Review Sunless Sea | N3

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Feb 14, 2015.

Discuss Review Sunless Sea | N3 in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    7,746
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    14/02/2015

    London tidak pernah terlihat begitu indah. Belum ada satu bulan semenjak saya meninggalkan pelabuhan & keluarga tercinta, namun setiap detik yg terlewat di laut terasa seperti satu hari yg penuh dengan mimpi buruk. Raut wajah yg penuh semangat dari para kru kapal saat kami pertama berlayar terus menghantui pikiran. Setengah dari para pria gagah tersebut sekarang telah berada di dasar laut / berteriak di dalam perut para monster. Beristirahat di ruangan sempit & berisik di atas bar kumuh memberikan kebahagiaan sesaat yg sangat saya perlukan, karena besok saya akan kembali berlayar menuju lautan, lautan tanpa matahari.

    Cerita di atas adalah pengalaman yg saya alami di Sunless Sea, sebuah game adventure besutan studio indie bernama Failbetter Games. Sunless Sea menempatkanmu sebagai seorang kapten kapal yg tinggal di kota fiksi bernama Fallen London dengan impian yg kamu tentukan sendiri, baik itu untuk menjadi pelayar sukses yg kaya raya, penjelajah terbaik di seluruh London, / lainnya. Dibekali dengan sebuah kamar di penginapan, kapal kecil, & segelintir kru kapal, kamu akan memulai perjalananmu untuk membuat impianmu menjadi kenyataan, atautewas berusaha untuk menggapainya.

    [​IMG]

    Dari awal hingga akhir kamu memainkan Sunless Sea, layarmu akan memancarkan warna-warna yg cenderung gelap. Sunless Sea adalah sebuah game yg kelam & hal ini ditunjukkan dengan sangat baik secara visual. Laut yg berwarna hitam dengan siluet biru selalu menemani sepanjang permainan, membuat pulau-pulau yg sebenarnya sama gelapnya & hanya memiliki lampu-lampu dengan warna tua menjadi kebahagiaan bagi matamu yg haus warna, selain hitam tentunya.

    Sunless Sea adalah sebuah game yg kelam, gelap, & membuat dirimu waswas, frustrasi, & bahkan terkadang depresi. Minimnya efek suara & musik membuat hal tersebut semakin mudah terjadi & bagi saya ini bukanlah sesuatu yg buruk & sebaliknya menciptakan atmosfer yg mencekam. Tanpa musik, berlayar di laut lepas yg penuh bahaya menjadi jauh lebih menyeramkan sekaligus membuatmu semakin kangen London, karena di sanalah satu-satunya tempat kamu akan mendengarkan musik yg sekalipun tidak bernada bahagia tetap membuat berlabuh kembali ke London menjadi sesuatu yg sangat melegakan.

    Sepanjang perjalananmu menuju lautan tanpa matahari, kamu harus berusaha keras tidak hanya untuk menyelesaikan misi utama & memenangkan game namun juga untuk bertahan hidup. Sunless Sea bukanlah sebuah game yg membuatmu merasa seperti kapten kapal sakti yg bisa membantai monster terkuat sekalipun dengan satu tembakan. Sebaliknya, kamu seringkali akan dipaksa menyelundupkan barang ilegal, memakan kru kapalmu sendiri, sampai melukai tubuhmu sendiri untuk berdoa kepada dewa-dewa jahat hanya untuk bisa bertahan hidup.

    [​IMG]

    Untuk bisa terus berlayar kamu harus terus menjaga tidak hanya kondisi kapalmu, namun juga suplai makanan, bahan bakar, sampai kewarasanmu sendiri. Semua ini bisa diatasi dengan berbelanja / melakukan berbagai aktivitas di London & terkadang di beberapa kota lain, hanya saja kebanyakan aktivitas ini akan membutuhkan keberuntungan tinggi / uang untuk berhasil. Sayangnya sama seperti dunia asli, uang bukanlah sebuah komoditas yg mudah untuk didapatkan di Sunless Sea.

    Kehabisan suplai akan membuat kru kapal mulai menjadi kanibal & memakan satu sama lain. Kehabisan bahan bakar akan membuat kapalmu berhenti di tengah laut & memiliki kemungkinan besar untuk membuatmu tewas / kehilangan segalanya. Tingkat kewarasan juga menjadi faktor yg penting untuk kamu jaga, karena akan ada banyak hal yg bisa terjadi saat kru kapalmu kehilangan kewarasan mereka & hampir seluruhnya bukanlah hal yg kamu inginkan.
    Tertarik dengan sistem kewarasan karakter di game ini? Ada juga lo game lain yg mengusung konsep kewarasan karakter dengan baik, cek ulasannya di sini

    Seperti yg saya sebutkan tadi, keberuntungan adalah sesuatu yg akan sering kamu butuhkan sepanjang pelayaranmu di Sunless Sea. Kamu akan sering dipaksa untuk mengambil keputusan yg kebanyakan akan membawa berbagai sumber daya, peralatan, & barang berguna lainnya … jika kamu beruntung. Seringkali kamu bisa meningkatkan persentase keberhasilan dari keputusan-keputusan yg kamu buat dengan meningkatkan status karakter, namun pada akhirnya kamu tetap akan berkeringat dingin, menutup mata, & berdoa sepanjang permainan.

    [​IMG]

    Status dari karaktermu adalah salah satu bagian dari sistem pengembangan yg disuguhkan di Sunless Sea. Terbagi ke lima atribut yaitu Hearts, Irons, Veils, Mirrors, & Pages, kelima atribut ini memiliki fungsi yg sama uniknya dengan namanya. Veils misalnya, adalah atribut yg membuat kapalmu lebih sulit dideteksi oleh lawan, sedangkan Mirrors sebaliknya membuatmu lebih cepat mendeteksi bahaya di lautan. Seperti yg saya sebutkan sebelumnya, atribut yg kamu tingkatkan pada karaktermu juga akan meningkatkan persentasi keberhasilan untuk berbagai keputusan yg bisa kamu pilih.

