Stetoskoop, Layanan Direktori Rumah Sakit Indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 18, 2015.

Discuss Stetoskoop, Layanan Direktori Rumah Sakit Indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,756
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Startup yg bergerak di ranah layanan kesehatan memang bukan hal baru di Indonesia. Beberapa nama yg bergerak di ranah ini adalah AloDokter, UDoctor, & TanyaDok dengan layanan konsultasi langsung dengan dokter yg bekerja sama.

    Namun muncul nama baru di ranah ini dengan layanan berbeda, yakni Stetoskoop dengan layanan berupa database rumah sakit di seluruh Indonesia.

    Stetoskoop diambil dari kata stetoskop yg menjadi lambang profesi dokter. Layanan terbaru ini resmi diluncurkan pada Kamis (17/12) kemarin, sedangkan situs Stetoskoop telah aktif sejak April 2015.
    Ribuan direktori rumah sakit di Indonesia
    [​IMG]

    Denistya Sagita,Project Manager Stetoskoop, mengatakan bahwa lamanya jeda waktu dari aktif berdiri hingga resmi diluncurkan karena timnya sibuk melakukan risetdatabase rumah sakitdi seluruh negeri. Ia mengklaim hingga saat ini sudah terdapat lebih dari 2.000 direktori rumah sakit yg ada di Stetoskoop.

    Sedangkan untuk tim, Denistya menambahkan bahwa Stetoskoop memiliki tiga orang tim dengan dua Founder lulusan universitas di luar negeri. Sayangnya ia enggan menyebut dua nama tersebut, informasi yg diberikan hanya semua tim di Stetoskoop bukan berasal dari lingkup kesehatan, melainkan orang yg peduli dengan informasi rumah sakit yg masih aktif di seluruh Indonesia.

    Layanan ini berada di bawah lisensi PT Maximillian Medika Indonesia & merupakan sister company dari Maximillian Indonesia. Startup lainnya yg berada di bawah lisensi Maximillian adalah Kesles dengan layanan keuangan.
    Integrasikan fitur peta interaktif
    [​IMG]

    Pengguna yg mengakses situs Stetoskoop, akan langsung disajikan informasi pencarian rumah sakit berdasarkan daerah. Untuk informasi lokasi rumah sakit yg lebih detail, pengguna bisa langsung mengakses Explore By Map dengan integrasi peta.

    Di laman tersebut tertera informasi banyaknya rumah sakit di daerah yg dituju. Informasi rumah sakit ini sudah mencakup dari Aceh hingga Papua. Dan bila pengguna mengklik titik tertentu, akan langsung melihat layanan kesehatan yg tersedia di rumah sakit tersebut.

    Selain informasi direktori rumah sakit, Stetoskoop juga memberikan artikel yg berisi update kesehatan & tip mencegah berbagai macam penyakit. Semua artikel tersebut berada di laman Jurnal.

    Baca juga: 15 Startup Kesehatan dengan Pendanaan Terbesar di Asia Tenggara
    Tidak mengutamakan keuntungan
    Dengan direktori rumah sakit yg dimiliki, Denistya mengaku bahwa Stetoskoop tidak mengutamakan revenue. Deretan informasi rumah sakit yg berada di dalamnya juga tidak ditarik biaya sama sekali, alias gratis.

    Memang layanan ini ditujukan untuk social project, bukan untuk mencari keuntungan, terang Denistya.

    Lebih lanjut ia menuturkan bila pihaknya juga tidak ada afiliasi dengan rumah sakit mana pun. Sistem marketing yg dilakukan juga berupa riset mendalam informasi layanan kesehatan keseluruhan dari rumah sakit. Sedangkan untuk informasi dokter, menurut Denistya, kebanyakan rumah sakit menilai informasi tersebut rahasia & tidak bisa diedarkan secara bebas.

    Tidak mencari keuntungan, bukan berarti Stetoskooptidak punya rencana jangka panjang. Untuk 2016, Denistya mengatakan bahwa tim akan fokus untuk memperbanyak active user terlebih dahulu.Active user yg dimaksud adalah orang-orang yg memberi feedback atas informasi rumah sakit yg diberikan.

    Feedback dari pengguna menjadi pedoman poin-poin yg harus ditambahkan / dikurangi untuk perkembangan selanjutnya. Ini juga menjadi tolak ukur yg dibutuhkan masyarakat untuk layanan kesehatan, jelasnya.
    Pembenahan sesuai kebutuhan konsumen
    Denistya sendiri sadar bila layanannya masih jauh dari sempurna. Menurutnya masih banyak fitur yg belum bisa digunakan, seperti fitur login dengan akun media sosial.

    Untuk aplikasi mobile, Denistya menambahkan bahwa belum ada rencana ke arah tersebut. Alasannya adalah tim ingin fokus pada situs terlebih dahulu. Bila memang nantinya situs sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat & database rumah sakit sudah lebih banyak, maka baru dipikirkan ke arah tersebut.

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto; Sumber gambar: Harian Nasional)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page