Strategi elevenia dan JNE Setelah Perpanjangan Kerja Sama

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Nov 18, 2015.

Discuss Strategi elevenia dan JNE Setelah Perpanjangan Kerja Sama in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,761
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Salah satu penentu baik / buruknya layanan e-commerce adalah keandalan sistem logistiknya, terutama dari sisi jangkauan & ketepatan waktu pengantaran. Ini membuat marketplace seperti elevenia, yg beroperasi di Indonesia sejak Maret 2014, merasakan pentingnya kolaborasi dengan penyedia layanan logistik demi mendapatkan kepuasan & kepercayaan pelanggannya.

    Hari ini, Rabu (18/11), bertempat di kantor elevenia, Jakarta, perusahaan joint venture antara PT. XL Axiata dengan SK Planet ini melakukan seremoni penandatanganan perjanjian kerja sama dengan JNE, diwakili CEO elevenia, James Lee, & CEO JNE, Abdul Rahim Tahir. Kerja sama logistik yg telah memasuki tahun kedua tersebut diharapkan dapat melengkapi kiprah elevenia sebagai marketplaceyang mengklaim punya pertumbuhan tercepat di Indonesia.

    Semenjak Januari hingga Oktober 2015, dari total order yg dilakukan pelanggan elevenia, JNE melayani 60 persen di antaranya. Dengan penandatangan kerja sama tersebut, kedua pihak telah merencanakan beberapa strategi, seperti program eksklusif maupun peningkatan kapasitas jaringan logistik.

    Saat ini JNE memiliki sekitar 5.000 titik layanan. Dalam setahun ke depan, kami akan menambahkan 500 hingga 1.000 titik lagi. 95 persen jaringan ini akan mendukung marketplace elevenia, jelas Rahim.
    Baca juga: Kumpulan Startup E-commerce Penyedia Furnitur di Indonesia
    Meningkatkan penetrasi e-commerce di Indonesia
    Menurut data yg disebutkan James, rasio penetrasi e-commerce di Indonesia yg berada di angka satu persen masih tergolong kecil, terlebih jika dibandingkan dengan penetrasi Korea Selatan di angka 14 persen. Sisi positifnya, peluang untuk tumbuh lebih besar masih terbuka lebar. James bahkan memprediksi, dalam sepuluh tahun ke depan, penetrasi tersebut bisa tumbuh ke angka 10 persen.

    Untuk tahun depan sendiri, kami menargetkan pertumbuhan bertahap, tiga persen, minimum dua persen. Untuk mencapai itu, kami tentu perlu dukungan dari partner utama kami dalam urusan pengantaran barang, yaitu JNE, kata James.

    James mengatakan, untuk mencapai target itu, perlu dilakukan edukasi yg terus menerus kepada masyarakat Indonesia mengenai belanja online, dari sisi penjual & pembeli. Isu utama yg perlu diatasi, contohnya, adalah masih adanya kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan jual-beli online. Sementara dari sisi penjual, masalahnya adalah minimnya pengetahuan mengenai peluang menjual barang lewat marketplace.

    Untuk mengedukasi penjual, bisa lewat program gratis biaya pengiriman. Harapannya, setelah mereka tahu kenyamanan belanja di elevenia, mereka akan terus berbelanja. Sedangkan untuk penjual, edukasinya lewat program-program training yg rutin diadakan oleh elevenia, tambah James.

    James juga menyebutkan, dengan banyaknya pelanggan yg mengakses elevenia dari perangkat mobile, elevenia akan mengadakan program yg semakin memanjakan mereka. Melengkapi pembelian voucer telepon, listrik, & sebagainya yg sudah ada, akan ditambahkan juga gift voucher. Nantinya, gift voucher itu dapat diberikan ke sesama pelanggan yg sedang merayakan sesuatu, untuk ditukar dengan barang fisik, seperti misalnya kue ulang tahun.
    Baca juga: 5 Alasan Mengapa Indonesia Harus Meniru E-commerce Cina
    Rencana kolaborasi dengan layanan kurir
    JNE, meski memiliki jaringan distribusi ke seluruh Indonesia, harus bersaing dengan layanan kurir ojek yg tidak hanya mampu mengantarkan barang pada hari yg sama, tetapi juga dalam hitungan jam. Rahim mengatakan, persaingan di industri bukanlah sesuatu yg harus ditakutkan.

    Hal ini justru dinilainya mendorong JNE agar lebih proaktif memperbaiki strategi bisnisnya, termasuk berkolaborasi dengan layanan-layanan kurir ojek yg mulai mewabah di beberapa kota besar di Indonesia.

    Meski enggan menyebutkan dengan layanan yg mana, menurut Rahim pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan penyedia layanan ojek on-demand untuk memperkuat kapasitas layanan JNE. Apabila kolaborasi ini terwujud, pelanggan ecommerce di sejulah kota di mana ojek on-demand berada tentu akan menyambutnya dengan baik, karena mereka tak perlu menunggu keesokan harinya untuk segera menikmati barang yg dibeli.

    Dalam waktu dekat akan kami umumkan, jawabnya singkat.

    Tidak hanya itu, ia juga memberi bocoran mengenai rencana JNE merilis aplikasi mobile untuk kurir & pelanggan. Lewat aplikasi tersebut, pelanggan dapat melihat update pengiriman barang secara real-time, selain bisa mendapatkan berbagai keuntungan lainnya.
    Cicilan tanpa kartu kredit
    Selain logistik, ada satu strategi menarik lagi yg akan dihadirkan elevenia. Kebanyakan e-commerce menyediakan program cicilan dengan kartu kredit. Sedangkan, tidak semua masyarakat Indonesia memilikinya. Melihat data hingga awal Januari tahun lalu, baru ada delapan juta pemegang kartu & 15,8 juta kartu kredit yg beredar di Indonesia.

    Transaksi dengan kartu kredit di elevenia pun belum dominan. Dari keseluruhan transaksi, seperti disebutkan VP Marketing Division elevenia, Madeleine Ong De Guzman, hanya 30 persen yg menggunakan kartu kredit. Untuk pelanggan tanpa kartu kredit, / bahkan rekening bank, yg ingin membeli barang dengan cara mencicil, elevenia akan mengakomodasi kebutuhan tersebut.

    Kami sedang melakukan pendekatan dengan kreditplus, ini juga akan kami umumkan segera, ujar Madeleine.

    Di ranah e-commerce tanah air, elevenia tidak bermain sendirian. Dengan kompetitor seperti BukaLapak, MatahariMall, & Tokopedia, yg masing-masing menggandeng partner logistik dengan jaringan luas seperti JNE, TIKI, & Pos Indonesia, elevenia tentunya perlu memberikan nilai lebih pada layanan distribusi mereka.

    Selain mempererat dengan partner seperti JNE, elevenia sendiri sebetulnya bisa menggandeng penyedia layanan ojek on-demand, seperti yg sudah dilakukan oleh Tokopedia, sehingga pelanggan di wilayah tertentu bisa menerima barang yg dibeli lebih cepat ketimbang dengan kurir konvensional.

    Punya pendapat mengenai urusan logistik marketplace? Apakah menurut kamu e-commerce perlu meningkatkan kecepatan pengiriman dengan bantuan kurir ojek? Suarakan pendapat kamu di kolom komentar.

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page