Liga Indonesia SPESIAL: Fakta Menarik Laga Final Piala Asia 2015

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jan 31, 2015.

Discuss SPESIAL: Fakta Menarik Laga Final Piala Asia 2015 in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,266
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Gelaran Piala Asia 2015 telah memasuki tahap akhir, di mana dua seteru Korea Selatan dan Australia akan saling berhadapan di partai pamungkas yang digelar di ANZ Stadium Sydney, Sabtu (31/1) sore WIB.

    Laga tersebut, bukanlah yang pertama bagi kedua kesebelasan untuk saling berhadapan di pentas internasional, duel terkini terjadi saat di babak penyisihan grup lalu, saat itu Taegeuk Warriors berhasil membungkam pasukan Socceroos di hadapan publik sendiri dengan skor tipis 1-0.

    Namun jelang berlangsungnya pertandingan kedua di turnamen yang sama, situasinya jelas akan berbeda dan Goal Indonesia coba merangkum deretan hal menarik seputar laga tersebut:
    SALING KENAL KEKUATAN LAWAN​
    [​IMG]

    Winger kiri Australia, Robbie Kruse akan dihadapkan dengan ketangguhan Cha Du-Ri di kanan pertahanan Korea Selatan, kendati demikian keduanya telah saling mengenal, mengingat pernah menjadi satu rekan di kompetisi Jerman bersama Fortuna Duesseldorf. Hijrah ke Bayer Leverkusen, Kruse pun kemudian menjadi sahabat Son Heung-Min.

    Sementara itu, gelandang Socceroos, Matt McKay merupakan teman satu tim Kim Chang-Soo di Busan I'Park yang biasanya saling bergandengan kontra Lee Myung-Joo di liga domestik Korea Selatan (K-League). Di Inggris, Mile Jedinak yang bersama Crystal Palace, kerap berduel dengan Ki Sung-Yueng yang berkostum Swansea City.

    Di pentas Liga Champions Asia, kedua insan kesebelasan lebih sering bertemu, di mana saat Western Sydney Wanderers menjadi kampiun tahun lalu, salah satu penyerang mereka, Tomi Juric kerap mendapat tantangan dari bek Korsel yang berkiprah di mancanegara seperti Kwak Tae-Hwi (Al-Hilal) dan Kim Young-Gwon (Guangzhou Evergrande).
    REKOR PERTEMUAN​
    [​IMG]
    Dari segi catatan pertemuan, Korea Selatan dan Australia telah kerap bertemu dalam pertandingan internasional. Keduanya tercatat telah saling berhadapan dalam 32 laga lintas turnamen maupun uji coba. Dari jumlah tersebut, Korsel mampu menorehkan 11 kemenangan, sedangkan Australia memiliki 12 hasil positif. Sementara sembilan pertemuan lainnya berakhir imbang.

    Pertemuan terakhir kedua tim terjadi juga di Piala Asia tahun ini, tepatnya pada 17 Januari lalu saat babak penyisihan grup turnamen berlangsung. Kala itu Korsel berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 atas Australia di Suncorp Stadium berkat gol tunggal Lee Jeong-Hyeop
    PERTAHANAN vs. PENYERANGAN TERBAIK​
    [​IMG]
    Dalam perjalanan menuju partai puncak, Korea Selatan dan Australia menorehkan statistik kontras dalam urusan teknis permainan. Di satu sisi, Korsel di bawah asuhan Uli Steilike berhasil menerapkan gaya bermain dengan mengandalkan pertahanan disiplin. Hal itu membuat mereka sejauh ini menjadi satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan dalam lima pertandingan Piala Asia.

    Sementara di kubu lawan, racikan Ange Postecoglou mampu menghadirkan gaya permainan yang atraktif bagi skuat Australia. Skema permainan terbuka yang diterapkan mereka dalam mengarungi persaingan di turnamen kali ini mampu membuat Socceroos menjadi tim tersubur sejauh ini dengan catatan 12 gol. Fakta mengesankan lainnya adalah, sepuluh dari jumlah gol tersebut datang dari pemain yang berbeda.
    BERBURU SEJARAH​
    [​IMG]
    Saat awal ditunjuk menjadi tuan rumah turnamen, Australia telah mencanangkan target tinggi mereka untuk menjadi juara. Dan kini, langkah mereka untuk mewujudkan ambisi tersebut kian menjadi nyata. Kemenangan atas Korea Selatan akan membuat mereka mencatatkan sejarah baru dengan memenangi trofi pertama mereka di pentas resmi Asia sejak bergabung dari Oseania pada 2006 silam.

    Hal yang sama namun dalam konteks berbeda juga ditargetkan oleh kubu Korsel. Pasukan Taegeuk Warriors mengemban asa untuk meraih trofi ketiga sekaligus mengakhiri dahaga gelar Piala Asia mereka yang telah berlangsung selama 55 tahun terakhir. Selain itu, mereka juga berambisi untuk menjadi tim kedua yang merengkuh titel juara tanpa kebobolan sepanjang turnamen, terakhir kali hal itu mampu dilakukan oleh Iran saat memenangkan Piala Asia tahun 1976.

    Saksikan perjuangan 16 tim menjadi yang terbaik di Piala Asia 2015 melalui siaran streaming LIVESPORT. Siaran dapat disaksikan di PC, tablet, maupun smartphone dengan tarif 7,99 dolar AS. Daftar sekarang di sini!

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, SPESIAL: Fakta Menarik Laga Final Piala Asia 2015
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page