• Silahkan bergabung dengan chat kami di Telegram group kami di N3Forum - https://t.me/n3forum
  • Welcome to the Nyit-Nyit.Net - N3 forum! This is a forum where offline-online gamers, programmers and reverser community can share, learn, communicate and interact, offer services, sell and buy game mods, hacks, cracks and cheats related, including for iOS and Android.

    If you're a pro-gamer or a programmer or a reverser, we would like to invite you to Sign Up and Log In on our website. Make sure to read the rules and abide by it, to ensure a fair and enjoyable user experience for everyone.

Liga Inggris Sejarah Hari Ini (29 September): Banjir Gol Di Fratton Park

Bola

SBOBET
Journalist
Laga antara Portsmouth dan Reading menjadi laga dengan gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. Laga tersebut digelar di Fratton Park, markas Portsmouth, pada 29 September 2007. Sebelas gol tercipta dalam laga itu dengan skor akhir 7-4 untuk keunggulan Portsmouth.

Kemenangan Portsmouth tentu sudah diprediksi sebelumnya. Pompey masih belum terkalahkan di kandang musim itu, sementara Reading tak pernah menang atas mereka dalam sepuluh tahun terakhir. Namun siapa sangka tim tamu bisa memberikan perlawanan dan membuat laga tersebut jadi yang paling menarik sepanjang sejarah.

Benjani Mwaruwari membuka keunggulan Pompey dengan dua gol di paruh pertama. Penyerang Zimbabwe itu diberi kesempatan bermain karena Nwankwo Kanu karena cedera, tetapi langsung pamer ketajaman ketika laga dimulai. Tepatnya di menit 11, ia menyambar umpan silang Sulley Muntari untuk menciptakan gol pertamanya.

Benjani menggandakan keunggulan Pompey lewat gol yang lebih spektakuler delapan menit jelang jeda, ia menari di tengah lapangan, melewati kepungan, lalu melepaskan sepakan jarak jauh dari jarak 20 meter. Bola menyisir tanah dengan deras dan menyasar jala tanpa sempat dijangkau Marcus Hahnemann yang mengawal gawang Reading.

Entah apa yang diinstruksikan oleh Steve Coppell, manajer Reading, tetapi timnya tampil lebih eksplosif di lima menit terakhir. Mereka menumpuk semua pemain di sepertiga akhir lapangan dan memberikan tekanan hebat pada pertahanan Pompey. Hasilnya, The Royals berhasil memangkas ketertinggalan lewat tandukan Stephen Hunt menyusul kemelut di depan gawang David James.



Gol pembuka Benjani ke gawang Reading.​

"Paruh pertama mungkin merupakan 45 menit terbaik kami musim ini, tapi kebobolan di menit akhir jelang jeda berhasil membangkitkan mereka,” ungkap Joe Jordan, manajer Portsmouth, tentang dominasi Pompey di paruh pertama.

Masuk paruh kedua, Reading langsung menyamakan kedudukan lewat Dave Kitson. Ia berhasil melewati James yang terlalu agresif keluar dari sarangnya, lalu melakukan penyelesaian dingin dari jarak 20 yard. Satu tribun yang berisikan fans Reading pun meledak, tetapi gemuruh kecil itu tidak bertahan terlalu lama.

Hermann Hreiðarsson, Benjani, dan Niko Kranjar langsung mencetak tiga gol dalam 20 menit. Reading berhasil memangkas keunggulan lewat gol spektakuler Shane Long setelahnya, tetapi gol bunuh diri Ívar Ingimarsson dan penalti Muntari mengunci kemenangan Pompey. Sol Campbell melakukan gol bunuh diri di menit 90+4, namun itu hanya menjadi gol hiburan bagi The Royals.

Laga telah selesai dan Portsmouth berhasil meraih tiga angka. Adapun lampo sorot mengarah pada Benjani dan sang penyerang Zimbabwe menuai pujian pasca laga, termasuk dari Jordan. "Orang-orang mengatakan kalau kami hanya punya satu penyerang (Kanu), tapi hari ini membuktikan kalau tiga gol tercipta dan tak ada yang lebih pantas mencetak hat-trick selain Benji,” ungkap sang manajer.

Di akhir musim, Portsmouth finis di peringkat delapan, tetapi mereka memiliki hak untuk melakoni kualifikasi Piala UEFA karena menjuarai Piala FA setelah mengalahkan Cardiff City. Benjani menjadi topskor Pompey dengan catatan 12 gol di semua kompetisi, tetapi memilih untuk hengkang ke Manchester City pada Februari 2008.

liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, Sejarah Hari Ini (29 September): Banjir Gol Di Fratton Park
 
Top