Liga Indonesia Persijap Jepara Nilai Kemenpora Dan PSSI Egois

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 3, 2015.

Discuss Persijap Jepara Nilai Kemenpora Dan PSSI Egois in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,317
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Penghentian kompetisi di bawah naungan PSSI sangat disesalkan seluruh tim. Tak hanya tim-tim Indonesia Super League (ISL), namun juga Divisi Utama. Jika ISL sudah sempat berlangsung dua pekan, berbeda dengan kompetisi di kasta kedua. Mereka hampir menggelar kick off perdana di Stadion Manahan, Solo, Minggu (26/4), namun akhirnya gagal. Penghentian kompetisi ini ditetapkan melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Jakarta, Sabtu (2/5).

    CEO Persijap Jepara, Aris Isnandar, mengaku bingung dengan sikap yang diambil PSSI dan Kemenpora. Kedua institusi ini seharusnya memikirkan persoalan yang lebih besar di cabang sepakbola, tidak hanya mengutamakan ego masing-masing.

    "Berapa miliar kerugian untuk persiapan tim. Seluruh tim bernasib sama dengan kami. Bagaimana nasib pemain yang sudah kami kontrak? Persiapan untuk kompetisi dikandaskan sikap egois Kemenpora dan PSSI," ucap Aris.

    Dia berharap, PSSI dan Kemenpora bisa duduk bersama mengurai persoalan dengan niat dan visi misi memajukan sepaknola Indonesia. "Visi misi mereka kan sama. Tapi kenapa tidak bisa sejalan. Susah sekali PSSI-Kemenpora duduk satu meja demi ribuan pemain yang menggantungkan hidup dari sepakbola," keluhnya.

    Aris akan berkomunikasi dengan seluruh CEO di Jawa Tengah untuk membahas persoalan penghentian kompetisi. "Saya akan berkomunikasi dengan Mas Yoyok Sukawi (AS Sukawijaya-CEO PSIS), dan pengurus tim lainnya terkait sikap sepakbola Jawa Tengah seperti apa. Siapa yang mengganti kerugian kami-kami ini jika kompetisi tidak berjalan?" tuturnya.

    Menurut mantan ketua umum organisasi suporter Jetman ini, sepakbola Jawa Tengah harus bersatu mengambil sikap atas penghentian kompetisi yang jelas merugikan tim dan seluruh komponen tim.

    Di lain pihak, Paulus Haryoto selaku CEO Persis Solo berpendapat, sepakbola Indonesia sedang berkabung untuk saat ini. Persis mengaku prihatin atas situasi karut-marut sepakbola di tanah air.

    "Yang jelas kalimat pertama yang muncul, terkejut dan prihatin atas kabar penghentian kompetisi. Hingga saat ini, kami masih belum percaya atas keputusan tersebut. Jelas sangat disesalkan," kata Paulus.

    Paulus menambahkan, persoalan antara Kemenpora dan PSSI seharusnya tidak sampai menghentikan roda kompetisi yang sudah dirancang seluruh tim, baik di ISL, Divisi Utama, maupun di Liga Nusantara.

    "Buat apa ada pembinaan pemain kalau muaranya di kompetisi tanah air tidak ada. Kerja keras dan pembinaan pemain yang kami lakukan selama ini seakan tak ada artinya," tambahnya.

    Bagaimana sikap Persis selanjutnya, Paulus mengatakan, akan dibicarakan dalam rapat internal pengurus Persis.(gk-18)

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Persijap Jepara Nilai Kemenpora Dan PSSI Egois
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page