Sanxingdui - Peradaban China yang Hilang

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Jun 1, 2016.

Discuss Sanxingdui - Peradaban China yang Hilang in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,107
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]Di tengah desa yg dahulunya tenang, Sanxingdui, di provinsi Sichuan di China, sebuah penemuan yg luar biasa terjadi yg segera menarik perhatian internasional & sejak itu sejarah peradaban China ditulis ulang.

    Seperti yg dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Dua lubang ritual pengorbanan raksasa yg digali disana mengandung ribuan artefak emas, perunggu, batu giok, gading & tembikar yg sangat luar biasa & tidak seperti artefak lain yg pernah ditemukan di China sebelumnya, sehingga para arkeolog menyadari bahwa mereka baru saja membuka pintu ke sebuah budaya kuno yg bertanggal kembali antara 3.000 & 2800 tahun yg lalu.

    Pada musim semi tahun 1929, seorang petani menggali sumur ketika ia menemukan setumpuk besar peninggalan batu giok. Ini adalah petunjuk pertama yg akhirnya mengarah pada penemuan kerajaan kuno misterius. Generasi arkeolog Cina mencari di sekitar daerah tersebut tanpa keberhasilan sampai tahun 1986, ketika para pekerja secara tak sengaja menemukan lubang-lubang yg berisi ribuan artefak yg telah rusak, dibakar, & kemudian dengan hati-hati dimakamkan.

    Penemuan artefak-artefak aneh ini menarik perhatian dunia. Benda-benda yg ditemukan di lubang-lubang pengorbanan tersebut adalah termasuk patung-hewan & topeng dengan telinga naga, mulut terbuka & menyeringai; kepala mirip manusia dengan topeng kertas emas; hewan hias termasuk naga, ular, & burung; tongkat raksasa, sebuah altar pengorbanan, pohon perunggu setinggi 4 meter; kapak, tablet, cincin, pisau, & ratusan benda-benda unik lainnya. Di antara semua itu juga terdapat artefak perunggu terbesar di dunia & terawetkan secara baik yaitu sosok manusia yg berdiri tegak, setinggi 2,62 meter.

    [​IMG]Sebuah altar pengorbanan dengan beberapa hewan berkaki empat di dasarnya untuk mendukung figur-figur perunggu yg sangat mirip dengan topeng-topeng wajah besar, masing-masing memegang dengan tangan terulur semacam nampan ritual.



    Namun, sejauh ini, temuan yg paling mencolok adalah puluhan topeng-topeng perunggu besar & patung-patung kepala yg berfitur manusia dengan mata berbentuk almond, hidung lurus, wajah persegi, & telinga besar, fitur yg sama sekali tidak mencerminkan orang-orang Asia, bahkan lebih mirip alien, sehingga beberapa orang berpendapat bahwa Sanxingdui merupakan salah satu bukti bahwa Alien pernah ke China di zaman Kuno

    Artefak-artefak tersebut bertanggal kembali ke abad 12-11 SM. Mereka telah diciptakan dengan menggunakan teknologi pengecoran perunggu yg sangat canggih, yg dibuat dengan menambahkan kombinasi tembaga & timah, menciptakan zat kuat yg membuat benda jauh lebih besar & lebih berat, seperti patung seukuran manusia hidup & patung pohon setinggi 4 meteran.

    [​IMG]Puluhan kepala perunggu yg ditemukan di lubang, beberapa bertopeng emas



    Beberapa topeng berukuran besar — salah satunya berukuran luar biasa dimana lebarnya hingga 1,32 meter dengan & tingginya 0,72 meter, itu adalah topeng perunggu terbesar yg pernah ditemukan. Tiga topeng terbesar memiliki fitur yg paling supranatural dari semua artefak Sanxingdui, dengan telinga seperti hewan, dengan mata yg menonjol keluar, / batang hiasan tambahan.

