Terlibat Peretasan, Mantan Angkatan Laut AS Dituntut

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, May 7, 2014.

Discuss Terlibat Peretasan, Mantan Angkatan Laut AS Dituntut in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,135
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Mantan anggota angkatan laut Amerika Serikat Nicholas Knight dituntut karena terlibat konspirasi peretasan sistem komputer publik dan privat. Nicholas Knight dituduh melakukan kejahatannya ketika masih menjabat sebagai administrator sistem nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat.
    Dalam melakukan kejahatannya Knight bekerjasama dengan teman sekerjanya, Daniel Krueger. Kedua pria ini merupakan bagian dari kelompok peretas Team Digi7al, kelompok ini mengincar sejumlah komputer Angkatan Laut Amerika Serikat, Departemen Pertahanan Dalam Negeri, dan beberapa kampus seperti Universitas Harvard, Universitas Johns Hopkins, serta Universitas Stanford. Korban penyerangan Knight dan Krueger tidak hanya lembaga yang ada di Amerika Serikat, kelompok ini bahkan menyerang Dinas Kepolisian Toronto di Kanada.
    Jaksa Federal mengatakan bahwa Krueger melakukan pembobolan data terhadap sistem pusat data Angkatan Laut Amerika Serikat yang bernama U.S. Navy’s Smart Web Move (SWM). Pada Juni 2012 Naval Criminal Investigative Service mendeteksi adanya kebocoran data yang tersimpan pada SWM. SWM menyimpan dokumen personal yang sangat sensitif, termasuk nomor jaminan sosial, nama dan data kelahiran, diperkirakan sekitar 220.000 orang anggota. Data-data yang terdapat pada SWM sendiri berada pada server yang terdapat di Tulsa, Oklahoma.
    Pada Senin lalu (05/05/2014), Jaksa Wilayah Distrik Utara Oklahoma, Danny C. Williams Sr mengatakan bahwa kebocoran tersebut telah dilacak oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Angkatan laut secara cepat telah mengidentifikasi dan melacak dugaan penyebab kebocoran pada sistem online mereka, mengungkapkan skema peretasan komputer yang luas yang dilakukan di seluruh negeri dan bahkan di luar negeri ungkap jaksa tersebut.
    Hingga saat ini belum jelas hukuman apa yang akan diterima Nicholas Knight dan Daniel Krueger. Namun jika terbukti bersalah, kedua orang tersebut kemungkinan akan mendapatkan hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda sekitar 250.000 dolar AS.
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page