Liga Italia Rapor & Persiapan AS Roma Menghadapi Serie A Italia 2015/16

Discussion in 'Bola' started by Bola, Aug 20, 2015.

Discuss Rapor & Persiapan AS Roma Menghadapi Serie A Italia 2015/16 in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Dua musim terakhir, AS Roma menjadi pesaing terberat bagi Juventus dalam memperebutkan scudetto. Meski akhirnya, klub asal Turin itu yang menjadi kampiun, namun posisi runner-up dalam dua tahun berturut-turut menegaskan kalau Giallorossibisa menjadi salah satu kandidat kuat untuk gelar juara Serie A Italia musim ini.
    Selama empat tahun dominasi Bianconeri sebagai penguasa Italia, penampilan AS Roma terbilang selalu meningkat. Musim 2011/12, mereka hanya finis di peringkat ketujuh. Musim berikutnya, di posisi keenam. Musim 2013/14, ketika dua tim asal Milan, AC Milan dan FC Internazionale, sedang menurun performanya, mereka menjadi "pengganggu" bagi Si Nyonya Tua.

    "Kebangkitan" AS Roma itu tidak lepas dari kedatangan Rudi Garcia, yang bergabung dari Lille pada 12 Juni 2013. Di bawah asuhan pelatih baru, Francesco Totti dkk mengawali Serie A musim 2013/14 dengan memenangi sepuluh pertandingan awal, sebagai catatan terbaik sepanjang sejarah, sama dengan Juventus pada musim 2005/06. Apa daya, mereka hanya finis di posisi kedua, tertinggal 17 poin di belakang Juventus.

    Musim 2014/15, AS Roma kembali menjadi "pengganggu" bagi Juventus, masih di saat AC Milan dan FC Internazionale dalam kondisi terperosok. Garcia sempat mendatangkan pemain-pemain muda, yakni Juan Iturbe, Salih Ucan, dan Antonio Sanabria. Sang pelatih juga merekrut bek Italia Davide Astori serta pemain-pemain veteran seperti Ashley Cole dan Seydou Keita. Tapi, setelah berjuang hingga akhir musim, mereka tetap finis di posisi kedua dengan sama tertinggal 17 poin.

    Memasuki musim 2015/16 ini, tidak sedikit pengamat yang tetap menjagokan AS Roma sebagai salah satu kandidat juara. Dengan mendatangkan sejumlah pemain baru pada bursa transfer musim panas ini dan melakoni sejumlah pertandingan uji coba pramusim, mereka pastinya sudah siap memulai kompetisi Serie A yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. Pertandingan perdana mereka adalah tandang ke Verona pada 22 Agustus mendatang.

    Rapor Pramusim​
    [​IMG]
    AS Roma mengawali pramusim mereka dengan hasil yang mengecewakan. Mereka dipaksa menyerah 2-1 di tangan Gyirmot di pertandingan yang berlangsung di Estadio La Peineta, Madrid (11/7). Sepekan kemudian, mereka memulai partisipasi di ajang International Champions Cup yang berlangsung di Australia.

    [​IMG]HASIL PRAMUSIM AS ROMA​
    1-2​
    Gyirmot​
    0-0​
    Real Madrid (menang adu penalti 7-6)​
    2-2​
    Manchester City (menang adu penalti 5-4)​
    0-2​
    Sporting CP​
    0-3​
    Barcelona​
    3-1​
    Valencia​
    6-4​
    Sevilla​

    Di pertandingan pertama, AS Roma mampu menahan imbang Real Madrid dengan skor kacamata di Melbourne Cricket Ground, Melbourne (18/7). Sayang, mereka kemudian kalah adu penalti 7-6. Di pertandingan berikutnya, mereka juga mampu menahan imbang Manchester City dengan skor 2-2 lewat sumbangan gol Miralem Pjanic dan Adem Ljajic, namun juga harus kalah lewat adu penalti, kali ini dengan skor 5-4. Mereka menyudahi kompetisi ini dengan tanpa meraih kemenangan.

    AS Roma kemudian bertanding lawan Sporting CP di Estádio José Alvalade, Lisboa (2/8). Namun, mereka harus takluk 2-0 di tangan tuan rumah. Empat hari berselang, tim yang dihadapi tak main-main, sang raksasa Spanyol, Barcelona. Mereka menelan kekalahan telak 3-0 di Camp Nou.

    Setelah melalui empat pertandingan tanpa kemenangan, AS Roma akhirnya bisa meraih hasil bagus. Mereka mampu mengalahkan Valencia 3-1 di Mestalla (9/8), kemudian menundukkan sevilla 6-4 di kandang sendiri di Stadio Olimpico.

    Meski menjalani pramusim yang boleh dikata tidak begitu memuaskan, AS Roma menatap kompetisi musim ini dengan keyakinan tinggi kalau mereka bakal berbicara banyak.

    Aktivitas Transfer​
    [​IMG]
    AS Roma kehilangan dua bek mereka andalan mereka pada musim lalu, yakni Mapou Yanga-Mbiwa dan Jose Holebas, yang hijrah ke Lyon dan Watford. Andrea Bertolacci, yang baru saja dimiliki secara penuh dari Genoa, justru dijual ke AC Milan.

    Di posisi gelandang, tidak ada kekurangan kekuatan tim, sedangkan di posisi striker, hanya Daniele Verde dan Seydou Doumbia yang pindah. Kedua pemain itu bukan termasuk andalan AS Roma pada musim lalu. Demikian pula dengan posisi penjaga gawang.

