Liga Indonesia SPESIAL HUT Ke-82 Persib Bandung: Starting XI Terbaik Persib Di Era Liga Indonesia

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 14, 2015.

Discuss SPESIAL HUT Ke-82 Persib Bandung: Starting XI Terbaik Persib Di Era Liga Indonesia in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,308
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Banyak pemain besar yang telah dilahirkan Persib Bandung. Nah, tepat di hari jadinya yang ke-82 tahun pada hari ini, Goal Indonesia mencoba menghadirkan susunan 11 pemain terbaik tim Maung Bandung sejak era Liga Indonesia dimulai pada 1994/95.

    Memang, harus disadari pemilihan ini tidak akan memuaskan semua pihak. Tapi, redaksi Goal Indonesia mencoba seobjektif mungkin dalam penyusunan tim ini. Mulai dari kualitas maupun prestasi yang dihadirkan dari sang pemain.

    Pada susunan kali ini, skema yang diterapkan adalah 4-3-3 meski yang ditetapkan sebagai pelatih dalam tim tersebut adalah Indra Tohir yang sangat memfavoritkan pola 3-5-2. Berikut susunan starting XI Persib di era Liga Indonesia:

    [​IMG]

    Untuk posisi penjaga gawang pilihan jatuh kepada I Made Wirawan. Memang selain kiper asal Bali itu, juga diperhitungkan kiper asal Thailand Sinthaweechai (Kosin) Hathairattanakool. Dari segi kualitas, kedua kiper itu sama-sama memiliki refleks yang bagus. Begitu pula dalam membaca permainan lawan, sehingga bisa dengan cekatan mengantisipasi berbagai ancaman yang dihadirkan lawan di depan gawang.

    Tapi, dari segi prestasi I Made lebih unggul lantaran berhasil membawa Persib menjadi juara Indonesia Super League 2014. Penampilan gemilangnya di partai final dengan menggagalkan penalti Nelson Alom, menjadi salah satu faktor terbesar Persib berhasil memboyong gelar tersebut.

    Beralih ke lini belakang, Supardi menjadi pilihan untuk mengisi pos bek kanan. Punya daya jelajah tinggi dalam membantu penyerangan tim. Tak jarang, dari umpan-umpan silangnya kerap menjadi santapan empuk para striker Maung Bandung untuk menceploskan bola ke gawang lawan. Dia pun disiplin dalam menjaga area pertahanannya.

    Dua slot di lini belakang disambar dua legenda Maung yaitu Robby Darwis dan Nandang Kurnaedi. Bobotoh di manapun pasti tahu ungkapan 'Halik Ku Aing' yang berarti 'sudah saya hadapi'. Ungkapan ini bermula dari sang mantan kapten yang kemudian pernah membesut Persib.

    Dengan postur dan stamina apik, Robby adalah bek tangguh andalan Persib hingga ke level timnas. Jago berduel bola-bola udara, Robby juga piawai membaca serangan lawan dan memberi komando pada rekan-rekannya untuk mengamankan area bahaya. Sementara itu, Nandang dikenal sebagai bek sayap yang rajin naik-turun membantu serangan tanpa melupakan pertahanan. Umpannya akurat dan ketika bertahan lugas tanpa kompromi memutus pergerakan musuh.

    Lugas dan tak kenal kompromi adalah ciri dari Charis Yulianto. Dia adalah salah satu bek yang paling ditakuti di eranya. Dia juga andal dalam duel-duel udara dan tak jarang mencetak gol melalui kepalanya. Ban kapten timnas Indonesia pun pernah melingkar di lengannya.

    Untuk posisi lini tengah, Muhammad Ridwan terpilih menempati sisi sayap kanan. Mobilitasnya dalam menyisir pertahanan lawan dari sisi sayap kerap merepotkan bek-bek lawan. Selain memberikan assist, dia juga bisa menjadi salah satu pemecah kebuntuan tim.

