Liga Indonesia Soal PSSI, Pimpinan DPR RI Bakal Temui Presiden Joko Widodo

Discussion in 'Bola' started by Bola, May 26, 2015.

Discuss Soal PSSI, Pimpinan DPR RI Bakal Temui Presiden Joko Widodo in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Komisi X DPR RI menggelar Rapat Umum Dengar Pendapat (RDPU) dengan PSSI di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (26/5). Dalam RDPU itu ada beberapa kesimpulan yang dihasilkan kedua pihak.

    Fokus pembahasan dari RDPU tersebut adalah mengenai surat keputusan Menpora RI, yang memberikan sanksi pembekuan terhadap PSSI per tanggal 17 April 2015. Kemudian, dalam rapat itu juga dibahas mengenai kronologi Persipura Jayapura yang batal menjamu Pahang FA di babak 16 besar Piala AFC 2015, Selasa (26/5).

    Bukan hanya itu, para anggota Komisi X DPR juga menyoroti tenggat FIFA terkait penyelesaian konflik Kemenpora dan PSSI, yang jatuh pada 29 Mei nanti.

    "Mengingat FIFA akan memberi tindakan (sanksi) ke PSSI pada 29 Mei, Komisi X segera mengkonsultasikan hal ini kepada pimpinan DPR untuk langkah-langkah strategis selanjutnya sebelum 29 Mei, termasuk meminta pimpinan DPR melakukan pertemuan konsultasi dengan Presiden," tulis catatan dari hasil RDPU tersebut.


    Berikut catatan lengkap RDPU Komisi X dengan PSSI, PT Liga Indonesia, serta Perwakilan klub ISL, Divisi Utama, dan Liga Nusantara:

    1. Komisi X DPR RI memberikan apresiasi atas penjelasan dari PSSI, PT Liga Indonesia, perwakilan klub sepakbola dari Liga Nusantara dan Divisi Utama terkait dengan SK Menpora No. 01307 Tahun 2015 tentang pengenaan sanksi administrasi berupa kegiatan keolahragaan PSSI tidak diakui dan permasalahan persepakbolaan nasional, dengan catatan sebagai berikut:
    a. Terkait putusan sela PTUN Jakarta, PSSI meminta agar Komisi X DPR RI mendesak Menpora RI mencabut SK No. 01307 Tahun 2015 tentang pengenaan sanksi administrasi berupa kegiatan keolahragaan PSSI tidak diakui mengingat batas waktu pengenaan sanksi FIFA jatuh pada tanggal 29 Mei 2015 dan juga even SEA Games 2015 di Singapura yang juga diikuti tim nasional sepakbola.

    b. Berkaitan dengan insiden pembatalan pertandingan antara Pahang FA (Malaysia) dan Persipura Jayapura (Indonesia) dalam Piala AFC 2015, PSSI meminta agar keberadaan BOPI ditinjau kembali karena dipandang tidak sesuai dengan UU No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan telah menghambat keluarnya rekomendasi izin pemain asing dan tim asing yang akan bertanding di Indonesia.

    c. Persipura Jayapura Indonesia menyampaikan bahwa pembatalan pertandingan dengan Pahang FA dalam Piala AFC 2015 yang diakibatkan keterlambatan keluarnya rekomendasi BOPI untuk izin visa telah menimbulkan dampak besar baik material dan moral terhadap klub dan masyarakat.

    2. Komisi X DPR RI mendesak agar semua pihak terutama Menpora RI untuk melaksanakan hasil penetapan PTUN Jakarta No.91/G/2015/PTUN.Jkt

    3. Seluruh penjelasan PSSI, PT Liga Indonesia, perwakilan Liga Nusantara, dan Divisi Utama sebagai dimaksud pada nomor 1 akan dijadikan bahan dan pertimbangan utama dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora RI yang telah dijadwalkan pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2015. Namun demikian Menpora RI belum dapat memenuhi undangan tersebut dan telah meminta penundaan Rapat Kerja menjadi awal Juni 2015 dengan alasan Menpora sedang melakukan kegiatan terkait persiapan SEA Games XXVIII 2015.

    4. Mengingat dampak surat FIFA yang akan memberi tindakan (sanksi) ke PSSI pada tanggal 29 Mei 2015 apabila SK Menpora No.01307 tahun 2015 tidak dicabut oleh Menpora RI, maka Komisi X DPR RI akan segera mengkonsultasikan hal ini kepada pimpinan DPR RI untuk langkah-langkah strategis selanjutnya sebelum tanggal 29 Mei 2015, termasuk meminta pimpinan DPR melakukan pertemuan konsultasi dengan Presiden.

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Soal PSSI, Pimpinan DPR RI Bakal Temui Presiden Joko Widodo
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page