Risiko Reputasi Di Maskapai Penerbangan

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 5, 2015.

Discuss Risiko Reputasi Di Maskapai Penerbangan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,134
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Risiko Reputasi Di Maskapai Penerbangan

    Kasus peretasan Malaysia Airlines tidak hanya menyisakan risiko finansial saja, tetapi juga risiko reputasi. Dampak serangan siber pada sebuah perusahaan tidak bisa hanya dilihat dari sisi finansial saja. Perusahaan perlu melihat bahwa ketika sebuah insiden terjadi, mereka perlu memperhitungkan dampak apa saja yg terasa. Beberapa risiko yg harus diperhitungkan adalah finansial, operasional & reputasi. Seragan siber itu tentu saja mencoreng reputasi maskapai Malaysia Airlines sebagai perusahaan penerbangan yg mature di bi&gnya. Pelanggan setia pun tentunya akan berpaling karena Malaysia Airlines tidak bisa menjaga keamanan sibernya.

    Gordon Song, mantan Head of Enterprise Risk Management and Internal Audit Tigerair Singapura mengatakan bahwa reputasi adalah salah satu di antara tiga aspek yg ada dalam risiko regulasi. Tiga aspek yg termasuk dalam risiko regulasi adalah keselamatan, kompetisi & reputasi. Gordon dalam sela-sela acara Enterprise Risk Management beberapa waktu yg lalu mengatakan bahwa risiko regulasi adalah risiko terbesar yg harus dijalani oleh sebuah maskapai penerbangan. Gordon adalah pria yg sudah mengenyam 18 bulan pengalaman di aviasi bersama Tigerair serta sepuluh tahun berkutat di bi&g manajemen risiko ini. Ia menuturkan bahwa reputasi sebuah perusahaan penerbangan bisa saja turun jika tidak mampu melindungi data-data konsumen.

    Saya rasa, perlindungan data pribadi konsumen adalah aturan lainnya yg harus kami perhatikan, tukasnya. Gordon melanjutkan bahwa maskapai penerbangan selalu mengumpulkan data-data konsumennya untuk keperluan reservasi. Di dalamnya terdapat informasi sensitif seperti tanggal lahir, alamat & data kartu kredit. Pihak maskapai tentunya ingin pelanggan tetap percaya pada kami, kata Gordon. Maka, ini bukan cuma soal regulasi, tapi juga berkaitan dengan reputasi, ujar Gordon, sekaligus menjelaskan bahwa risiko reputasi adalah prioritas ketiga dalam risiko regulasi.

    Gordon mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah ada sebuah maskapai yg harus kehilangan data-data sensitif pelanggannya akibat diretas penjahat siber. Bahkan termasuk detail mengenai data-data kartu kredit pelanggan, papar Gordon yg enggan menyebutkan nama perusahaan terkait. Cybersecurity di sana tidak cukup kuat untuk mencegahnya, tutur Gordon. Oleh karenanya ia mengungkapkan bahwa serangan siber selalu berkorelasi dengan reputasi maskapai itu sendiri. Maskapai harus menegakkan komitmen manajemen yg jelas kepada regulator jika terjadi pelanggaran. Perusahaan harus bertanggungjawab atas hal tersebut, & mengambil semua langkah penting untuk meluruskan isu terkait. Kemudian, maskapai harus menjamin bahwa mereka memberikan penjelasan yg gamblang &, jika perlu, memberi ganti rugi kepada para pelanggan, beber Gordon panjang.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenRisiko Reputasi Di Maskapai Penerbangan diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page