    Makan Konate bisa dibilang menjadi idola baru bagi Bobotoh sejak bergabung pada ISL 2014. Dia adalah salah satu aktor lini tengah yang ikut berandil besar dalam membawa Persib menjadi juara ISL 2014. Mobilitasnya di lini kedua Maung Bandung sulit dibendung dan posisinya tak tergantikan. Bahkan, dia adalah top skor Persib musim lalu. Penampilan apiknya itu membuatnya mendapatkan ganjaran sebagai pemain terbaik ISL 2014 versi Goal Indonesia.

    Sejumlah nama gelandang serang tenar selalu dilahirkan Persib semenjak zaman Ligina. Sebut saja Yudi Guntara, Yaris Riyadi, hingga Eka Ramdani yang sekarang memperkuat Semen Padang. Tapi, tidak satu pun di antara mereka yang bisa menggeser kemegahan nama Yusuf Bachtiar sebagai titik sentral serangan tim. Bertubuh kecil, Yusuf lincah bergerak cepat ke segala lini, pintar mengolah bola dan cerdik mengecoh lawan. Bukankah gol tunggal Sutiono Lamso ke gawang Petro berkat aksinya juga?

    Di lini depan, rasanya sulit menyingkirkan nama Sergio Van Dijk. Pemain yang didatangkan secara khusus oleh Persib dan kemudian dibantu naturalisasinya itu, pantas mendapatkan tempat di lini depan tim ini. Bagaimana tidak, dia mampu menjadi mesin gol Persib pada musim 2013. Kaki kanan-kiri, serta kepalanya bisa diandalkan untuk mencetak gol. Total 21 gol dari 29 pertandingan berhasil dia sumbangkan untuk Persib. Sayang, kebersamaannya dengan Persib hanya berlangsung satu musim lantaran adanya konflik dengan manajemen tim.

    Selanjutnya, terdapat nama Christian Bekamenga. Bekamenga adalah mantan striker timnas Kamerun U-23 dan pernah berkostum Persib pada musim 2007. Salah satu kenangan indah yang pernah pada Bobotoh adalah saat menyumbang dua gol ke gawang Persija di stadion Siliwangi. Sayang, sebuah kebijakan transfer manajemen Persib ditengarai sebagai salah satu faktor yang membuat Bekamenga pergi meninggalkan Bandung sebelum kompetisi berakhir.

    Andai saja Bekamenga tetap bahagia di Bandung, bukan tidak mungkin jutaan bobotoh tak perlu menunggu hingga nyaris dua dekade untuk menuntaskan dahaga gelar juara di kasta tertinggi sepakbola nasional.

    Jangan sampai melupakan nama yang satu ini jika berbicara Persib. Ya, Sutiono Lamso adalah pemain terbaik Ligina 1994/95 dengan torehan gol sebanyak 21. Penyerang asal Purwokerto sebenarnya jarang mencetak gol-gol spektakuler namun akurasi, penempatan posisi dan kejeliannya mencari sudut gawang yang bisa ditembus patut diacungi jempol. Hingga sekarang, masih banyak yang menilai jika Sutiono adalah striker terbaik yang pernah dimiliki Persib.

    Untuk sektor pelatih, Goal Indonesia memilih pelatih kawakan Indra Tohir. Siapapun yang pernah dilatih Indra pasti punya komentar serupa; materi latihan yang diberi sang legenda sangat berat. Akan tetapi, hasilnya selalu istimewa. Sejumlah nama tenar sukses malang melintang di sepakbola Indonesia. Di tangan Indra, Persib pernah mengalami masa keemasan dengan meraup dua gelar yaitu Perserikatan 1994 dan Ligina perdana pada 1994/95.

    Indra juga pernah membawa Persib ke babak perempat-final Piala Champions Asia (sekarang Liga Champions Asia) 1995. Prestasi itu sempat mengantarkan namanya sebagai pelatih terbaik AFC untuk bulan September 1995.

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, SPESIAL HUT Ke-82 Persib Bandung: Starting XI Terbaik Persib Di Era Liga Indonesia
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page