Penemuan Kolam di Kawah Gunung 'Pemusnah' Peradaban Atlantis

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Jul 23, 2015.

Discuss Penemuan Kolam di Kawah Gunung 'Pemusnah' Peradaban Atlantis in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]Sekitar 3.600 tahun lalu, erupsi dahsyat gunung berapi terjadi di Kepulauan Santorini yg terletak di Laut Aegea, Yunani. Letusan tersebut melenyapkan peradaban Minoa yg ada di Pulau Kreta yg ada di dekatnya. Sebuah peristiwa kolosal yg mungkin menginspirasi mitos yg menyandera imaji manusia: misteri peradaban Atlantis yg hilang.

    Letusan gunung di Santorini melepaskan 60 km kubik magma, 6 kali lipat yg dimuntahkan Krakatau pada 1883. Hanya erupsi Tambora, yg juga ada di Indonesia, pada 1815, yg mengalahkan kedahsyatannya.

    Dari udara, kaldera bekas erupsi terlihat seperti gugusan yg dikelilingi pulau-pulau yg luasnya lebih besar di Laut Aegea. Selama lebih dari 4 ribu tahun pascaletusan, kaldera yg sebagian besar berada di bawah air mengalami serangkaian letusan kecil. Santorini pernah menunjukkan tanda-tanda kebangkitannya pada Januari 2011 sebelum akhirnya kembali “tidur”.

    Seperti yg dikutip dari liputan6.com, Baru-baru ini, menggunakan kendaraan otonom bawah air, para ilmuwan menguak keberadaan sejumlah kolam dengan air berwarna putih berkilauan di dasar laut Santorini. Di kedalaman mencapai 250 meter.

    [​IMG]Kolam karbondioksida di dasar laut Santorini ( Rich Camilli, Woods Hole Oceanographic Institution)



    Air tersebut keluar dari kaldera gunung berapi. “Kolam susu” yg sebelumnya tak pernah dilihat mata manusia itu dijuluki Kallisti Limnes — yg berarti ‘danau paling indah’ dalam Bahasa Yunani Kuno.

    Penampakannya terekam dalam video yg diambil kendaraan bawah laut pada Juli 2012. Kolam-kolam berdiameter 1-5 meter itu mengandung kadar karbondioksida yg tinggi, yg dapat membuat air padat & cenderung membentuk genangan tersendiri di kedalaman laut.

    “Seperti ‘black and tan’, campuran Guinness (bir hitam) & Bass (ale), dua cairan tersebut nyatanya selalu terpisah,” ujar Rich Camilli, ilmuwan Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI), sekaligus pemimpin penulis studi yg dipublikasikan pada 16 Juli 2015 di jurnal Scientific Reports, seperti dikutip dari situs sains LiveScience.

    “Erupsi gunung berapi Santorini pada 1600 sebelum Masehi melenyapkan peradaban Minoa yg tinggal di pesisir Laut Aegea,” kata Camilli dalam pernyataannya. “Dan kini, kolam yg tak pernah terlihat di kawah gunung itu mungkin membantu peradaban kita menjawab pertanyaan penting tentang bagaimana perilaku karbondioksida di dalam laut.”

    Pulau yg indah itu, Santorini / Thira, sebenarnya adalah tepi sebuah kaldera besar yg tersisa setelah letusan. Bagian dalam kaldera adalah titik aktivitas hidrotermal. Titik itu juga yg diinvestigasi Camilli & para koleganya pada 2012 — setahun setelah tanda-tanda peningkatan aktivitas terdeteksi.

    [​IMG]Ada kolam karbondioksida di dasar laut Santorini



    Menggunakan 2 kendaraan bawah air otonom, para peneliti mengeksplorasi kandungan kimia dalam air di kawah. Mereka menemukan kolam berisi cairan putih mirip susu di cekungan sepanjang dinding kaldera.

    Memang, perbedaan massa pada air laut bukan kali pertama ditemukan. Faktanya, para peneliti sebelumnya meneliti kolam air garam yg memisahkan diri dari air laut di sekelilingnya — karena kandungan garamnya yg ekstra tinggi.

    “Namun, dalam kasus di Santorini peningkatan kepadatan kolam bukan dikarenakan kadar garam,” kata Camilli. “Kami percaya mungkin CO2 lah yg membuat air padat & memicu terbentuknya kolam terpisah.”

    Pengamatan para ilmuwan menarik. Sebab, karbon dioksida selama ini dianggap menyebar melalui laut setelah dilepaskan dari aktivitas geologi. Karbondioksida bawah tanah bisa berasal dari magma, batu kapur, / batuan sedimen lain yg mengalami tekanan luar biasa.

    Berkat kandungan karbondioksida, genangan tersebut memiliki kadar keasaman yg tinggi yg tak cocok dihuni makhluk bernyawa.

    Namun, kolam itu masih mungkin menjadi rumah bagi organisme berkomposisi silika. Tubuh makhluk mikroskopis yg mirip kaca itu mungkin bisa menjelaskan warna opal dari kolam tersebut.

    Temuan itu dapat membantu para peneliti memahami cara penyimpanan karbon bawah laut, salah satu cara yg potensial untuk memperbaiki kondisi akibat perubahan iklim.

    Sekaligus juga menyediakan alat untuk memonitor potensi erupsi gunung di Santorini, pada masa yg akan datang.

    Baca juga mengenai peradaban di Santorini sebbagai penjelasan mitos atlantis disini

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Penemuan Kolam di Kawah Gunung 'Pemusnah' Peradaban Atlantis diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Penemuan Kolam di Kawah Gunung 'Pemusnah' Peradaban Atlantis.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page