Liga Inggris Sejarah Hari Ini (22 Maret): Sepakan Bebas Sinisa Mihajlovic Sunyikan Stamford Bridge

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 22, 2015.

Discuss Sejarah Hari Ini (22 Maret): Sepakan Bebas Sinisa Mihajlovic Sunyikan Stamford Bridge in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,286
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Bagi Anda yang sudah mengikuti perkembangan sepakbola sejak awal atau pertengah 90-an, pasti lekat dengan nama satu ini, Sinisa Mihajlovic. Pesepakbola asal Yugoslavia yang kni akhirnya pecah menjadi Serbia ini merupakan salah satu ikon liga terpopuler saat itu, Serie A Italia.

    Merupakan salah satu dari generasi emas Red Star Belegrade, bersama Robert Prosinecki, Vladimir Jugovic, Dejan Savisevic, Darko Pancev, dan Miodrag Belodedici, Mihajlovic kemudian malang-melintang di Negeri Pizza bersama AS Roma, Sampdoria, Lazio, hingga mengakhiri karier sepakbolanya bersama FC Internazionale pada 2006.

    Sebagai seorang bek sentral yang tak kikuk beroperasi sebagai bek kiri, Mihajlovic justru tidak dikenal dengan ketangguhannya kala berperan sebagai benteng pertahanan. Sosoknya malah lebih dikenang sebagai bek tajam yang gemar mencetak gol lewat situasi tendangan bebas. Ia bahkan masih memegang rekor gol terbanyak melalui tendangan bebas di Serie A, dengan 28 gol.
    Matchday 6 fase kedua Grup D Liga Champions 1999/00
    Chelsea 1-2 Lazio
    [​IMG]
    22 Maret 2000
    Stamford Bridge
    Wasit: Vitor Manuel Melo Pereira (Portugal)
    Gol: 1-0 Gustavo Poyet 45' 1-1 Simone Inzaghi 54' 1-2 Sinisa Mihajlovic​
    Chelsea: De Goey, Ferrer, Desailly, Leboeuf (Hogh 61'), Babayaro (Morris 75'), Petrescu, Di Matteo, Deschamps, Poyet, Flo, Zola
    Pelatih: Gianluca Vialli

    Lazio: Marchegiani, Negro, Couto, Mihajlovic, Pancaro, Stankovic, Veron, Simeone, Almeyda, Nedved, Inzaghi (Salas 67') (Gottardi 88')
    Pelatih: Sven-Goran Eriksson

    "Apa yang bisa dilakukan Mihajlovic saat mengeksekusi tendangan bebas kadang di luar akal. Saya bahkan kerap berpikir butuh dua kiper dalam satu gawang, untuk bisa menahan tendangannya," begitu gambaran Sven-Goran Eriksson, soal sepakan bebas khas Mihajlovic.

    Salah satu sepakan bebas Mihajlovic yang paling dikenang terjadi pada 22 Maret 2000, di Stamford Brige, yang tak lain merupakan markas raksasa Liga Primer Inggris, Chelsea. Kala itu klubnya, Lazio, harus melakoni duel pamungkas fase kedua Grup D Liga Champions 1999/00, untuk menentukan juara grup.

    Sama-sama memiliki 11 poin, The Blues sedikit lebih diunggulkan karena pada pertemuan pertama di Olimpico Roma, mereka sukses menahan Tim Elang Muda seri kacamata.

    Prediksi itu pun nyaris mendekati kenyataan, menilik apa yang terjadi di paruh pertama pertandingan. Chelsea sanggup menguasai penuh jalannya laga dengan Lazio dibuat bertahan total. Tuan rumah akhirnya sanggup memecah kebuntuan sesaat jelang turun minum, melalui sepakan geledek Gustavo Poyet dari jarak 23 yard. Chelsea unggul 1-0.

    Lazio kemudian bangkit secara luar biasa di babak kedua. Apa yang terpapar di paruh pertama berbalik, dengan I Biancoceleste yang mendominasi jalannya pertandingan. Tak pelak, mereka pun sanggup menyamakan keadaan di menit ke-54, setelah Simone Inzaghi sukses memaksimalkan umpan tarik Pavel Nedved dari sisi kanan pertahanan lawan.

    Berselang 12 menit dari gol Inzaghi, momen bagi Mihajlovic pun tiba. Berawal dari pelanggaran Calestine Babayaro terhadap Nedved di sisi kiri kotak penalti timnya, dari sudut sempit Mihajlovic mengambil tembakan bebas. Ajaib! Sepakan kerasnya meluncur deras masuk ke jala Ed De Goey! Lazio berbalik unggul 2-1.

    Gli Aquilotti pun akhirnya menang setelah skor tidak berubah hingga akhir laga dan berhak lolos ke fase perempat-final, dengan didampingi Chelsea sebagai runner-up. Sayangnya, di fase knock-out langkah kedua tim harus terhenti oleh duo Spanyol. Lazio kalah agregat 5-3 dari Valencia, sementara Chelsea kalah agregat 6-4 dari Barcelona.

    Di masa depan bintang utama Chelsea, Gianfranco Zola, lantas menyampaikan sanjungannya pada gol spektakuler Mihajlovic tersebut. "Mihajlovic sanggup mencetak gol dari mana pun. Jarak dekat maupun jarak jauh, tendangan bebasnya sama-sama mematikan," tuturnya dalam wawancara dengan Four Four Two pada 2007 silam.

    Mihajlovic sendiri kini telah menjelma jadi pelatih kawakan Serie A, dengan pernah melatih Bologna, Catania, Fiorentina, timnas Serbia, hingga kini bersama klub lawasnya, Sampdoria.

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Sejarah Hari Ini (22 Maret): Sepakan Bebas Sinisa Mihajlovic Sunyikan Stamford Bridge
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page