Peta Investasi venture capital di Asia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Feb 1, 2016.

Discuss Peta Investasi venture capital di Asia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,756
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Semarak teknologi bisa dibilang mencapai puncaknya pada tahun 2015. Venture capital (VC) mencatat rekor baru dengan keberhasilan mereka meningkatkan pendanaan Seri-A hingga tahap akhir sebanyak hampir tiga kali lipat dalam satu tahun, sementara valuasi bisa dibilang tidak terkendali.

    Ini momen yg unik dalam sejarah, sehingga membuat kami begitu antusias untuk mengkajinya lebih dalam. Jadi kami akan menguraikan data pendanaan publik yg dikompilasi oleh tim riset data Tech in Asia, & memaparkan pendanaannya berdasarkan negara & industri masing-masing.

    Agar lebih mudah dipahami, kami menyertakan investasi ekuitas privat dalam data ini. Berikut hasil temuan kami.

    [​IMG]
    Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Venture Capital & Tip Menarik Investor
    Tren
    Inilah pola yg kami temukan dari data tersebut (mohon dicatat bahwa hanya dua pertiga pendanaan di tahun 2015 yg menyebutkan angka pastinya, tingkat transparansi ini masih konsisten dengan tahun sebelumnya):
    Rocket Internet: pertanda menjamurnya e-commerce?
    Daraz merupakan perusahaan e-commerce yg meraih putaran pendanaan sebesar $40 juta (sekitar Rp544,6 miliar), jumlah yg sangat besar untuk ukuran standar industri internet di Pakistan yg tergolong baru. Jumlah itu lebih besar dari separuh total investasi yg disuntikkan oleh venture capital ke negeri tersebut.

    Daraz juga merupakan perusahaan milik Rocket Internet.

    Kejadian ini terasa familier. Rocket Internet, perusahaan asal Jerman yg terkenal akan bisnis e-commerce milik mereka yg cepat berkembang, mengucurkan investasi di Asia Tenggara pada tahun 2013 senilai triliunan rupiah kepada Lazada & Zalora. Rocket Internet sendirian memulai gelombang e-commerce di benua ini.

    Rocket nampaknya mahir dalam menjajaki pasar yg baru dengan sedikit pesaing untuk meraup pangsa pasar secara agresif. Sejauh ini usaha yg mereka kerahkan telah membuahkan hasil, & mungkin mereka perlu tiga tahun lebih lama untuk bisa melakukan hal tersebut di Asia Tenggara. Di Pakistan mungkin akan lebih lama lagi.
    Baca juga: Tambah Pengetahuan Anda: Apa Itu Pendanaan Venture Capital & Bagaimana Cara Kerjanya?

    Munculnya putaran pendanaan super besar di Asia
    [​IMG]

    Kita melihat perusahaan teknologi yg mencapai kesepakatan investasi dalam jumlah yg belum pernah ada sebelumnya. Tahun ini saja, Didi Kuaidi dari Cina mengumpulkan jumlah yg teramat besar, $3 miliar (sekitar Rp41,25 trilun), Flipkart dari India meraih $750 juta (sekitar Rp10,31 triliun), serta Grab dari Malaysia memperoleh investasi $350 juta (sekitar Rp4,81 triliun). Jumlah itu bahkan hanya sebagian kecil dari total investasi yg terjadi.

    Putaran pendanaan besar ini telah memicu gelontoran investasi kepada perusahaan teknologi lainnya. Malaysia, Pakistan, & Taiwan mengalami pertumbuhan investasi yg mengejutkan sepanjang tahun 2015, namun hanya satu / dua startup di masing-masing negara ini yg memperoleh porsi investasi besar.

    Jadi negara-negara ini tidak begitu saja menjadi ekosistem startupyang berkembang & bertaraf internasional dalam sekejap. Mereka masih perlu lebih banyak keberagaman produk & pertumbuhan yg berkelanjutan untuk membuktikan hal tersebut.
    Dominasi Cina
    [​IMG]

    Sementara itu, Cina menunjukkan tanda-tanda ke arah perkembangan ranah teknologi yg sukses. Putaran pendanaan yg diraih Didi memang luar biasa besar, namun jumlah tersebut hanya merupakan bagian kecil dari lanskap yg luas ini.

    Ya, kita tahu bahwa valuasi di Cina tak menentu, & Beijing memiliki ranah teknologi paling berkembang di Asia.

