Sally Beauty Diduga Kembali Alami Kebocoran Data

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, May 6, 2015.

Discuss Sally Beauty Diduga Kembali Alami Kebocoran Data in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Sally Beauty Diduga Kembali Alami Kebocoran Data

    Perusahaanretailkosmetik asal AS, Sally Beauty diduga alami kembali kebocoran data untuk kedua kalinya. Informasi tersebut diperoleh dari pernyataan resmi yg dikeluarkan perusahaan tersebut baru-baru ini. Pada bulan Maret tahun 2014 yg lalu, Sally Beauty mengalami kebocoran data di mana hacker berhasil mencuri informasi pribadi & data kartu kredit para pelanggannya.

    Setelah mengetahui kejadian ini, kami telah mendukung usaha pihak ketiga & penegak hukum untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut, papar mereka dalam pernyataan resminya. Hingga saat ini, kami belum bisa memastikan lebih lanjut di balik peristiwa itu. Hanya saja, kepentingan pelanggan adalah nomor satu & kami akan memberi tahu mereka apabila ada perkembangan lebih lanjut, sambung pihak perusahaan.

    Menurut analisis Kevin Westin, pakar keamanan informasi dari Tripwire, kasus Sally Beauty ini diprediksi adalah kasus pembobolan data yg sangat besar. Menurutnya, kasus semacam ini hanyalah puncak gunung es. Dari pengamatannya, Westin mengemukakan bahwa akan ada banyak fakta-fakta baru yg muncul pasca investigasi.

    Westin menjelaskan bahwa besar kemungkinan Sally Beauty akan mengalami kasus pembobolan data untuk yg kedua kalinya. Untuk hal ini Westin mengemukakan dua alasan. Poin pertama adalah malware yg menyerang bersifat advanced persistent threat (APT). Kedua adalah masih banyak perusahaan retailer yg belum berinvestasi di teknologi keamanan.

    Permasalahan utama di industri retail adalah perangkat point of sale (POS) mereka banyak yg belum terenkripsi. Sangat mudah bagi penjahat siber untuk meretas sistem keamanan POS perusahaan, papar Westin.

    Perlu diingat pula bahwa malware yg menyerang perangkat POS selalu berevolusi dari waktu ke waktu. Jika tidak ada enkripsi, maka habis sudah data pelanggan, papar westin. Lebih lanjut, Westin menjelaskan bahwa untuk menangkal ancaman di POS ini perusahaan perlu mengaplikasikan sistem keamanan berlapis.

    Adapun George Rice dari HP Security Voltage menyatakan bahwa ada kemungkinan Sally Beauty tidak menghapus seluruh malware yg menyerang sistem POS mereka. Mengimplementasikan point to point encryption dapat memitigasi risiko malware, papar Rice. Teknologi enkripsi sekarang lebih mudah digunakan ketimbang dahulu. Seharusnya industri retail sudah memanfaatkan ini, tegas Rice.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenSally Beauty Diduga Kembali Alami Kebocoran Data diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page