Sejarah dan Filosofi Toga Dalam Upacara Wisuda

Discussion in 'Entigapedia' started by ON3, Mar 24, 2016.

Discuss Sejarah dan Filosofi Toga Dalam Upacara Wisuda in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,110
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    [​IMG]

    Pernah melihat pakaian toga ? / jangan-jangan anda telah pernah menggunakannya ? sebenarnya seandainya ditinjau dari bentuknya, toga sangat tak modis serta keren. buktinya tak ada yg memakai pakaian ini untuk hangout ke mall bersama teman-teman serta biarpun toga bernuansa akademis, tetap saja tak ada yg memakai busana toga waktu menempuh kelas di perkuliahan. dapat terlihat aneh kelak terlihatnya.

    Namun dikutip dari ide2gue.blogspot.com, biarpun bentuk toga tak modis & keren, tetap saja, busana ini paling dinantikan untuk dipakai siapa saja yg masih menempuh ilmu di bangku perkuliahan. karena toga adalah pakaian resmi yg dipakai dalam seremoni / upacara wisuda waktu kelulusan mahasiswa dari kuliah mereka. tak hanya itu, dibalik bentuknya yg aneh, toga juga mempunyai sejarah serta filsafat yg cukup panjang.



    SEJARAH TOGAKata toga berasal dari tego, yg dalam bahasa latin bermakna penutup. biarpun umumnya dikaitkan dengan bangsa romawi, toga sesungguhnya berasal dari sejenis jubah yg dikenakan oleh pribumi italia, yaitu bangsa etruskan yg hidup di italia sejak 1200 sm. kala itu, bentuk toga belum berbentuk jubah, namun sebatas kain sepanjang 6 meter yg cara menggunakannya sebatas dililitkan ke tubuh. walau tak praktis, toga adalah satu-satunya pakaian yg dianggap pantas waktu seseorang berada diluar ruangan untuk menutupi tubuh mereka.

    Sejarah toga sesudah itu berkembang di romawi waktu toga dijadikan busana orang-orang romawi. waktu itu toga adalah pakaian berupa sehelai mantel wol tebal yg dikenakan sesudah mengenakan cawat / celemek. toga diyakini telah ada sejak era numapompilius, raja roma yg kedua. toga ditanggalkan bila pemakainya berada di dalam ruangan, / bila melakukan pekerjaan berat di ladang, tetapi toga dianggap satu-satunya busana yg pantas bila berada di luar ruangan.

    Perihal ini terbukti dalam sesuatu cerita cincinnatu yg adalah seorang petani, waktu ia masih membajak ladangnya, ia kedatangan para utusan senat dengan tujuan untuk mengabari dirinya telah dijadikan diktator / penguasa. diceritakan dalam riwayat itu, begitu cincinnatu lihat mereka, dia serta merta menyuruh isterinya mengambilkan pakaian toganya dari tempat tinggal untuk dikenakannya hingga utusan-utusan itu bisa disambut dengan layak. cerita tentang cincinnatu ini sebenarnya belum dapat diuji validitasnya, namun hadirnya cerita itu justru semakin menunjukkan sentimen penghormatan bangsa romawi terhadap toga.

    [​IMG]Seiring berjalannya waktu, pemakaian toga untuk busana sehari-hari perlahan mulai ditinggalkan. namun tidak bermakna toga hilang begitu saja. sebab sesudah itu bentuknya dimodifikasi menjadi sejenis jubah. akhirnya modifikasi itu mengangkat derajat toga dari pakaian sehari-hari menjadi pakaian resmi seremonial yg mana diantaranya yakni seremonial wisuda.

    Di negeri barat, kostum kelulusan hanya disebut gown. Sementara topi berbentuk bujur sangkar disebut mortarboard. Ada juga yg menyebutnya “graduate cap” & “black cap”.