    Namun jumlah tersebut lebih mengejutkan lagi begitu kamu mengetahui hal ini: pada tahun 2015, Cina menerima lebih banyak pendanaan dari venture capital dibandingkan semua gabungan negara Asia lainnya. Cina adalah satu-satunya negara yg mampu mengimbangi AS (yang mendapatkan total investasi sebesar $58,8 miliar (sekitar Rp808 triliun) dalam hal jumlah pendanaan yg besar.

    Namun, startup asal Cina tak begitu terbuka soal angka investasi mereka, jadi untuk mendapatkan angka yg tepat di negara itu akan sulit.
    Baca juga: Inilah Deretan Perusahaan yg Mendapat Investasi Terbesar dari Alibaba di 2015
    Layanan yg sedang tumbuh: pembayaran, big data, komputasi awan, keuangan, & logistik
    Sektor tersebut telah tumbuh berkali-kali lipat menjadi wilayah yg bernilai puluhan triliun rupiah. Semua investasi tahap akhir yg jumlahnya sangat besar berasal dari sektor ini.

    Dari sektor pembayaran, pertumbuhan signifikan berasal dari Paytm dari India yg meraih $890 juta (sekitar Rp12,2 triliun) dari beberapa investor, yg salah satunya adalah Alibaba. Kini, secara mengejutkan: Paytm tak hanya mendukung pertumbuhan e-commerce di India. Mereka kini juga ingin menjadi tujuan belanja ritel online.

    Beralih ke sektor logistik, dalam hal ini termasuk transportasi, kita tahu ada Didi Kuaidi, Olacalabs, & Grab yg berkontribusi terhadap pertumbuhan di sektor ini.

    Sedangkan di sektor lainnya, Cina sendiri mampu meraih pertumbuhan yg cepat. Zhongan Baoxian, perusahaan big data untuk perusahaan asuransi, meraih pendanaan yg menyentuh angka triliunan rupiah.

    Manuver Alibaba di sektor komputasi cloud adalah salah satu penyebab tingginya pertumbuhan di Cina.

    Kondisi keuangan di Cina mungkin menunjukkan pertanda peningkatan, dengan tingginya kesepakatan pendanaan dalam P2P lending (platform pinjam-meminjam uang), layanan keuangan online, & perdagangan online (lihat daftarnya di sini) yg berkontribusi terhadap pertumbuhannya.
    Kesenjangan antara si kaya & si miskin yg melebar
    Secara keseluruhan, banyak negara yg mengalami pertumbuhan substansial dalam investasi venture capital. Meski begitu, ini masih status quo. Cina memperoleh banyak investasi yg besar dari venture capital, & kini Cina masih berada di peringkat lima pertumbuhan teratas.

    Malaysia, Taiwan, & Filipina melengkapi lima besar negara dengan pertumbuhan tercepat, namun hanya Taiwan yg berhasil meraih investasi $100 juta (sekitar Rp1,38 triliun) dari dua kesepakatan investasiyaitu yg diperoleh oleh perusahaan edtech TutorGroup & perusahaan e-scooter Gogoro.
    2016, waktunya rehat?
    [​IMG]

    Mengingat pada tahun 2015 kemarin Asia diguyur “hujan uang”, tahun 2016 ini kita mungkin akan melihat terjadinya koreksi pasar.

    Bersamaan dengan pasar saham di Cina yg “bergoyang” ditambah hutang setinggi langit, venture capitalist akan berpikir seribu kali untuk berinvestasi di sini. Beberapa startup plagiat dipastikan akan gagal setelah tak mampu mencapai valuasi tinggi yg telah ditetapkan oleh investor mereka.

    Namun, jika rekor putaran pendanaan sebesar $3,3 miliar (senilai Rp45,5 triliun) yg dipecahkan oleh perusahaan Meituan-Dianping benar adanya, para investor tentu belum mau berhenti menggelontorkan dana.

    Ya, para penyandang dana mungkin akan gelisah dengan hasil investasi mereka yg tak menentu. Namun mereka juga pasti akan belajar dari pengalaman & berinvestasi dengan lebih jeli.

    Sangat jelas bahwa kisah paling menarik pada tahun 2015 datang dari Cina. Dominasi negara ini mungkin akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang.

    Baca juga: 15 Startup di Asia Tenggara dengan Investasi Terbesar di Tahun 2015

    (Diterjemahkan oleh Faisal Bosnia Ahmad & diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah; Infografis oleh Andre R. Gunawan)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page