    AS Roma justru semakin kuat dengan kedatangan sejumlah pemain, meski hanya dengan status pinjaman. Kiper Wojciech Szczesny dipinjam dari Arsenal, bek Antonio Rüdiger dari Schalke, gelandang Mohamed Salah dari Chelsea (dengan harga €5 juta), dan striker Edin Dzeko dari Manchester City (dengan harga €4 juta). Sementara itu, bek Alessio Romagnoli sudah kembali dari peminjaman di Sampdoria.

    Kedatangan Szczesny membuat persaingan posisi penjaga gawang utama menjadi menarik dan ia sendiri mengaku siap bersaing dengan Morgan de Sanctis, yang merupakan pilihan utama Garcia di musim lalu. "[Mengenai peluang sebagai kiper utama] saya tak tahu. Itu keputusan pelatih, bagaimana nantinya ia melakukan rotasi pada kiper. Saya hanya berharap dapat memberikan yang terbaik," ujar pemain asal Polandia itu.

    Salah, yang memilih bergabung ke AS Roma dengan menolak Fiorentina, diyakni akan memberi keseimbangan tim di lini tengah. Pemain asal ini Mesir membeberkan alasannya mengapa bergabung ke klub ibukota. "Saya pikir Roma adalah salah satu klub terbesar di dunia dan saya senang berada di tim ini. Liga Champions salah satu alasan saya memilih Roma. Saya ingin main di sini dan main di Liga Champions," ujarnya.

    Sementara itu, Dzeko membuat lini depan AS Roma menjadi semakin garang. Pemain asal Bosnia ini mencetak gol debutnya saat tim menang 6-2 atas Sevilla dalam sebuah laga uji coba. Ia bahkan mencetak sepasang gol dan memberi satu assist, sebagai pertanda baik bagi Garcia jelang memasuki kompetisi Serie A yang baru.

    Kualitas Tim​
    [​IMG]
    *Statistik AS Roma di Serie A musim 2014/15​

    Dengan kekuatan tim yang tidak banyak berubah, justru semakin kuat dengan kedatangan pemain-pemain pinjaman, mulai dari kiper hingga penyerang, rasanya kualitas tim AS Roma sudah cukup baik. Mereka hanya perlu melakukan sedikit perubahan untuk bisa lebih memanaskan persaingan dalam memperebutnya scudetto musim 2015/16 ini.

    Posisi penjaga gawang utama tampaknya masih menjadi milik De Sanctis, namun jika performanya menurun, Szczesny siap merebut. Di posisi belakang, AS Roma memiliki bek-bek tangguh seperti Maicon, Ashley Cole, Koastas Manolas, dan Vasilis Torosidis.

    AS Roma memiliki banyak opsi di sektor gelandang. Pemain-pemain yang musim lalu merupakan andalan tim, seperti Radja Nainggolan, Miralem Pjanic, Daniele De Rossi, Seydou Keita, dan Alessandro Florenzi, masih bisa dipakai lagi, ditambah dengan kedatangan Salah. Demikian pula dengan sektor depan. Meski usia Totti sudah tidak muda lagi, namun ia masih bisa mendapat banyak kesempatan bermain, meski harus kerap dari bangku cadangan. Pilihan penyerang utama bisa dipercayakan kepada Adem Ljajic, Gervinho, dan Dzeko.

    Lengkap sudah skuat AS Roma untuk musim 2015/16. Garcia tinggal memperkuat barisan belakangnya agar bisa kokoh ketika tim bermain terlalu menyerang ke depan. Musim lalu, mereka mampu mencetak 54 gol di Serie A, dengan rata-rata 1,42 gol di setiap laganya. Namun, mereka juga rentan dengan kemasukan gol, dibuktikan dengan 31 kali bola masuk ke dalam gawang atau rata-rata 0,82 gol per laganya.

    Analisis & Prediksi​
    [​IMG]
    Meski selama dua musim terakhir hanya finis sebagai runner-up, AS Roma perlu melakukan sedikit perubahan agar bisa lebih konsisten lagi dan mampu menenangi persaingan hingga akhir musim. Garcia, yang akan memasuki musim ketiganya menangani klub, dikenal sebagai pelatih yang cerdas dan mampu meracik strategi dengan cukup baik.

    Seperti halnya Juventus, AS Roma harus berbagi konsentrasi karena akan bertanding di tiga kompetisi, yakni Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Garcia harus pintar-pintar membagi konsentrasi tim dengan memilih pemain-pemain yang tepat di setiap pertandingannya. Sebab, kalau tidak, AC Milan dan FC Internazionale, yang tidak tampil di Eropa, akan memanfaatkan kondisi itu dengan baik.

    Garcia memiliki banyak pilihan pemain, terutama di lini tengah dan depan. Sesekali ia perlu memberi ruang kepada pemain-pemain muda yang dirasa sudah menunjukkan peningkatan permainan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan badai cedera di saat kompetisi sudah berada di tengah jalan.

    AS Roma perlu mempersiapkan diri secara maksimal agar bisa melalui sejumlah pertandingan awal Serie A dengan kemenangan. Di pertandingan kedua, mereka sudah ditunggu tim tamu, Juventus. Untuk itu, laga perdana kontra tuan rumah Verona harus dilalui dengan raihan tiga poin. Setelah melalui satu atau dua pertandingan, Garcia akan mulai menemukan komposisi tim terbaiknya. Bukan tidak mustahil, mereka minimal akan kembali ada di posisi dua besar. Kuncinya adalah konsistensi. Kalau mampu konsisten hingga akhir musim, mereka berpeluang sebagai sang juara.


    Bagaimana menurut Anda? Sejauh apa langkah AS Roma di musim 2015/16? Sampaikan komentar para pembaca setia Goal Indonesia melalui kolom komentar yang tersedia di bawah ini...

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, Rapor & Persiapan AS Roma Menghadapi Serie A Italia 2015/16
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page