Ternyata Pablo Picasso Melukis dengan Cat Rumah Saja

Discussion in 'Entigapedia' started by Aquos, Jul 31, 2013.

Discuss Ternyata Pablo Picasso Melukis dengan Cat Rumah Saja in the Entigapedia area at Nyit-Nyit.Net

  1. Aquos 1 SD Level 2

    Messages:
    269
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    43
    Pablo Picasso, seniman ternama yang terkenal dengan lukisan-lukisannya dengan aliran kubisme, ternyata membuat lukisannya dari cat dasar rumah biasa saja. Analisis sinar X-Ray dari beberapa pengamat lukisan milik Picasso akhirnya memecahkan misteri lama tentang jenis cat apakah yang digunakan di kanvas miliknya, yang ternyata hanya dari cat dasar rumah biasa. Para pengamat seni telah lama menduga Picasso adalah salah satu seniman pertama yang menggunakan cat rumah, dibandingkan cat yang digunakan pelukis tradisional lainnya untuk membuat efek glossy dari lukisannya. Fisikawan di Argonne National Laboratory di Illinois, AS menggunakan sinar X-ray nanoprobe mereka di lukisan Picasso berjudul "The Red Armchair", yang selesai dibuat pada tahun 1931. Mereka meminjam lukisan tersebut dari Art Institute of Chicago. Instrumen nanoprobe bisa melihat rincian dari tingkat individu dari partikel pigmen pada lukisan yang mengungkapkan susunan unsur kimia tertentu dalam cat yang digunakan.

    [​IMG]

    Analisis menunjukkan bahwa Picasso menggunakan cat dengan komposisi kimia yang sama seperti merek pertama dari cat tembok yang dijual secara komersil, "Ripolin". Para peneliti membandingkan pigmen lukisan dengan cat dari merek Ripolin tersebut yang mereka beli di eBay.

    Para pengamat seni berpendapat Picasso bereksperimen dengan Ripolin untuk mendapatkan efek yang berbeda yang tidak dimiliki cat minyak tradisional, yang kering lebih lama dan dapat bercampur. Sebaliknya, cat rumah mengering dengan cepat dan meninggalkan efek seperti marmer, efek tepian yang unik bahkan efek tetesan pada lukisan. Namun, para ahli tidak bisa yakin cat rumah adalah kunci untuk melihat Picasso tanpa bukti.

    [​IMG]

    "Penampilan bisa menipu, jadi ini adalah titik dimana seni memperoleh manfaat dari sebuah penelitian ilmiah," papar Francesca Casadio, ilmuwan konservator senior di Art Institute of Chicago. Dilansir LiveScience, para ilmuwan telah merinci temuan mereka dalam sebuah makalah penelitian yang diterbitkan bulan lalu dalam jurnal berjudul Physics A: Material Science & Processing.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page