Review Buku Never Eat Alone

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Nov 24, 2015.

Discuss Review Buku Never Eat Alone in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,760
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Hampir dalam setiap buku, kelas, & pelatihan, kita dijejali bahwa faktor penting keberhasilan seseorang dalam membangun sebuahstartup / karier yg baik adalah usaha diri untuk disiplin, berpikir positif, manajemen waktu, & motivasi. Membangun relasi / jaringan jarang dibahas sebagai salah satu faktor kesuksesan seseorang, baik sebagaientrepreneur ataupun profesional.

    Ini terjadi pada pendidikan formal, meski beberapa universitas di Indonesia mulai menjadikan entrepreneurship sebagai salah satu materi perkuliahan. Akibatnya, banyakmahasiswa / generasi muda yg tidak menyadaribahwa takseorang pun sukses di dunia ini tanpabantuan orang lain.

    Sebuah buku berjudul Never Eat Alone: And Other Secrets to Success, One Relationship at a Timekarya Keith Ferrazzimemberi bermacam rahasia sukses lewat menjalin jejaring. Keith adalah pendiri & CEO Ferrazzi Greenlight, perusahaan Business Management Consultant. Ia juga pernah menjabat sebagai CEO YaYa Media, sebuah perusahaan game interaktif.

    Sebelum bergabung dengan YaYa, ia sempat menjabat sebagai CMO di Starwood Hotel & Resort & perusahaan konsultan Deloitte. Dari profesinya di berbagai industri tersebut, Keith telah mengembangkan jaringan mulai dari urusan politik hingga dunia hiburan.
    Pola pikir yg baik
    Pada bagian awal buku, Keith bercerita bahwa ia adalah anak dari keluarga yg sangat sederhana. Ayahnya bekerja di pabrik baja. Namun, Keith meyakinkan diri bahwa kerja keras adalah salah satu jalan untuk memenangkan kesempatan diterima di Sekolah Bisnis Harvard. Pola pikir inilah yg dia bangun sejak kecil, bahwa kesuksesan di satu bidang akan mendorong lahirnya kesuksesan lainnya.

    Merangkul orang-orang adalah cara untuk membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain. Hal ini bertujuan untuk memberikan nilai bagi orang lain & meningkatkan nilai-nilai yg kita miliki. Keith belajar bahwa jejaring yg sebenarnya adalah mencari jalan untuk membuat orang lain menjadi lebih berhasil.

    Semakin banyak kita membantu orang, akan semakin banyak pula bantuan yg kita dapatkan. Karena kita banyak mendapatkan bantuan, maka semakin banyak pula bantuan yg kita terima untuk membantu orang lain. Semakin banyak memberi, berarti kita membangun pundi-pundi pemberian kita sendiri.

    Pola pikir yg baik juga dipengaruhi oleh misi yg jelas. Karena semakin konkret tujuan kita, semakin mudah kita mencapainya. Oleh sebab itu, penting untuk menemukan apa yg menjadi passion / semangat hidup kita.

    Prinsip dasar dari sifat manusia adalah keinginan untuk dihargai. Oleh sebab itu, mencari informasi untuk mengetahui latar belakang seseorang adalah salah satu usaha yg harus dilakukan. Hal ini berarti kita belajar memahami permasalahan-permasalahan / kebutuhan-kebutuhan mereka.

    Keith menyarankan agar kita mencari untuk menjadi bagian dari hal paling diminati oleh orang yg ingin kita dekati. Dengan begitu, kita pun akan menemukan cara untuk menjadi bagian dari hidup mereka.

    Langkah berikutnya adalah mengindentifikasi orang-orang yg dapat membantu mencapai tujuan kita, kemudian berkenalan dengan mereka. Namun tidak sedikit orang yg kesulitan untuk berkenalan dengan orang baru.

    Kita sebaiknya menganggap berkenalan dengan orang baru sebagai sebuah tantangan & kesempatan. Pemikiran ini akan membakar semangat bersaing kita & memadamkan sifat pemalu yg menjauhkan kita dari pergaulan sosial.

    Baca Juga: Mahasiswa, Siapkan Bekal Jadi Founder Startup di Bangku Kuliah
    Keterampilan yg patut dikuasai
    Keith mengatakan, bahwa pemenang sesungguhnya adalah orang-orang yg punya karier cemerlang, hubungan hangat, & karisma yg tak terhentikan. Mereka adalah orang yg memberikan semuanya di luar sana dengan tulus, serta tidak menghabiskan waktu untuk mencoba menjadi sesuatu (atau seseorang) yg bukan dirinya.
    Mengubah koneksi menjadi pertemanan
    Buatlah diri kita nyaman dengan lawan bicara. Keith menyarankan, kita harus belajar mengetahui apa yg membuat seseorang terpancing. Juga, bagaimana cara terbaik untuk bisa memuaskan apa pun yg membuat orang itu terpancing. Ini berarti kita harus berani berkata sesuatu yg buruk jika melihat ada orang yg tidak jujur dengan dirinya sendiri.

    Menurut Keith, koneksi adalah sebuah falsafah hidup. Suatu cara pandang terhadap dunia. Hal ini didasari bahwa orang, semua manusia & setiap orang yg kita temui, berkesempatan untuk membantu & dibantu.
    Kesimpulan
    Buku ini sangat cocok bagi siapapun yg merasa dirinya cukup introvert untuk berinteraksi / bahkan membangun relasi dengan orang baru. Keith Ferrazzi tidak hanya menuliskan tentang konsep membangun jaringan, tapi juga menceritakan pengalaman-pengalamannya dalam membangun jaringan & relasi.

    Apa yg ia lakukan & dituangkan menjadi tulisan ini menambah kesan bahwa Keith tidak semata-mata menjual ide, tapi juga berbagi pengalaman hidup yg ia jalani.

    Membangun relasi / jejaring dapat dimulai selagi muda, termasuk saat kamu masih duduk di bangku kuliah. Siapa tahu teman yg dahulu jadi rekan berbagi cerita akan menjadi teman yg sangat berpengaruh dalam kesuksesanmu di masa yg akan datang.

    (Diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah. Sumber gambar Allison Ramsing.)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page