Situs Berita Reuters Dibobol Hacker Suriah

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Jun 25, 2014.

Discuss Situs Berita Reuters Dibobol Hacker Suriah in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,101
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    <p></p><p>Situs Kantor Berita Reuters kembali menjadi korban peretasan oleh kelompok hacker asal Suriah, Syrian Electronic Army (SEA) pada Minggu (22/06). Menurut ibtimes.com hal tersebut dilakukan oleh kelompok tersebut sebagai bentuk protes bagi Reuters yang sering memberitakan pemberitaan yang salah mengenai negara Suriah. </p><p>SEA sendiri adalah kelompok hacker yang menjadi loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kelompok ini mengumumkan penyerangan ini melalui aku twitter mereka @Official_SEA16. Hal ini adalah penyerangan terbuka pertama kali yang dilakukan oleh tentara virtual di negara Arab. </p><p>Pesan yang dikirimkan oleh SEA adalah Stop publishing fake reports and false articles about Syria yang berarti &#8221;Hentikan publikasi laporan palsu dan artikel palsu tentang Suriah&#8221;. </p><p>Pesan selanjutnya adalah Pemerintah Inggris Raya mendukung teroris di Suriah untuk menghancurkan negara ini. Hentikan penyebaran propaganda ini.</p><p>Namun menurut ahli sekuriti kebocoran keamanan ini bukan berasal dari situs Reuters itu sendiri, tapi terjadi celah karena situs periklanan Taboola. Situs ini mengiklan pada artikel yang terdapat pada situs Reuters. SEA memanfaatkan kelemahan pada situs Taboola untuk menyerang situs Reuters. </p><p>Pada Minggu lalu, CEO dan pendiri Taboola, Adam Singolda, memberi pernyataan yang mengatakan bahwa serangan ini menggunakan teknik phishing. </p><p>Pada blognya, Adam Singolda, menulis bahwa pada hari Minggu pukul 7 hingga 8 pagi, sebuah organisasi yang menamakan dirinya Syrian Electronic Army meretas aplikasi Taboola yang terdapat pada Reuters.com. </p><p>Penyusup memanfaatkan pengguna untuk mengakses halaman artikel yang terdapat Reuters.com untuk masuk ke halaman lain (phishing), ungkap Adam. </p><p>Kebocoran ini telah dideteksi sekitar pukul 7.25 pagi dan telah dihapus pada pukul 8 pagi. Tidak ada aktivitas yang mencurigakan lainnya sejak saat itu, dan total waktu dari kejadian ini hanya 60 menit,lanjut Adam. </p><p>Terakhir kali Reuters diretas oleh SEA adalah ketika hacker ini memposting artikel yang salah pada 2012. Artikel palsu tersebut berisi pemberitaan mengenai kematian Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud al-Faisal. Hal ini mengundang protes terhadap Reuters melalui media sosial Twitter. </p>
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page