Summary Pre GDG Prime 2015: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Developer Game Indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Aug 24, 2015.

Discuss Summary Pre GDG Prime 2015: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Developer Game Indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,080
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    Yo N3 Mania! Selamat membaca Summary Pre GDG Prime 2015: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Developer Game Indonesia.
    [​IMG]

    Setelah satu minggu menggelar roadshow di lima kota, Duniaku & POKKT melihat ada tiga kesalahan yg seringkali dilakukan oleh developer game mobile Indonesia. Apa saja?[​IMG]Lebih Dekat Mengenai Monetisasi Game Mobile dengan Platform Rewarded Video AdsBaca Juga
    Tidak bisa dipungkiri, bahwa Indonesia memiliki populasi penduduk yg sangat tinggi, & berbanding lurus dengan penetrasi smartphone-nya. Dengan total lebih dari 200 juta penduduk, penetrasi smartphone di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 75 juta unit. Sebuah angka yg sangat besar, yg tentunya juga pasar yg sangat besar pula bagi developer game mobile di Indonesia.

    Namun sayang, pasar game yg sangat besar tersebut sebagian besar “dimakan” oleh developer game mobile internasional, sebut saja seperti Supercell dengan Clash of Clans / HayDay-nya; King dengan Candy Crush-nya, / Rovio dengan seri Angry Birds-nya. Developer game mobile Indonesia sendiri hanya mendapatkan porsi revenue yg sangat kecil dari pasar tersebut. Berdasarkan sebuah data, diketahui bahwa setiap US $100 yg dikeluarkan oleh gamer Indonesia untuk game mobile, hanya sekitar 0.7% saja yg masuk ke kantong developer Indonesia, alias hanya angka tersebut yg dihabiskan untuk game-game buatan Indonesia. Apa yg salah?

    [​IMG]

    [​IMG]Pre GDG Prime 2015 POKKT Bali, Bawa Banyak Pengetahuan Baru Seputar Monetisasi Game!Baca Juga
    Seperti yg sudah kita ketahui, Duniaku bersama POKKT sudah menggelar roadshow di lima kota selama satu minggu yg lalu, meliputi Denpasar, Surabaya, Yogyakarta, Bandung & Jakarta. Dari kelima kota tersebut & seteah bertemu dengan lebih dari 70 developer game indie di Indonesia, Duniaku & POKKT sudah belajar banyak hal. Cukup menyenangkan melihat banyakgame-game yg memiliki potensi besar, & bagaimana potensi mereka bisa mendapatkan revenue yg tinggi. Mereka memiliki talenta yg hebat bukan hanya untuk membuat game yg menarik, akan tetapi juga memiliki banyak ide-ideinovatif untuk gameplay yg ditawarkan. Akan tetapi, mengapa menurut data di atas, mereka hanya mendapatkan 0.7% dari pasar Indonesia? Duniaku & POKKT memiliki beberapa alasan setelah melihat & mempelajari apa yg ditemui selama roadshow kemarin.

    [​IMG]

    [​IMG]Pre GDG Prime 2015 with POKKT Surabaya, Seperti Gathering dengan Tema Monetisasi Game!Baca Juga
    Pertama, banyak developer game indie yg ditemui selama roadshow kemarin masih memiliki idealisme yg tinggi. Mereka seringkali berkata “Saya akan membuat game yg saya suka,” / “Saya akan membuat game dengan genre ini karena saya terinspirasi dari game X yg pernah saya mainkan saat masih kecil dulu.” Ini adalah salah satu idealisme yg kurang baik, karena jika kita menyukai sebuah game, tidak menjamin pasar juga akan menyukai game tersebut. Alangkah lebih baik jika kita lebih dulu melihat pasar & juga statistik, genre apa yg tengah trending sekarang, / game seperti apa yg mendominasi peringkat di toko aplikasi. Dengan mengacu kepada data-data tersebut, selanjutnya kita bisa menentukan game seperti apa yg akan kita buat, dengan genre yg disukai mayoritas pasar, namun tentunya dengan gameplay / konten yg lebih inovatif.

