Liga Italia SPESIAL: Lima Alasan Anda Haram Lewatkan Derby Della Capitale

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jan 10, 2015.

Discuss SPESIAL: Lima Alasan Anda Haram Lewatkan Derby Della Capitale in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,952
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Giornata 18 Serie A Italia mungkin bakal jadi hiburan utama para pecinta sepakbola di akhir pekan ini. Bagaimana tidak, sepasang Grande Partita sekaligus digelar, yakni partai Napoli kontra Juventus dan Derby della Capitale antara AS Roma dan Lazio. Duel yang disebut terakhir, tampaknya lebih memberi nilai historis khusus.

    Bentrok dua tim ibu kota Italia ini memang selalu dinanti pada setiap musimnya. Keras, berkualitas, dan dramatis adalah gambaran sempurna, mengapa Derby Roma ditempatkan sebagai salah satu Derby terpanas di muka bumi. Tak percaya? Tanyakan itu pada tifosi fanantik mereka, Romanisti dan Laziale.

    Minggu (11/1) petang WIB, di stadion kebanggaan Olimpico Roma, keduanya bakal kembali beradu hebat, menentukan siapa yang layak jadi penguasa kota abadi, Curva Sud atau Curva Nord. Bakal semakin prestis karena performa kedua tim juga sedang bagus-bagusnya, dengan I Lupi sebagai runner-up klasemen sementara dan I Biancoceleste berada setingkat di bawahnya.

    Karenanya haram bagi Anda para pecinta sepakbola sejati melewatkan laga satu ini. Dan Goal Indonesia memberikan lima alasan, mengapa Anda tak boleh melewatkan Derby della Capitale esok!

    PARADE KARTU MERAH​
    [​IMG]

    Derby della Capitale adalah duel yang sangat menguras emosi dari masing-masing penggawa Roma dan Lazio. Karenanya tidak heran jika permainan keras lazim terjadi ketika kedua tim bertemu. Tak jarang, bentrokan yang menjurus ke fisik juga kerap berlanjut hingga menuju ruang ganti.

    Statistik pun memaparkan kesepakatannya atas atmosfer ala neraka Derby satu ini. Tercatat ada 16 kartu merah yang dihasilkan dalam 12 pertandingan terakhir! Dari jumlah laga tersebut, hanya ada satu duel saja yang tak menghasilkan kartu merah, yakni pada 7 November 2010.

    Sementara pertandingan yang paling benyak menghasilkan kartu merah dalam sejarah pertemuan mereka, terjadi pada 11 April 2009 dan 4 Maret 2012. Tiga kartu merah dikeluarkan, yang mana Lazio selalu keluar sebagai pemenangnya.

    DUEL STRIKER GAEK ANDALAN​
    [​IMG]
    [​IMG]

    Roma selalu identik dengan kaptennya, Francesco Totti. Fantasista geak berusia 38 tahun yang tak kunjung hilang sentuhan emasnya. Karenanya satu posisi di starting XI selalu mampu ditembus, siapapun pelatih Tim Serigala. Apalagi dalam duel Derby, Totti adalah sosok yang paling paham arti kebesaran partai tersebut. Selain itu laga menghadapi Lazio juga jadi favoritnya. "Kemenangan mana yang paling fantastis dalam hidup saya? Tentu saja setiap kemenangan atas Lazio," ujarnya memekak telinga Tim Elang Muda.

    Selain mengincar kemenangan dalam duel petang esok, Er Pupone juga memiliki ambisi pribadi dengan menjadi top skor sepanjang masa Derby della Capitale. Ya, dirinya hanya berjarak dua gol saja dari 11 gol milik sang pemegang rekor, Dino da Costa.

    Sementara Lazio memang tak lagi memiliki ikon klub layaknya Totti. Pemain paling senior dalam tim adalah sang kapten Stefano Mauri. Namun di masa kini mereka lebih diidentikan dengan striker uzur legendaris Jerman yang masih kerap diandalkan, Miroslav Klose.

