Liga Indonesia Surat Dari Hanoi: Mengetahui Pemetaan Penduduk Indonesia Hingga Bertemu Restoran Halal Pertama

Discussion in 'Bola' started by Bola, Nov 25, 2014.

Discuss Surat Dari Hanoi: Mengetahui Pemetaan Penduduk Indonesia Hingga Bertemu Restoran Halal Pertama in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,327
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Dukungan penuh diberikan masyarakat Indonesia yang tinggal di Vietnam, saat timnas Indonesia bersua Vietnam pada laga perdana di Stadion My Dinh, Hanoi, Sabtu (22/11) lalu. Sekitar 150 orang Indonesia datang langsung untuk mendukung perjuangan Firman Utina dan kawan-kawan di laga tersebut. Seperti diketahui, laga itu berkesudahan 2-2 untuk kedua tim.

    Nah, di tengah hebohnya masyarakat Indonesia dalam memberikan dukungan itu, Goal Indonesia, berkesempatan untuk berbincang dengan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Vietnam, Mayerfas. Pada kesempatan itu, Mayerfas menceritakan tentang pemetaaan masyarakat Indonesia yang berada di Vietnam.

    "Jumlah masyarakat kita di sini ada sekitar 200-300 orang, yang tersebar di seluruh Vietnam," kata Mayerfas.

    Berbeda dengan pekerja dari Indonesia yang berada di Malaysia atau Hong Kong, yang rata-rata menjadi pembantu rumah tangga, di Vietnam posisi orang Indonesia berada dalam taraf yang lebih baik. "Di sini orang Indonesia tidak ada yang menjadi pembantu. Mereka adalah tenaga ahli semua. Bahkan, ada yang menjadi investor untuk mendirikan perusahaan. Sekitar lima perusahaan dari Indonesia ada di sini seperti Ciputra dan Semen Indonesia," paparnya.

    Di samping itu, ada juga para mahasiswa dari Indonesia yang sedang mengenyam ilmu di Negeri Paman Ho. Salah satunya, gadis cantik bernama Possy Freshya. Saat ini, dia sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Vietnam National University, Hanoi.

    "Saya saat ini sudah semester lima, dan program pertukaran pelajar ini selama enam bulan. Januari nanti saya kembali lagi ke Indonesia," ucap Possy, yang berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Sriwijaya itu.

    Di sisi lain, Mayerfas menjelaskan tentang kebijakan di Hanoi terkait pembangunan rumah atau tempat usaha. "Di sini kalau ingin mendirikan bangunan, kalau hanya satu lantai ya berarti hanya bisa untuk tempat usaha tidak boleh jadi tempat tinggal. Maka itu, banyak orang di sini mendirikan bangunan bertingkat sehingga lantai kedua atau berikutnya bisa menjadi tempat tinggal mereka," jelasnya.

    "Dari segi usaha, jualannya pun tidak dibatasi mau jual makanan, barang elektronik, atau pakaian. Jadi, Anda bisa lihat sendiri di sekitar Kedubes banyak orang yang jual macam-macam," tambah pria yang sudah menjabat sebagai Dubes di Vietnam sekitar 2,5 tahun itu.

    Soal jualan, Indonesia tak kalah dengan masyarakat Vietnam. Itu terbukti, dari event Women International Clubs yang digelar di kawasan perumahan Ciputra. Itu merupakan festival budaya dari berbagai negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Vietnam.

    Setidaknya, ada 40 negara yang ikut serta dalam event tersebut termasuk Indonesia. Tak ayal, pihak kedubes juga ikut memfasilitasi masyarakat Indonesia untuk mempromosikan budaya maupun masakan khas nusantara di event itu. Para jurnalis dari Indonesia yang sedang meliput Piala AFF 2014 pun diajak Mayerfas untuk mengunjungi event tersebut, Minggu (23/11) lalu.

    Terlihat, stand Indonesia yang menjual berbagai macam makanan menjadi yang paling cepat habis duluan. "Sate ayam kita sangat digemari di sini. Kita memang selalu menjadi yang paling cepat habis kalau bazaar seperti ini," ujar Sadikin, salah satu staf Kedubes RI untuk Vietnam.

    Sementara itu, Mayerfas juga mengakui sulit untuk menemukan restoran halal di Hanoi. Berbicara soal restoran halal, tiga penggawa Goal Indonesia yang sedang meliput Piala AFF 2014 di Hanoi, akhirnya mendapatkan informasi mengenai hal tersebut dari rekan jurnalis Indonesia lainnya yang juga sedang bertugas di sini.

    Ternyata, letak restoran tersebut tidak jauh dari apartemen tempat kami menginap, sekitar satu kilometer. Tak ayal, tempat tersebut bisa kami sambangi hanya dengan berjalan kaki. Nama restoran tersebut Little-India yang terletak di 32 Hang Tre, Hoan Kiem, Hanoi. Senin (24/11) malam, di depan restoran sudah terpampang tulisan halal. Menu yang disajikan pun kebanyakan makanan India atau dari Malaysia seperti nasi lemak, atau nasi kari ayam, dengan minuman khas teh tarik.

    Setelah puas mencicipi makanan di restoran tersebut, tak jauh dari situ ternyata terdapat danau yang sangat terkenal, yakni Danau Hoan Kiem. Danau itu adalah tempat berkumpulnya muda-mudi Vietnam.

    Tak ayal, di kanan kiri pinggiran danau banyak pasangan muda-mudi yang sedang bermesraan, jogging, maupun sekadar jalan-jalan santai. Di sekitar danau itu juga terdapat kuil Ngoc Son, yang cukup terkenal dengan adanya binatang kura-kura di dalamnya. Konon katanya, di dalam danau tersebut ada kura-kura yang berusia lebih dari 100 tahun.

    Setelah bersantai sejenak menikmati suasana di danau itu, sekitar pukul 23.00 waktu setempat kami memutuskan untuk kembali ke apartemen. Di saat itu pula, untuk pertama kalinya kami melihat kejadian tabrakan di jalan raya sekitar danau di tengah semrawutnya lalu lintas di sana. Beruntung, tabrakan tersebut tidak memakan korban jiwa.

    Ikuti terus berbagai pengalaman menarik dari para penggawa Goal Indonesia yang meliput langsung di Hanoi. Dan jangan lewatkan berita-berita eksklusif yang akan disajikan redaksi kami dari sana.

    Salam Goal!

    liga indonesia isl, live score, wikipedia, pes 2013, divisi 1, 2014, super, Surat Dari Hanoi: Mengetahui Pemetaan Penduduk Indonesia Hingga Bertemu Restoran Halal Pertama
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page