Liga Indonesia Persis Solo Kecam Wasit Final Piala Polda Jateng

Discussion in 'Bola' started by Bola, Aug 3, 2015.

Discuss Persis Solo Kecam Wasit Final Piala Polda Jateng in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Manajemen Persis Solo merasa gusar dengan keputusan wasit Maulana yang memberikan hadiah penalti kepada PSIS Semarang di masa injury time, sehingga Laskar Sambernyawa gagal menjadi juara Piala Polda Jateng 2015.

    Persis berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di lanjutan leg pertama final setelah sebelumnya sempat tertinggal 1-0. Hasil ini sebetulnya sudah bisa menjadikan Persis tampil sebagai kampiun, karena mereka unggul agresivitas di kandang lawan. Saat menjamu PSIS di leg kedua, Persis bermain imbang tanpa gol.

    Namun wasit memberikan hadiah penalti kepada PSIS di masa injury time. Maulana menunjuk titik putih, karena menganggap Ryco Fernanda mengangkat kaki terlalu tinggi. Fauzan Fajri yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya, sehingga PSIS memetik kemenangan 2-1.

    Tak pelak, keputusan wasit ini mendapat protes dari penggawa Persis. Maulana pun dikejar di tengah lapangan, dan mengeroyok wasit hingga terjatuh. Aparat keamanan yang bersiaga turun masuk ke lapangan untuk mengamankan situasi. Keributan itu tak berlangsung lama.

    "Dia kan wasit ISL [Indonesia Super League], bisa memimpin laga seburuk itu. Saya masih bingung penalti itu karena apa? Tidak ada body contact atau handsball di dalam kotak penalti. Ditambah lagi, injury time enam menit sudah kelebihan dua menit,” cetus direktur sport PT Persis Solo Saestu Totok Supriyanto.

    "Kami datang ke Semarang tanpa beban. Justru beban berat ada di PSIS, sehingga strategi kami berjalan sesuai rencana dengan mencetak gol away.”

    "Wasit seharusnya sportif saat memberikan waktu tambahan. Kalau empat menit habis, ya selesai. Keputusan penalti itu keputusan kontroversi, dan itu sudah di luar jangkauan kami. Kasihan pemain yang sudah mati-matian bertanding harus kalah dengan cara semacam itu.”

    Gelandang Persis Abdi Gusti menyesalkan keputusan wasit, karena ia menilai rekannya tersebut tidak melakukan kontak badan dengan pemain PSIS.

    "Tidak ada pelanggaran. Posisi Ryco ada di depan saya, dan murni membuang bola,” ucap Abdi.

    Di lain pihak, penasihat teknis PSIS Wahyoe 'Liluk' Winarto yang menilai wasit Maulana sudah memimpin dengan baik dan adil. Liluk merujuk kepada keputusan wasit yang memberikan kartu kuning kepada striker PSIS Johan Yoga Utama yang melakukan diving di kotak terlarang di babak pertama.

    "Sebelum mengajukan protes, alangkah baiknya menyaksikan rekaman pertandingan. Dalam rekaman itu, Ryco mengangkat kaki terlalu tinggi di kotak penalti saat berduel dengan Bakori Andreas,” ungkap Liluk.

    "Itu tidak sportif. PSIS juga tidak melayangkan protes saat main di Manahan pada fase penyisihan. Penalti diberikan wasit Purba pada menit 89. Penalti mengubah kedudukan 1-1, dan akhirnya Persis lolos ke semi-final. Saat itu kami menghormati keputusan wasit.” (gk-18)

    [​IMG]
    addResponsivePlayer('q6v8cb4tbk1p1m07d4de1za61', '', '', 'perfq6v8cb4tbk1p1m07d4de1za61', 'eplayer40', {age:1433393646224});

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Persis Solo Kecam Wasit Final Piala Polda Jateng
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page