Review Bit Dungeon II | N3

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 19, 2014.

Discuss Review Bit Dungeon II | N3 in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    7,749
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    19/12/2014

    Saya beranggapan bahwa kurang afdalrasanya jika kita bermainconsole Nintendo tanpa mencicipi serialLegend of Zelda yg mungkin tak asing lagi ditelingakita. Tak bisa dipungkiri memang,franchise klasik satu ini membawa pengaruh besar bagi genreaction RPGsecara keseluruhan,tak terkecualiBit Dungeon IIbuatan Kinto Games yg saya ulas kali ini.

    BermainBit Dungeon IIdibeberapamenit awal pasti membuatmu merasakan dejavu terhadap beberapaelemen yg dipopulerkan TheLegend of Zeldadulu. Mulai perspektiftop-downdenganperalihan dari satu layar menuju layar lainnya, pencarian kunci dalam dungeonuntukmenuju lokasi bos,jumlah musuh yg dibatasidi setiap layar, perolehan equipment, sertapuzzledengan polapenyelesaiansama seperti bagianlost wooddalam The Legend of Zelda.

    [​IMG]

    Sebagai arwah pejuang yg sudah lama mati, digame ini kamu bertugas untuk mengantarkan kekasih yg dicintainya ke tempat peristirahatan abadi dengan tenang. Cerita yg klise tadi sebenarnya bisa dieksplorasi secara matang melaluicutscenemaupun teks yg menjelaskanbagian awal permainan. Sebaliknya, saya sendiri baru tahu cerita petualangan saya diBit Dungeon II setelah melihat deskripsigame ini Play Store.

    Sama sepertiLegend of Zelda, di sini akan bertualang menjelajahi wilayahoverworld yg dibagi dalam beberapa rangkaian layar. Setiapbagian layartadi membentuk daratanluas yg tersusun atas berbagai zona wilayah berbeda-beda. Mulai dari hutan, pegunungan salju, daerah rawa, & lain sebagainya. Setiap zona Bit Dungeon IImenyelipkan dungeon khusus yg menjadi lokasi di mana para bos tadi bersemayam. Sayangnya tanpa ada latar belakang cerita yg mendetail, saya terkadang menanyakan alasan kenapa jagoan saya mau repot-repot menantang maut memasukidungeon tadi.
    [​IMG]Semakin bagus senjata yg kamu punya, semakin besar penyesalanmuseandainya sang jagoan ini mati di tengah jalan

    Dengan beberapakesamaan tadi bukan berartiBit Dungeon IImerupakanrip -off dariLegend of Zelda.Kinto sendirimasih melanjutkan mekanismeroguelike yg membuatseri BitDungeonlayak untuk disebut sebagai versihardcore dariLegend of Zelda. Jika kamu mati (dua kali) maka permainan akan berakhir & kamu harus memulai semuanya lagi dari awal. Untuk mengisi nyawa kembali, di sini kamu bisa memungutpotion yg tersembunyi di setiap patungdungeon / mencariapi unggun (ingat Dark Souls?)yang menjadicheckpoint kamu di saat hidup kembali.

    Berbicara mekanismeroguelikeBit Dungeon II, di sinikamu diberisatu kesempatan untuk melanjutkan progres permainan setelah gugur di medan laga. Kamu harus kembali ke lokasi di mana jagoanmumati sebelumnya untuk memungut jiwayang ia jatuhkan di sana.Well, jika jagoanmumati lagi di saat proses pengambilan nyawa tadi, maka berakhirlah permainanmu & barang-barang kamu akan hilang, kecuali black coins yg kamu kantongi dari mayat musuh.
    [​IMG]“Arrgghhh..,”

    Black coins adalah bagian penting yg membuat jagoanmu lebih tangguhdengan membeliitem yg dijual olehNPC. Keberadaan NPC toko diBit Dungeon II tersebar di beberapa wilayah, & mereka rata-tata menjualitem yg sangat bergunaseperti senjata legendaris,armor, sertarune untuk menambah atribut kamu. Syukurnya keberadaan black coinstadi tidak dipengaruhi oleh kematianmu saat menjelajahBit Dungeon II.Sehingga penyesalanmusaatmati di sini lebih kepada hilangnya perlengkapan yg kamu punya, bukanuang yangsusah payah kamu peroleh sebelumnya.

    Keberadaan kelaskarakter diBit Dungeon IIdipengaruhi dengan jenis senjata yg kamu pegang saat beraksi. Kamu bisa saja bermain sebagai kelasrogue yg bisa menghilang & melakukanbackstab jika kamu mempersenjatai dirimu dengan belati ‘dagger‘, menjadi ranger yang unggul di kejauhan dengan senjata panah, serta kesatria tangguh dengan kehadiran pedang & perisai di tangan.Eits… tapi ingat,Bit Dungeon IImenggabungkan elemenroguelike di dalamnya, sehingga kamu harus mewaspadai kemungkinan mati di tangan musuh. Apalagi saat kamu memasuki zona yg belum pernah dijelajahi sebelumnya.

    [​IMG]

    Jika ada yg saya keluhkan dalamBit Dungeon II, mungkin keberadaan kontroltap yg kelewat simpel menjadi bumerang bagi kesenangan saya di sini. Alih-alih terkesan simpel layaknyaversi Bit Dungeon IIPC, ide menggerakkan karakter, menyerang, & mengeluarkanspelldalam satu langkahtapjustru membuat saya terjebakdi beberapa momen genting yg di luardugaan awal saya.

    Mengeluarkanskill terkadang menjadi dilema yg mengubah strategi saya untuk bermain secara frontal dikarenakanskill/spell yg tak kunjung keluar. Ketikasaya bermain sebagairogue & berinisiatif untuk menghilang (dengan menahantap), karakter saya justru diam tak melakukan perlawanansehingga mau tidak mau saya harus melibas musuh yg semakin mendekat secara frontal.

    [​IMG]

    Kekurangan lain yg saya temui di bagian kontrolBit Dungeon II adalah minimnya penjelasan skillyang saya temui,sehingga trial and errormenjadi proses adaptasi yg perlu kamu lakonidiBit Dungeon II. Saya sendiri bahkan baru mengetahui cara melakukanskill/spellyang saya punya setelah melalui setengah jam bermain. Dan saya rasa Kinto Games harus memasukkan penjelasan kontrol yg lebih detail untukupdate mereka ke depannya nanti.

    Secara keseluruhanBit Dungeon II merupakanactionRPG bergaya Zelda yg bisa dibilang oke untuk dimainkan. Meski kehadiran portversimobileinitidaklah sempurna & tidak sebagus Bit Dungeonyang pertama,Bit Dungeon IIbisa menjadi hiburan ringan yg mengajarkanmu arti penting dari sebuah kewaspadaan. Bukan hanya waspada soal lingkungan sekitar saja, tapi juga waspada terhadap kepercayaan dirimu dalammenghadapi musuh apalagi dengan kontrolnya yg agak berantakan.

    Apple App Store Link: bit Dungeon II, Rp. 35000

    Google Play Store Link: Bit Dungeon II, Rp.37.874

    Steam Link: bit Dungeon II, Rp. 27.599
    Review OverviewGraphic3Gameplay3.5Value3.53.5Good
    Pros:Aksi dungeon crawler dengan tingkat kesulitan yg menantang | Mekanisme roguelike yg brutal membuatmu waspada dalam bermain | Dejavu gameplay klasik dari The Legend of Zelda

    Cons: Kontrol yg menyebalkan membuatmu terpaksa berganti taktik di saat musuh mendekat | Penjelasan skill & spell yg kurang begitu mendetailTagsAction Role Playing

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page