    Musim ini tempatnya sebagai ujung tombak memang tersisih akibat kedatangan striker anyar, Filip Djordjevic. Namun Sang Kaisar masih amat dibutuhkan, apalagi dalam duel sepenting Derby Roma. Klose layak jadi tumpuan mengingat punya rekor bagus dalam partai penting tersebut. Baru dua gol memang yang dihasilkan Si No.11 ke gawang Roma, tapi sepasang gol itu selalu bisa menghadirkan kemenangan bagi Lazio!

    DERBY ROMA RASA BELANDA​
    [​IMG]

    Ada rasa baru yang bakal dihadirkan dalam Derby della Capitale edisi 141 ini. Ya, aroma kental Eredivisie Belanda bakal jadi warna menarik, menilik komposisi pilar andalan Roma dan Lazio.

    Tak seperti di laga-laga sebelumnya, kini kedua tim memiliki sepasang pemain asal Belanda yang sanggup memberi perbedaan. Di Roma terdapat sosok bakat terbaik Negeri Kincir Angin, Kevin Strootman. Di awal musim ini, mereka juga sukses meminjam Urby Emanuelson dari AC Milan. Keduanya memang belum memiliki peran yang benar-benar vital musim ini, dikarenakan hambatan cedera.

    Sementara Lazio memiliki bek andalan timnas Belanda, Stefan De Vrij. Satu transfer kejutan di bursa musim panas lalu memang, karena Tim Biru Langit harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkannya. Performa mantan penggawa Feyenoord itu gemilang, ia jadi kunci kesuksesan timnya bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara. Satu darah Belanda lagi terdapat dalam diri Edson Braafheid. Namun pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu diragukan bakal tampil karena cedera.

    JENDERAL BARU BERNAMA RADJA NAINGGOLAN​
    [​IMG]

    Daniele De Rossi diproyeksikan sebagai penerus Totti yang semakin menua. Namun kini, di usia sang wakil kapten yang sudah menginjak 31 tahun, Il Nuovo Capitano malah lebih sering jadi pembuat onar dibanding pemimpin. Posisinya sebagai jenderal lapangan tengah pun semakin tergusur dari starting XI.

    Tapi di tengah keterpurukan De Rossi dan cedera parah yang sempat menerpa Strootman, Roma masih bisa tersenyum karena sudah menemukan sosok pengganti sempurna. Dialah gelandang enerjik Belgia keturunan Indonesia, Radja Nainggolan.

    Staminanya tak pernah habis, visi bermainnya luar biasa, akurasi umpannya jempolan, dan tembakan geledek khasnya, adalah syarat sempurna bagi Nainggolan untuk jadi jenderal baru Il Giallorossi!

    TAJI FELIPE ANDERSON​
    [​IMG]

    Digadang-gadang sebagai transfer besar untuk masa depan, anggapan itu luntur seketika menilik musim pertama Felipe Anderson bersama Lazio, pada 2013/14 lalu. Dibanderol €7,5 juta saat usianya 20 tahun, harganya tergolong mahal dan direktur olahraga klub, Igli Tare, dinilai melakukan sebuah perjudian besar.

    Anderson flop dengan hanya mencetak sebiji gol dan tiga assist, dari 20 penampilannya di sepanjag musim lalu. Sempat berencana dipinjamkan, pelatih Lazio musim ini, Stefano Pioli, menahannya. Ia melihat satu potensi luar biasa dari pemuda asal Brasil tersebut.

    Sempat melanjutkan performa buruknya di awal musim ini, perlahan namun pasti Anderson mulai meledak. Dari empat laga terakhir, secara luar biasa pemain bernomor punggung tujuh itu sanggup mencetak empat gol dan empat assist! Sosoknya mendadak jadi begitu krusial. Dan ledakan itulah yang diharapkan Lazio dalam Derby della Capitale esok.

    liga italia seri a b, liga italia era digital, liga italia tabla, liga italia terkini, liga italia tvri, liga italia klasemen, SPESIAL: Lima Alasan Anda Haram Lewatkan Derby Della Capitale
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page