    Para peneliti benar-benar terkejut menemukan gaya artistik yg benar-benar tidak dikenal dalam sejarah seni Cina, yg sejarah awalnya berdasarkan sejarah & artefak dari peradaban Sungai Kuning.

    [​IMG]Kepala perunggu seperti kepala naga



    Penemuan spektakuler di Sanxingdui pada tahun 1986 merubah Sichuan menjadi titik fokus dalam studi Cina kuno. Artefak kuno yg ditemukan di dua lubang di sanxingdui bertanggal ke masa dinasti Shang, pada akhir milenium kedua SM, ketika masyarakat beradab primer berkembang di lembah Sungai Kuning, di utara China, ribuan mil dari Sichuan. Artefak sanxingdui sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan artefak-artefak yg dibuat & ditemukan di tempat lain, & tidak ada prasasti di lokasi Sanxingdui untuk menjelaskan budaya yg membuat artefak tersebut, yg tampaknya khas peradaban Zaman Perunggu, tetapi sebelumnya tidak diketahui. Penemuan ini memberikan kontribusi terhadap perubahan mendasar dari pemahaman tradisional dari pusat tunggal peradaban di utara China untuk pengakuan keberadaan beberapa tradisi daerah, & Sichuan jelas salah satu yg paling berbeda.

    Budaya yg menghasilkan artefak tersebut sekarang dikenal sebagai Budaya Sanxingdui, & para arkeolog mengidentifikasinya dengan kerajaan kuno Shu, menghubungkan artefak yg ditemukan di lokasi untuk raja legendaris awal. Referensi sejarah mengenai kerajaan Shu yg berdiri pada periode awal Cina sangat sedikit (hanya disebutkan Shiji & Shujing sebagai sekutu Zhou yg mengalahkan Shang), tetapi akun raja-raja legendaris Shu dapat ditemukan di cerita-cerita rakyat setempat.

    Menurut Chronicles of Huayang disusun pada masa Dinasti Jin (265-420 M), kerajaan Shu didirikan oleh Cancong. Cancong digambarkan memiliki mata yg menonjol, sebuah fitur yg ditemukan pada artefak dari Sanxingdui. Penguasa lain yg disebutkan dalam Chronicles of Huayang termasuk Boguan, Yufu, & Duyu. Banyak artefak berbentuk ikan & burung, & ini telah diusulkan untuk menjadi totem dari Boguan & Yufu (nama Yufu sebenarnya berarti dandang ikan).

    [​IMG]Sebuah kepala perunggu besar dengan mata menonjol yg diyakini menggambarkan Cancong, Raja semi-legendaris pertama Kerajaan Shu.



    Sanxingdui diperkirakan adalah sebuah kota metropolis saat itu, yg meliputi sekitar tiga kilometer persegi. Sanxingdui telah sangat maju dalam pertanian, termasuk kemampuan memproduksi Anggur, teknologi keramik & pembuatan alat-alat untuk kurban & pertambangan. Menurut temuan arkeologi, pemukiman di Sanxingdui ditinggalkan tiba-tiba sekitar 1.000 SM, Untuk alasan yg masih belum diketahui. Ya, Budaya Sanxingdui ini tiba-tiba berakhir secara misterius.

    Lubang-lubang pengorbanan diyakini adalah situs orang-orang Shu kuno untuk mempersembahkan korban ke Langit, Bumi, gunung, sungai, & dewa-dewa alam lainnya. Figur-figur seperti manusia, topeng perunggu dengan mata menonjol & dan berwajah seperti hewan, mungkin adalah dewa-dewa yg disembah oleh orang-orang Shu.

