Pebisnis Eropa Masih Enggan Terapkan BYOD

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Sep 4, 2015.

Discuss Pebisnis Eropa Masih Enggan Terapkan BYOD in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,087
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Pebisnis Eropa Masih Enggan Terapkan BYOD

    Bring Your Own Device (BYOD) disambut oleh beberapa perusahaan orpun organisasi yg ingin memaksimalkan potensi & efektifitas karyawannya. Namun demikian, tidak sedikit pula organisasi yg enggan menerapkan BYOD. Seperti yg dilakukan oleh F-Secure, mereka mensurvei pebisnis di benua Eropa terkait BYOD. Faktanya adalah mayoritas pebisnis di Eropa masih enggan mengimplementasikan BYOD. Alasan keamanan menjadi faktor utama kenapa mereka tidak mau mengimplementasikannya.

    Sekitar 1789 responden dari beberapa negara berhasil disurvei oleh F-Secure. Dari jumlah responden itu, 89 persen di antaranya melihat bahwa ada permasalahan keamanan data jika mereka harus mengimplementasikan BYOD. Sangat sedikit dari pebisnis Eropa yg menerapkan teknologi orpun solusi sebagai bagian dari mitigasi risiko. Adapun dari mereka yg disurvei oleh F-Secure, masih khawatir terhadap keamanan datanya. Lebih lanjut, hanya 29 persen dari responden yg telah mengimplementasikan teknologi keamanan.

    Pada umumnya, pebisnis di Eropa menginginkan teknologi yg dapat memuluskan operasi TI, pencegahan anti virus & solusi mitigasi serangan siber ketimbang teknologi yg mengamankan jaringan komunikasi orpun mobile device management. Secara regional, negara Perancis menempat urutan pertama dalam hal pengembangan program kesadaran keamanan informasi di BYOD. Walaupun bila dilihat secara pangsa pasar, negara tersebut masih terbilang rendah dalam hal implementasi.

    Pebisnis di negara Perancis memiliki kekhawatiran terhadap serangan siber di perangkat mobile mereka khususnya yg berkaitan dengan pencurian data. Tetapi, hanya 28 persen pebisnis Perancis yg memiliki teknologi pencegahannya. Sementara itu, 43 persen responden asal Inggris telah mengimplementasi mobile device management & memiliki enam belas prioritas ancaman terhadap keamanan siber. Beberapa negara lainnya seperti Polandia (39%), Jerman (37%) & negara Skandinavia (34%) telah mengimplementasikan mobile device management tersebut.

    Survei serupa pernah dilakukan oleh Checkpoint terkait BYOD itu sendiri. Sekitar 95 persen para professional di bi&g TI & keamanan memiliki masalah ancaman keamanan pada perusahaannya melalui perangkat BYOD.

    Survei tersebut mengatakan bahwa ketakutan terbesar para professional tersebut adalah ancaman dari dalam dengan sekitar 87 persen responden meyakini bahwa keteledoran dari pegawai adalah masalah utama.

    Check Point juga mencatat bahwa terjadi peningkatan kerugian yg disebabkan oleh insiden yg terjadi pada perangkat mobile. Sekitar 42 persen responden mengatakan bahwa kerugian yg ditanggung perusahaan karena insiden ini mencapai 150 ribu euro.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenPebisnis Eropa Masih Enggan Terapkan BYOD diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page