    Tentu saja, status karaktermu bukanlah satu-satunya pengembangan yg harus kamu pantau. Kamu juga harus mengumpulkan uang perlahan-lahan untuk membeli berbagai peralatan yg bisa kamu pasang pada kapalmu, baik itu meriam, lampu sorot, / lainnya. Sebagian dari peralatan ini memiliki fungsi khusus, seperti mesin peluncur tikus yg meluncurkan tikus insinyur untuk memperbaiki kapal (tikus insinyur adalah keanehan yg paling tidak aneh di Sunless Sea) / meriam yg fungsinya bisa kamu tebak sendiri. Sebagian peralatan juga akan memberikan penambahan pada status karaktermu.

    [​IMG]

    Officer adalah bagian terakhir dari sistem pengembangan di Sunless Sea yg tidak hanya meningkatkan status karakter, namun juga menyediakan storyline serta misitersendiri. Latar belakang yg menarik serta karakteristik yg unik seringkali menjadi dua faktor penting untuk membuat kita menyukai para anggota party yg kamu miliki di berbagai RPG seperti Dragon Age: Inquisition, misalnya, & hal ini juga diwujudkan dengan sangat baik di Sunless Sea.
    Lebih suka RPG? Yuk lihat review Dragon Age: Inquisition!

    Kamu akan memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan berbagai officer yg tidak hanya memiliki status karakter berbeda, tapi juga pada latar belakang & karakteristiknya. Mulai dari seorang navigator yg latah sampai seorang ibu-ibu dari India dengan cara bicara yg lebih “mewah” dari bangsawan Inggris sekalipun. Seringkali interaksi dengan para officer menjadi sumber kesenangan di tengah pelayaran di lautan kelam tanpa matahari ini.

    Latar belakang & cerita dari para officer adalah sesuatu yg bagus menurut saya, namun cerita utama yg di Sunless Sea adalah sesuatu yg jauh lebih menarik lagi. Layaknya banyak game dengan genre adventure lainnya, Sunless Sea menyuguhkan cerita yg sangat baik, lengkap dengan berbagai intrik & latar belakang yg menarik perhatian saya dari awal hingga akhir sesi permainan.

    [​IMG]

    Sebagai penjelajah lautan, kamu akan menemukan berbagai berbagai mahluk hidup menarik, dari babi hutan yg mampu berbicara dengan bahasa yg sangat sopan sampai monster laut raksasa yg menyamar sebagai suplai yg mengapung di tengah lautan. Kamu juga akan menemukan berbagai pulau yg dihuni orang-orang (atau mahluk hidup lain) yg menarik, dari tiga bersaudara yg misterius namun baik hati, sampai koloni khusus wanita yg menyembah dewa mereka dengan membunuh.

    Semua aspek dari Sunless Sea yg saya sebutkan di atas menjadikan game ini sebagai salah satu game adventure langka yg bisa membuat saya duduk manis di depan laptop selama berjam-jam di tengah jam kerja, serta sukses membuat Glenn ikut lupa mengerjakan tugasnya sampai karakter saya tewas tenggelam setelah kapalnya dihantam oleh kepiting raksasa yg muncul tiba-tiba. Ketahuilah bahwa karaktermu akan mati berkali-kali, karena memang kematian adalah bagian dari perjalananmu di Sunless Sea.

    [​IMG]

    Saya rasa hanya dengan membaca ulasan saya di atas kamu sudah menyadari betapa seru & menariknya Sunless Sea bagi saya. Namun tentunya hal tersebut tidak membuat game ini luput dari keluhan. Seperti yg saya sebutkan di atas, Sunless Sea memiliki cerita yg sangat menarik, namun nihilnya voice acting di game ini tidak hanya membuat perjalanan saya selama berlayar di Sunless Sea semakin sepi, namun juga membuat banyak orang yg tidak suka membaca langsung malas untuk memainkannya.
    Cek juga review This War of Mine, game dengan konsep umum mirip Sunless Sea namun dengan latar belakang & eksekusi yg jauh berbeda

    Satu hal lagi yg sedikit saya sayangkan adalah banyaknya eksperimen yg harus kamu lakukan hanya untuk bisa bertahan hidup. Hal ini membuat saya kehilangan jauh lebih banyak karakter dari yg seharusnya, kebanyakan tewas karena saya berlayar ke tempat yg salah / mencoba untuk melawan monster laut yg ternyata jauh lebih tangguh dari yg saya duga (yang menenggelamkan kapal saya dengan dua serangan).

    Dua masalah yg saya hadapi tersebut untungnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keunikan & serunya berlayar di lautan yg meskipun sering kali membuat saya depresi, tetap cukup menarik untuk terus saya mainkan. Sunless Sea bukanlah game yg mudah, namun selama kamu tidak terlalu keberatan untuk banyak membaca, game adventure yg satu ini adalah sebuah berlian di tengah tumpukan game di Steam yg semakin lama semakin mirip jerami. Ditambah dengan harga yg terbilang murah, rasanya Sunless Sea sangatlah sayang untuk dilewatkan.

    Steam Link: SUNLESS SEA, Rp. 129.999
    Review OverviewGraphic5Gameplay5Value55Excellent
    Pros: Pilihan yg kamu buat pada dialog bisa mengubah cerita secara signifikan | Desain visual yg kelam menciptakan suasana yg mencekam

    Cons: Sistem pertarungan terbilang sangat simpel & agak membosankan | Tidak ada voice actingTagsAdventure

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page