    .uab748c90b851959e81b5c9939e325971{padding:0px;margin:0;padding-top:1em!important;padding-bottom:1em!important;width:100%;display:block;font-weight:bold;background-color:#eaeaea;border:0!important;border-left:4px solid #c0392b!important;text-decoration:none}.uab748c90b851959e81b5c9939e325971:active,.uab748c90b851959e81b5c9939e325971:hover{opacity:1;transition:eek:pacity 250ms;webkit-transition:eek:pacity 250ms;text-decoration:none}.uab748c90b851959e81b5c9939e325971{transition:background-color 250ms;webkit-transition:background-color 250ms;opacity:1;transition:eek:pacity 250ms;webkit-transition:eek:pacity 250ms}.uab748c90b851959e81b5c9939e325971 .ctaText{font-weight:bold;color:inherit;text-decoration:none;font-size:16px}.uab748c90b851959e81b5c9939e325971 .postTitle{color:#141414;text-decoration:underline!important;font-size:16px}.uab748c90b851959e81b5c9939e325971:hover .postTitle{text-decoration:underline!important}
    Baca Juga: Misteri Hujan Gelatin di Oakville

    “Dilihat dari berbagai figur manusia perunggu & benda-benda penguburan, Kerajaan Kuno Sanxingdui telah menyatukan & memerintah masarakat melalui agama primordial. Mereka menyembah alam, totem & nenek moyang mereka. kerajaan Shu kuno mungkin sering mengadakan kegiatan kurban besar untuk menarik suku-suku yg berbeda keyakinan agama datang dari jauh untuk beribadah, “kata Ao Tianzhao dari Museum Sanxingdui, yg telah mempelajari budaya Sanxingdui selama setengah abad. Ia percaya bahwa sejumlah besar artefacts perunggu di Sanxingdui menunjukkan bahwa situs ini digunakan untuk menjadi kiblat bagi para peziarah.




    Sejak penemuannys, artefak-artefak dari sanxingdui tersebut telah menerima sejumlah besar perhatian & penghargaan internasional. Mereka telah dipamerkan di museum-museum ternama dunia seperti The British Museum, Museum Istana Nasional di Taipei, National Gallery of Art (Washington), Guggenheim Museum (New York), Museum Seni Asia (San Francisco), Galeri Seni New South Wales (Sydney ) & Museum Olimpiade Lausanne (Swiss). Beberapa artefak pilihan saat ini sedang dipamerkan di Museum Bowers di Santa Ana, California, dengan tema: ‘Peradaban China yg Hilang: Misteri Sanxingdui, yg berlangsung dari 19 Oktober 2014 hingga 15 Maret 2015.

    Penemuan Sanxingdui mengejutkan dunia, tapi sejarah artefak-artefak tersebut masih merupakan misteri. Hanya benda-benda yg ditemukan dari dua lubang tersebut yg mencerminkan peradaban kuno & brilian dari Shu – tidak ada artefak lain seperti itu yg pernah ditemukan sejak itu. Tidak ada catatan sejarah, & tidak ada teks-teks kuno yg berbicara tentang mereka. Sehingga masih banyak pertanyaan-pertanyaan yg belum terjawab seperti apa tujuan benda-benda itu dibuat, dari mana budaya itu berasal, & ke mana mereka pergi setelah mereka mengubur harta mereka yg paling berharga. Peradaban Sanxingdui adalah halaman yg unik dalam sejarah panjang Cina & untuk saat ini masih merupakan misteri.

    [​IMG]



    Beberapa ahli sejarah mencoba menjelaskan hilangnya budaya Sanxingdui tersebut. Beberapa mengatakan bahwa hilangnya peradaban ini karena perang & banjir, tetapi pendapat ini tidak terlalu meyakinkan. Baru-baru ini ada hipotesis yg menarik mengenai penyebab hilangnya budaya Sanxingdui seperti yg AMJG kutip dari Livescience dibawah ini:

    Sekitar 14 tahun yg lalu, arkeolog menemukan sisa-sisa kota kuno lain yg disebut Jinsha dekat Chengdu. Situs Jinsha, meskipun tidak ada kerajinan perunggu Sanxingdui yg mengesankan disana, namun memiliki mahkota emas yg diukir dengan motif seperti ikan, panah & burung yg sama dengan kerajinan emas yg ditemukan di Sanxingdui. Hal ini menyebabkan beberapa arkeolog percaya bahwa orang-orang dari Sanxingdui mungkin telah pindah ke Jinsha.



