OPM Pastikan 21,6 Juta Data Masyarakat AS Dicuri

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jul 10, 2015.

Discuss OPM Pastikan 21,6 Juta Data Masyarakat AS Dicuri in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. OPM Pastikan 21,6 Juta Data Masyarakat AS Dicuri

    Office of Personal Management (OPM) memastikan bahwa sekitar 21,6 juta data masyarat AS dicuri. Hal tersebut disampaikan oleh OPM sendiri beberapa hari yg lalu. Dalam pernyataan resminya, OPM menjelaskan bahwa hacker berhasil mencuri banyak informasi sensitif seperti nama asli, alamat lengkap, email, nomor asuransi kesehatan hingga data kartu kredit. Data tersebut diperoleh melalui berbagai rujukan kasus peretasan selama 15 tahun terakhir ini.

    Data tersebut terpisah dengan kejadian yg menimpa OPM beberapa waktu lalu dimana sekitar 4,9 juta data pegawai federal AS bocor & dicuri oleh hacker. Walaupun demikian, data 21,6 juta tersebut masih ada kaitannya dengan insiden yg menimpa OPM beberapa waktu lalu. Sekitar 19,6 juta data yg dicuri, mayoritas adalah warga AS yg memiliki latar belakang sebagai pegawai federal AS. Adapun 1,8 juta data yg ada adalah informasi tentang keluarga orpun pasangan mereka.

    Serangan siber tersebut diperkirakan berasal dari Tiongkok walaupun pejabat senior OPM enggan berkomentar apapun terkait hal itu. Sorotan & kritik terus menerpa agensi pemerintah khususnya kepedulian untuk menutup celah vulnerability. Banyak saran yg diberikan pada pemerintah untuk segera menutup celah tersebut, namun saran tersebut masih belum digubris oleh eksekutif maupun legislatif.

    Michael Daniel, koordinator cyber security Gedung Putih mengatakan bahwa peretasan yg menimpa OPM bukan tanpa preseden. “Kami sekarang se&g memperkuat keamanan siber nasional secara lebih baik lagi baik di sektor publik orpun swasta,” tegas Daniel. Di sisi lain, Katherine Archuletta, direktur utama OPM menegaskan pada media bahwa ia tidak akan mundur dari jabatan. Meskipun beberapa anggota Kongres AS telah meminta surat pengunduran dirinya.

    “Saya berkomitmen untuk berkontribusi lebih banyak di OPM,” kata Katherine. “Tetapi, keamanan siber di sektor pemerintahan jangan hanya dititikberatkan di OPM saja. Harus lintas organisasi. Dan saya akan melakukan tanggung jawab ini di OPM,” sambungnya. Katherine pun mengumumkan bahwa OPM telah memasang sistem keamanan & indetifikasi anti penyusup untuk mencegah terulangnya kembali pencurian data itu. Walaupun, ia enggan memberikan informasi lebih banyak tentang data pegawai federal AS yg dicuri oleh hacker.

    Sejumlah laporan audit menjelaskan bahwa vulnerabilities telah banyak ditemukan di organisasi pemerintah. Untuk OPM sendiri, tim audit telah memperingatkan Katherine bahwa sejak tahun 2007 sistem keamanan informasi milik OPM sangat rapuh. Saygnya, laporan tersebut tidak ditanggapi & OPM harus menanggung peristiwa yg tidak diinginkan.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenOPM Pastikan 21,6 Juta Data Masyarakat AS Dicuri diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page