Perang Harga Cloud Computing Provider

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jan 16, 2015.

Discuss Perang Harga Cloud Computing Provider in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Perang Harga Cloud Computing Provider

    Cloud computing masih menjadi primadona untuk teknologi yg se&g berkembang pesat saat ini. Tidak hanya di dunia, negara Indonesia pun digempur dengan semakin banyaknya perusahaan penyedia cloud computing baik dari dalam maupun luar negeri. Bak cendawan di musim hujan, perusahaan penyedia cloud computing berusaha untuk memenangkan pasar dunia dengan cara perang harga di antara sesama penyedia. Perang harga di antara sesama penyedia cloud computing ini memunculkan sebuah istilah baru yg disebut dengan race to zero. Sebuah istilah yg muncul dari aktivitas menurunkan harga pelayanan cloud computing untuk menarik minat pasar or konsumen.

    Salah satu contohnya adalah Amazon Web Service (AWS) yg memangkas harga penjualan cloud computing hingga 44 persen untuk menarik pangsa pasar. Di satu sisi, Microsoft melalui produk Microsoft Azure & Google lewat Google Cloud-nya telah memotong harga penjualan agar mereka mampu bersaing dengan Amazon Web Service. Pada hari Rabu (14/1), RBC Capitals Mark Mahenay telah mempublikasikan sebuah tabel yg menggambarkan perang harga di antara penyedia cloud computing. Berdasarkan tabel tersebut, harga layanan per gigabyte-nya telah turun sekian dolar dalam beberapa tahun ke belakang.


    Tabel di atas dapat berguna untuk mengukur berapa kisaran harga layanan cloud computing di antara provider tersebut. Namun demikian, para penyedia cloud computing tersebut mempunyai pelayanan yg berbeda antara satu dengan yg lainnya. Tabel tersebut menjadi indikator bahwa harga layanan cloud computing benar-benar turun beberapa tahun ke belakang. Berdasarkan tabel matriks di atas, AWS telah menurunkan harga sebanyak delapan persen terhitung Oktober 2013 hingga Desember 2014. Microsoft & Google menurunkan harga layanannya sebanyak enam & lima persen pada periode yg sama. Se&gkan penyedia cloud computing lainnya seperti Rackspace & AT&T menurunkan harga layanannya secara signifikan.

    Perubahan terlihat kurang mendalam jika kita memasukan harga layanan customer support cost. Tapi itu semua tidak ada artinya jika melihat high-touch support adds yg dimiliki AWS hanya berkisar 40 persen dibandingkan Microsoft yg menyentuh angka 70 persen & Google sebanyak 110 persen. Mahenay pun melansir bahwa pendapatan AWS turun pada tahun 2014 dengan angka persentase sebanyak 40 persen dibandingkan tahun 2013 yg mencapai angka 60 persen. Walaupun begitu, omset AWS diprediksi akan stabil seiring mere&ya perang harga di antara penyedia cloud computing. RBC melakukan rating bahwa AWS lebih unggul karena memiliki target harga sebanyak 420 dolar per stok

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenPerang Harga Cloud Computing Provider diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page