    Banyak peneliti meyakini mortarboard merupakan pengembangan dari biretta, yakni topi yg dikenakan oleh pendeta Katolik Roma. Biretta sendiri terinspirasi dari bahasa Italia “berretto” (berasal dari kata latin “birrus” & Yunani “pyrros”). Di jaman Romawi sekitar abad 12 hingga 14, berretto sebagai ciri bagi kalangan pelajar akademik, seniman, & humanis.

    Walau demikian, paten mortarboard justru menjadi milik penemu dari Amerika Serikat, Edward O` Reilly & imam Katolik, Joseph Durham di tahun 1950. Mungkin karena dibentuk bujursangkar, serta penambahan komponen seperti besi di dalam mortarboard sehingga lebih kokoh. Nyatanya, tak semua mortarboard dewasa ini memakai besi di dalamnya.

    Sejak disahkannya paten tersebut, mortarboard dengan bentuk seperti yg kita lihat dewasa ini menjadi umum di seluas dunia. Penambahan komponen tali pada mortarboard pun diduga berasal dari tradisi orang Amerika. Di negara tersebut, semua jenis kelulusan dari tingkat sekolah dasar hingga SMA serta Universitas selalu memakai “gown” & “mortarboard”.



    FILOSOFI PAKAIAN DAN TOPI TOGA SAAT WISUDAToga pula memempunyai arti filosofis yg kental, salah satunya yakni arti warna hitam pada toga. mengapa toga justru memakai warna hitam yg sering diidentikkan dgn perihal yg misterius serta gelap. mengapa tidak warna putih yg menggambarkan kecerahan serta keindahan yg dipakai ? Ternyata pemilihan warna hitam gelap pada toga adalah simbolisasi yaitu misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan, tak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dgn ilmu pengetahuan yg selama ini didapat olehnya. warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu, tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya.

    tak hanya warna pada jubah toga yg memuat filosofi mendalam, ternyata ada pula arti filosofis dari bentuk persegi pada topi toga. sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang.

    [​IMG][​IMG]

    Tali pada mortarboard disebut juga dengan “tassel”. Tidak semua tingkatan pendidikan di Amerika Serikat selalu memindahkan tassel dari kiri ke kanan, walau tassel menjadi aksesoris penting pada mortarboard. Misalnya, untuk mahasiswa pascasarjana (S2) selalu membiarkan tassel di sisi kiri. Warna tassel pun banyak ragamnya. Pada tingkat Senior High (sebanding SMA) warna tassel terdiri dari tiga warna, salah satu menjadi warna sekolah tersebut (color identity). Lalu di tingkat sekolah tinggi, mahasiswa yg lulus dengan gelar cum laude mengenakan tassel berwarna emas.

    Mengapa pada kebanyakan upacara kelulusan (wisuda) tassel sering dipindahkan dari sisi kiri ke sisi kanan? Banyak pendapat mengenai ini, tanpa ada dasar yg pasti.

    Ada pendapat menyebutkan, pemindahan ini mengartikan bahwa seorang mahasiswa saat masih belajar di universitas selalu menggunakan otak kiri. Maka, setelah lulus pemindahan tassel ke sisi kanan dengan harapan saat terjun ke masyarakat, siswa tersebut juga menggunakan otak kanan. Sementara pendapat lain – umum dipercaya masyarakat barat – menyebutkan ini hanya prosesi biasa.

    Ada perbedaan di sini, tassel awalnya menggantung di sisi kanan. Ini artinya siswa masih berstatus candidate (calon kelulusan), & ketika dipindahkan ke sisi kiri artinya sudah graduate (lulus). Ada juga pendapat yg mengatakan pemindahan tassel sebagai arti bahwa mahasiswa yg lulus telah siap menyongsong hidup baru.



    Originally posted 2013-10-04 21:00:33. Republished by Blog Post Promoter

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Sejarah dan Filosofi Toga Dalam Upacara Wisuda diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Sejarah dan Filosofi Toga Dalam Upacara Wisuda.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page