Oppo F1, Incar Pecinta Selfie yang Agungkan Kamera Depan

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Feb 4, 2016.

Discuss Oppo F1, Incar Pecinta Selfie yang Agungkan Kamera Depan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,760
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Saat memotret dengan smartphone, layar berfungsi sebagai jendela bidik / viewfinder. Karena itu, selfie paling asyik dilakukan dengan kamera depan. Sayangnya, kebanyakan smartphone fokus meningkatkan kemampuan kamera utama yg berada di belakang.

    Oppo jeli melihat isu tersebut sebagai peluang. Produsen asal Cina ini meluncurkan F1, smartphone untuk selfie yg kamera depannya lebih unggul dari kamera belakang.

    Oppo F1 yg diperkenalkan di Jakarta, Rabu (3/2), mengusung slogan selfie expert, sehingga membuat saya penasaran dengan kemampuan selfie-nya. Apakah ini hanya gimmick marketing semata, / memang predikat itu benar adanya?

    Saya menghabiskan sekitar 15 menit untuk menjajal kamera F1, & berikut adalah kesan pertama saya.Sebelum masuk ke ulasannya, yuk kita lihat beberapa fitur utama Oppo F1:
    Layar5 inci dengan resolusi 720 x1080 (294 ppi)ProsesorQualcomm MSM8939v2 Snapdragon 616 Octa-Core 1,7 GHzGPUAdreno 405RAM 3 GB3 GBMemori internal16 GBKamera belakang13 MP f/2.2Kamera depan8 MP f/2.0 dengan sensor 1/4 inciUkuran megapiksel bukan segalanya
    Saya tiba-tiba teringat ucapan Johntefon, seorang Digital Color Expert yg sering menjadi pembicara di acara-acara tentang digital imaging. Menurutnya, sebesar apa pun ukuran megapikselnya, kamera smartphone tidak akan mampu menyaingi kamera DSLR. Alasannya sangat masuk akal, karena ukuran sensor kedua perangkat tersebut jauh berbeda.

    Oppo F1 adalah bukti kalau sensor memegang peran vital dalam kualitas foto. Jika kamu perhatikan daftar fitur di atas, kamera depan F1 punya resolusi 8 MP dengan sensor berukuran 1/4 inci. Sementara resolusi kamera depannya 13 MP, namun ukuran sensornya tidak disebutkansaya curiga ini karena ukuran sensornya lebih kecil dari kamera depan.

    Bukaan diagframa / aperture-nya pun berbeda. Bukaan kamera depan lebih besar, sehingga mengizinkan sensor lebih banyak menangkap cahaya.
    Berikut adalah hasil foto dengan kamera depan:
    [​IMG]

    [​IMG]
    Lalu ini adalah hasil foto dengan kamera belakang:
    [​IMG]

    [​IMG]

    Foto-foto tersebut diambil tanpa flash di dalam ruangan yg disorot oleh lampu LED berwarna putih. Dari hasil perbandingan di atas, foto yg dipotret dengan kamera depan terlihat lebih detail. Kamu dapat mengunduh foto ukuran aslinya di sini.
    Selfie tanpa menyentuh tombol
    Ada satu fitur bernama Palm Shutter yg menurut saya cukup berguna bagi pecinta selfie. Kita dapat mengaktifkan timer kamera dengan membuka telapak tangan menghadap layar. Setelah itu, akan terdengar bunyi bip,menandakan timeryang durasinya dapat diatur dari satu hingga lima detiksudah bekerja.

    Fitur ini juga berfungsi untuk kamera belakang. Kita pun tak perlu lagi menekan tombol virtual di layar maupun tombol volume untuk mengaktifkan shutter. Namun, beberapa kali kamera sempat tidak mengenali tangan saya, walau ini sangat jarang terjadi.
    Desainnya familier
    [​IMG]

    Smartphone pertama dari seri F ini hadir dengan desain tanpa sudut, Oppo menyebutnya sebagai micro-arc frame. Pinggiranlayarnya juga melengkung, sehingga nyaris menyatu denganbezel. Mirip seperti smartphone kompetitor yg bersistem operasi iOS, walau F1 terlihat lebih persegi.

    Bagian bodinya berbahan dasar metal dengan lapisan zircon sand yg membuat permukaannya menjadi halus. Menurut saya, ini membuat F1 ergonomis & tidak licin saat digenggam.

    Oppo menyediakan F1 dalam dua pilihan warna, putih & rose gold yg agak merah mudalagi-lagi, seperti smartphone kompetitor. Di atas kertas, F1 berbobot 134 gram. Beratnya masih dalam batas kewajaran, bahkan tergolong ringan. Ukuran layar 5 incinya pun pas, tidak terlalu mencuri perhatian orang-orang di sekitar saat digunakan untuk selfie.
    Performa
    Saya tidak menghabiskan waktu lama dengan Oppo F1, sehingga belum sempat melakukan benchmark maupun menjalankan aplikasi-aplikasi berat. Namun, ketika memotret dengan tombol shutter, saya bisa memotret rapid / berkali-kali tanpa terasa lag.

    Sebagai perbandingan simpel, saya harus menunggu hampir satu detik ketika memotret dengan Asus Zenfone 2 yg saya gunakan, sebelum saya bisa memotret foto berikutnya. Sementara dengan F1, saya bisa menekan shutter terus menerus & kameranya juga akan terus memotretperforma memotretnya mirip dengan smartphone iOS.

    Secara keseluruhan, saya terkesan dengan kamera depan Oppo F1. Meski sebenarnya saya berharap kamera belakangnya mendapat perlakuan yg sama. Sekilas, performa & respons antarmukanya juga cukup baik, walau saya perlu waktu lebih lama bermain-main dengan F1 sebelum bisa membuktikannya. Daya tahan baterai Li-Ion-nya yg berkapasitas 2.500 mAh juga perlu diuji.

    Ada kelebihan, tentu juga ada kekurangan. Di mata saya, nilai minus F1 ada dua. Pertama, smartphone ini belum mendukung jaringan 4G. Lalu, untuk memasang microSD sebagai memori eksternal, kita harus mengorbankan slot kartu SIM keduatren menyebalkan yg mulai banyak diterapkan oleh vendor smartphone.

    Sekadar informasi, saat ini Oppo F1, yg dijual dengan harga Rp3,5 juta, baru bisa dibeli secara pre-order di Blibli.

    Melihat ulasan singkat di atas, apakah Oppo F1 layak untuk dimiliki? Atau mungkin kamu sudah punya smartphone selfie andalan? Suarakan pendapatmu di kolom komentar, ya!

    Baca juga: Oppo Resmi Operasikan Pabrik di Indonesia dengan Nilai Investasi Rp400 Miliar(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page