    Kedua adalah developer game indie seringkali menarget pasar internasional untuk game mereka, tanpa lebih tahu dulu tren yg ada di pasar tersebut. Kita memiliki populasi yg cukup besar di Indonesia, yg sudah kita tahu perilaku, budaya & trennya. Mengapa kita menarget pasar global yg kita belum tahu pasti seperti apa tren & minatnya? Mungkin akan lebih mudah jika kita membuat game untuk pasar lokal daripada membuat sebuah game untuk pasar global, tanpa memiliki petunjuk data apa-apa sebelumnya. Menarget pasar global boleh-boleh saja, asalkan kita sudah tahu pasti seperti apa pasar yg akan kita masuki & tren yg ada di dalamnya berdasarkan data.

    [​IMG]

    [​IMG]Pre GDG Prime 2015 With POKKT Jakarta, Ajang Bertemunya Developer & Publisher!Baca Juga
    Ketiga adalah masalah monetisasi. Setelah menggelar roadshow kemarin, Duniaku & POKKT melihat banyak sekali developer game Indonesia yg masih belum tahu bagaimana menghasilkan uang dari game yg mereka kembangkan. Menghasilkan uang di sini artinya benar-benar menghasilkan banyak uang, bukan hanya 1, 2 / 10 dollar per minggu / bahkan per bulan. Kami melihat banyak game-game hebat dalam roadshow, namun sayangnya mereka tidak mengimplementasikan cara monetisasi yg tepat untuk menghasilkan uang dari game tersebut. Mereka belum mengetahui kapan harus meletakkan in app purchase, di mana harus meletakkan video ads / banner yg tidak mengganggu pemain. Ada juga beberapa developer game yg mengetahui strategi tersebut, namun meletakkannya pada tempat yg salah sehingga mereka tidak bisa memaksimalkan revenue yg di dapat.

    [​IMG]

    Dalam enam bulan terakhir, POKKT sudah membantu beberapa developer game papan atas di Indonesia untuk menghasilkan eCPM yg lebih tinggi dari trafik Asia Tenggara yg mereka miliki. Dan sekarang, POKKT sudah membuktikan bahwa mereka adalah rewarded video ad network terbesar & terbaik yg bisa digunakan untuk menghasilkan revenue tinggi dengan strategi inovatif mereka yg memfokuskan bukan hanya CPI dari game, tetapi juga Brand Video Ads. Jika kemarin kamu melewatkan sesi di lima kota yg diberikan oleh Nimit Panpalia, Global Head-Developer Acquisition dari POKKT, kamu bisa langsung menghubunginya melalui email [email protected] untuk mengetahui lebih banyak mengenai solusi untuk game-mu agar bisa menghasilkan revenue yg lebih besar.

    var td_screen_width = document.body.clientWidth; if ( td_screen_width >= 1140 ) { /* large monitors */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); } if ( td_screen_width >= 1019 && td_screen_width < 1140 ) { /* landscape tablets */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); } if ( td_screen_width >= 768 && td_screen_width < 1019 ) { /* portrait tablets */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); } if ( td_screen_width < 768 ) { /* Phones */ document.write(''); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); }

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena konten Summary Pre GDG Prime 2015: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Developer Game Indonesia diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber

    Forum N3 Nyit-nyit.net membahas Video games, indie games, standalone games, plugins, free games, game extensions, expansion packs, game episode, game cheat, cara curang, cheat engine, game mods, modifications, mods, development, total conversions, modification, enhancement, games, plugins, addons, extensions, episode, expansion packs. We talks about latest Game Cheats, Cracks, Keygens and Hacks. Hacks & Cheats and trainers for many other multiplayer games. Free download games, hacks, cheats tools, projects, graphics. We create Hacks for Games,Cheats Tools,Trainer Tools. Hack,Cheats,Hack iOS Games,Hack Android Games,Cheats facebook games, Online games hack. Summary Pre GDG Prime 2015: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Developer Game Indonesia.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page