Liga Jerman Sejarah Hari Ini (9 Juni): Gebrakan Wajah Baru Jerman

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jun 9, 2016.

Discuss Sejarah Hari Ini (9 Juni): Gebrakan Wajah Baru Jerman in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    42,662
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Piala Dunia 2006 bisa dikatakan sebagai momentum kebangkitan sepakbola Jerman. Pasalnya di turnamen tersebut, Jerman mulai meretas ke tangga kesuksesan lewat performa yang mengesankan.

    Sebelumnya, di sejumlah laga uji coba jelang bergulirnya Piala Dunia 2006, Jerman tampil kurang mengesankan dan tak meyakinkan. Bahkan mantan presiden federasi sepak bola Jerman (DFB), Theo Zwanziger mengungkapkan pihaknya pernah memiliki rencana memecat pelatih timnas Jerman saat itu, Jurgen Klinsmann.

    SIMAK JUGA
    Kabar Transfer Terbaru
    Kabar Terbaru Dari Arena Euro 2016
    Kabar Terbaru Dari Copa America Centenario

    Zwanziger bersama tiga eksekutif top DFB lainnya berupaya mengantisipasi 'bencana sepakbola' yang diprediksi bakal terjadi pada skuat Jerman di Piala Dunia 2006 di bawah asuhan Klinsmann, dengan Matthias Sammer akan menggantikannya.

    "Saya harus mengakui saya sempat memiliki keraguan terhadap pelatih kami. Sehingga kami menyiapkan rencana B," kata Zwanziger.

    "Jika kinerja Klinsmann tidak lagi bisa ditolerir, kami telah menyiapkan pelatih pengganti, Sammer Matthias. Dan pergantian akan langsung dilakukan spontan dengan pemberitahuan singkat," lanjutnya.

    Namun ternyata Klinsmann mampu membawa Jerman tampil cemerlang dan melaju hingga ke semifinal. Dan semuanya dimulai pada 9 Juni, sepuluh tahun silam.

    Bertanding di Allianz Arena, Jerman meladeni Kosta Rika. Klinsmann memainkan skuat terbaik Jerman kala itu dan dengan gaya bermain yang jauh lebih atraktif dan enerjik, juga dinamis, sangat berbeda dari ikon permainan Jerman yang cenderung lambat di awal, tapi kencang di akhir. Di laga ini, Jerman sudah langsung agresif sejak awal.

    Hasilnya, di menit keenam, Jerman sudah memimpin lewat gol Philipp Lahm, meski kemudian disamakan Paulo Wanchope di menit 12. Skor imbang 1-1 hanya bertahan lima menit karena gol Miroslav Klose membawa Jerman memimpin lagi.

    Di babak kedua, Klose kembali mencetak gol di menit 61 sebelum Wanchope memperkecil ketertinggalan di menit 73. Tapi gol Thorsten Frings di menit 87 menegaskan keunggulan Jerman di laga itu.

    Setelahnya, di dua laga fase grup lainnya, Jerman bisa meraih kemenangan, yaitu 1-0 melawan Polandia lewat gol telat Oliver Neuville dan 3-0 atas Ekuador dengan Klose melesakkan dua gol dan Lukas Podolski menyumbang satu gol.

    Lolos ke 16 besar, giliran Swedia yang digasak dengan skor 2-0. Sementara di perempat-final, tim unggulan Argentina yang disingkirkan lewat drama adu penalti setelah di waktu normal kedudukan berkesudahan 1-1.

    Sayangnya, di semi-final, langkah Jerman terhenti oleh Italia, yang pada akhirnya menyudahi turnamen dengan gelar juara di tangan dengan menundukkan Prancis. Namun, Jerman di era Klinsmann tersebut sudah membuka mata dunia bahwa mereka sudah mendapatkan lagi kekuatan terbaik mereka. Proses regenerasi yang dilanjutkan Joachim Low berimbang positif, yang berujung pada finalis Piala Eropa 2008, juara ketiga Piala Dunia 2010, semi-finalis Piala Eropa 2012 dan trofi Piala Dunia 2014.

    liga jerman, u19, hari ini, logo, seri b, malam ini, klasemen, Sejarah Hari Ini (9 Juni): Gebrakan Wajah Baru Jerman
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page