    Petunjuk geologi & sejarahNiannian Fan, seorang peneliti ilmu sungai di Universitas Tsinghua di Chengdu & rekan-rekannya menduga bahwa mungkin sebuah gempa bumi menyebabkan tanah longsor yg membendung sungai & menyebabkan alur sungai teralihkan ke Jinsha. Bencana seperti itu dapat mengurangi pasokan air Sanxingdui, & memicu penduduknya untuk berpindah.

    Lembah di mana Sanxingdui duduk memiliki floodplain besar, dengan 7 kilometer dinding tebing yg tinggi yg sepertinya tidaklah mungkin telah dipotong oleh sungai kecil seperti yg sekarang mengalir melaluinya, kata Fan.

    Dan beberapa catatan sejarah mendukung hipotesis mereka. Pada tahun 1099 SM, penulis kuno mencatat sebuah gempa di ibukota dinasti Zhou, di provinsi Shaanxi. Meskipun tempat itu kira-kira terletak sejauh 400 kilometer dari situs bersejarah Sanxingdui, budaya Sanxingdui tidak memiliki catatan tertulis pada saat itu, sehingga mungkin episentrum gempa benar-benar dekat dengan Sanxingdui – tapi hanya tidak tercatat ada. Bukti geologis juga menunjukkan bahwa gempa bumi area tersebut antara 3.330 & 2.200 tahun yg lalu, yg menguatkan dugaan Fan.

    Pada waktu yg sama, sedimen geologis memberikan petunjuk terjadinya banjir besar. Dokumen dari masa Dinasti Han, “The Chronicles of the Kings of Shu” mencatat peristiwa banjir kuno yg mengalir dari gunung — di titik di mana aliran sungai berubah arah. Sekitar 800 tahun kemudian, warga Jinsha membangun dinding untuk mencegah banjir.

    [​IMG]



    Sebuah sungai Teralihkan?Jadi dari dokukumen & bukti geologis diatas disimpulkan bahwa gempa dahsyat memicu longsor yg mengubur sungai, mengubah alirannya, & mengurangi aliran air menuju Sanxingdui.

    Tapi, di mana aliran sungai yg beralih itu? Para arkeolog menemukan petunjuk di area pegunungan yg tinggi, tepatnya di Jurang Yanmen yg dalam & lebar, di ketinggian 12.460 di atas permukaan air laut.

    Jurang tersebut diukir oleh gletser sekitar 12.000 tahun yg lalu. Sungai di zaman modern memotong melaluinya. Namun, tanda-tanda erosi glasial itu — cekungan berbentuk mangkuk yg dikenal sebagai cirques — secara misterius menghilang. Tim berpendapat, gempa memicu longsoran yg kemudian menyapu beberapa cirques sekitar 3.000 tahun yg lalu.

    Pada titik ini, hipotesis tersebut masih sangat spekulatif. Data geologi tambahan diperlukan untuk menopangnya.

    Meski dari sisi geologi ada titik terang, namun hipotesis diatas tetap memunculkan pertanyaan-pertanyaan lanjutan mengenai peradaban yg hilang ini, yaitu “Apa motif orang-orang Sanxingdui menghancurkan seluruh kebudayaan mereka & menguburnya dalam 2 lubang? Mengapa mereka tidak memunculkan budaya mereka di Jinsha?”

    Di Indonesia juga pernah ditemukan topeng-topeng perunggu yg masih misteri, yaitu Topeng Hijau Gua Made

    Republished by Blog Post Promoter

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Sanxingdui - Peradaban China yang Hilang diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Sanxingdui - Peradaban China yang Hilang.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page