Pencurian Identitas Meningkat di Kuartal Pertama 2015

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, May 29, 2015.

Discuss Pencurian Identitas Meningkat di Kuartal Pertama 2015 in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,495
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Pencurian Identitas Meningkat di Kuartal Pertama 2015

    Pemerintah Inggris merilis sebuah survey untuk melihat seberapa jauh peningkatan pencurian identitas di negara Ratu Elizabeth tersebut. Laporan terbaru yg dirilis oleh pemerintah Inggris memperlihatkan bahwa pencurian identitas telah meningkat tajam di kuartal pertama tahun 2015. “Pencurian identitas naik sebanyak 25 persen,” ujar mereka dalam laporannya itu.

    Total pencurian identitas yg terekam oleh pemerintah Inggris berjumlah 34.151 kasus pada kuartal pertama saja. Menurut sumber resmi, angka tersebut naik sebanyak 27 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2014 yg lalu. Pencurian identitas adalah sebuah kejahatan siber yg dilakukan oleh pihak ketiga dengan memanfaatkan identitas palsu untuk mendapatkan suatu keuntungan finansial tertentu. Lazimnya mereka menggunakan identitas curian untuk mendapatkan pinjaman bank orpun produk tertentu.

    Cifas, lembaga pencegahan fraud yg berada di Inggris menyatakan bahwa peningkatan pencurian identitas mengalami kenaikan signifikan pada tiga bulan pertama saja. Jumlah kasus yg berhasil dikumpulkan oleh Cifas mengalami kenaikan sebanyak 47 persen. Angka korban pencurian identitas naik sebanyak 31 persen dari 24.482 menjadi 32.058. Adapun kasus fraud kartu kredit dari total 41 persen pencurian identitas berjumlah 14.103 kasus. Se&gkan kasus fraud di perbankan berjumlah 9.349 kasus dari total 27 persen pencurian identitas.

    Pencurian identitas yg berada di sektor perbankan menurut Cifas adalah target utama dari penjahat siber. Data lainnya yg dipaparkan oleh Cifas adalah pencurian identitas tersebut dilakukan secara online dengan angka presentase mencapai 80 persen. CEO dari Cifas, Simon Dukes dalam pernyataannya mengatakan bahwa fraud adalah masalah serius yg harus ditangani tidak hanya oleh perbankan, tetapi juga pemerintah itu sendiri. “Pada kuartal pertama saja, penjahat siber telah meraup keuntungan dari pencurian identitas,” kata Dukes.

    “Pencurian data hanyalah puncak dari gunung es. Di masa-masa mendatang, hal itu akan semakin meningkat & menakutkan,” tambah Dukes. “Ada banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah Inggris untuk mengatasi kasus pencurian identitas,” tambahnya. Salah satunya menurut Dukes adalah menakar kembali berapa kasus fraud yg berhasil terekam oleh pemerintah. “Pembangunan edukasi pada nasabah terkait fraud inipun harus terus dilakukan untuk mengurangi kejahatan semacam itu,” kata Dukes.

    CEO dari perusahaan siber yg bernama Intercede, Richard Parris menyalahakan peningkatan pencurian identitas karena lemahnya implementasi password & kurangnya edukasi keamanan informasi. “Kombinasi dari lemahnya password & kurangnya edukasi mengakibatkan pencurian identitas meningkat,” kata Parris. “Menerapkan sistem password yg rumit akan sulit untuk diingat. Hal itu mengurangi esensi keamanannya,” tambahnya. “Menggunakan sistem two factor authentification lebih baik ketimbang menggunakan password yg rumit,” ujar Parris.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenPencurian Identitas Meningkat di Kuartal Pertama 2015 diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page