di depan. Hal tersebut juga diakui oleh manajer umum Hoffenheim, Alexander Rosen: "Niklas sudah membuktikan kalau dirinya benar-benar sebuah berlian mentah. Dalam beberapa bulan terakhir, ia juga telah menunjukkan betapa hebat perilakunya walau ia masih begitu muda."

    Sule hanya perlu mengasah kepercayaan dirinya bersama Hoffenheim sembari mendapatkan jaminan menit bermain. Namun di musim depan, atau setidaknya dua tahun lagi, Sule harus mempertimbangkan opsi untuk pindah.

    Berlian kasar itu berpotensi jadi berlian termahal suatu hari nanti, namun tentu saja harus dipoles dengan tepat. Bukan tidak mungkin Sule bakal melampaui Mertesacker, atau bahkan idolanya, Boateng. Masa depan cerah menantinya di Eropa dan Jerman.

    Sekarang tinggal memilih mau dipoles oleh siapa. Bayern Munich, Manchester United, Manchester City, Liverpool sejauh ini merupakan klub yang tertarik dan tidak bisa dimungkiri kalau mereka punya kemampuan untuk "memoles” berlian.

    liga jerman, u19, hari ini, logo, seri b, malam ini, klasemen, Niklas Sule, Berlian Muda Siap Tempa
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page