Liga Spanyol Tiga Bek Sorotan Copa America 2015

Discussion in 'Bola' started by Bola, Jun 24, 2015.

Discuss Tiga Bek Sorotan Copa America 2015 in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,276
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Permainan cantik, atraksi, hujan gol, ya! Itulah yang sempat menyelinap di pikiran jelang dimulainya Copa America 2015 di Cile. Bagaimana tidak, pemain-pemain dari Amerika Selatan memang sudah masyhur dikenal sebagai jagonya gocek bola, sebut saja para legenda seperti Maradona, Pele, Ronaldo hingga Ariel Ortega.

    Dan permainan tim-tim dari Amerika Selatan pun juga dinilai tidak jauh dari performa individu mereka, negara-negara Amerika Latin disebut lebih atraktif dan eksplosif dari pemain Eropa, dengar saja sebutan bagi Brasil (Samba) dan Argentina (Tango) yang merupakan tarian khas dari negara masing-masing yang juga menjadi sebuah pengakuan atas kecantikan permainan mereka di atas lapangan.

    Ditambah lagi dengan hadirnya striker-striker buas yang menancapkan kuku mereka di kompetisi Eropa, seperti Lionel Messi, Edinson Cavani, Sergio Aguero, Alexis Sanchez, Carlos Tevez, Carlos Bacca dan lainnya. Sudah tentu, pertandingan yang menghibur dan banjir gol tampak menjadi jaminan di turnamen tahun ini.

    Namun, ternyata tidak demikian...

    Permainan defensif tampak sangat kentara dilakukan oleh mayoritas tim, jumlah umpan terbanyak di turnamen sejauh ini dipegang oleh pemain defensif dan full-back (tujuh besar). Alhasil, minimnya pergerakan di lini depan membuat bukan gol-gol spektakuler yang kerap tercipta namun pelanggaran-pelanggaran yang lebih banyak tampak di setiap pertandingan.

    [​IMG]
    Argentina hanya mencetak empat gol dalam tiga laga, Lionel Messi mencetak satu salah satunya​

    Dalam 18 pertandingan di babak grup, hanya tercipta total 40 gol atau rata-rata 2,2 gol per laga, sementara jumlah pelanggaran mencapai 615 kali dengan membuahkan 81 kartu kuning dan empat kartu merah!

    Jumlah pelanggaran itu pun melampui jauh total tembakan (416) yang tercipta selama fase grup, dan tembakan yang tepat sasaran hanya mencapai sepertiganya, yaitu 121 atau 6,7 tembakan on target per laga, sehingga tidak mengejutkan tercipta rasio rendah dalam jumlah gol.

    Kontribusi gol setiap tim juga tampak merata minimnya, ada lima tim yang mencetak empat gol dalam tiga laga, termasuk Brasil dan Argentina, sementara sisa tim lainnya mencetak gol di bawah itu! Tentu saja, kecuali Cile yang sendirian mengemas sepuluh gol dalam tiga pertandingan, berkat kemenangan 5-0 atas Bolivia di laga terakhir babak grup.

    "Copa America sulit karena di setiap pertandingan hanya ada perbedaan satu gol. Hanya Cile yang meraih sesuatu berbeda," ujar pelatih Brasil, Carlos Dunga, mengenai skor-skor tipis yang mewarnai laga di turnamen tahun ini.

    Seakan masih kurang buruk, Copa America 2015 juga diwarnai dengan insiden negatif yang melibatkan dua bintang turnamen. Pemain andalan Brasil dan Barcelona, Neymar, melakukan aksi tidak terpuji usai laga menghadapi Kolombia, yang mengakibatkan ia harus pulang terlebih dahulu karena diganjar sanksi empat pertandingan, dan tidak ketinggalan pula pemain andalan Juventus, Arturo Vidal, yang mengalami insiden kecelakaan akibat mengemudi dengan pengaruh alkohol.

    Lalu mengapa turnamen ini tidak berjalan dengan sesuai harapan? Salah satu alasan utama tentu karena gemilangnya performa pemain belakang, kerja keras lini pertahanan setiap tim tetap tidak bisa diabaikan begitu saja. Goal memilih tiga bek yang menampilkan performa impresif di luar ekspektasi dan juga memiliki potensi yang semakin cerah ke depannya. Berikut tiga bek yang patut disorot:

    NICOLAS OTAMENDI (ARGENTINA/VALENCIA)​
    [​IMG]
    Diandalkan bersama Ezequiel Garay di jantung pertahanan tim nasional Argentina, Otamendi memiliki kemampuan yang serba bisa di lini belakang. Ia sempat diplot sebagai bek kanan ole Diego Maradona pada Piala Dunia 2010 silam, tetapi kemampuan alaminya akan keluar bila ditempatkan sebagai bek tengah.

    Di Copa America 2015, ia menjadi starter pada dua laga perdana tim Tango. Pada laga perdana, kelengahan di lini belakang harus membuat Argentina puas dengan satu angka setelah Paraguay mampu menyamakan kedudukan di menit akhir, tetapi Otamendi dan kawan-kawan sudah belajar banyak dan mampu meraih clean sheet saat melawan Uruguay.

    Ia kemudian diistirahatkan saat Argentina menghadapi Jamaika, dan pelatih Gerardo Martino kemungkinan besar akan kembali mengandalkan jasanya saat anak asuhnya menghadapi Kolombia di babak delapan besar.

    Tak hanya di level internasional, di mana ia telah mengoleksi 21 caps sejauh ini, Otamendi juga telah membuktikan kualitasnya di level klub musim lalu. Dengan ketenangan yang ia miliki di daerah pertahanan, pemain berusia 27 tahun itu mampu membawa Valencia merengkuh tiket Liga Champions untuk musim depan.

    Sebelumnya, ia juga menjadi pemain reguler saat Porto merengkuh gelar liga tiga tahun beruntun (2011-2013) dan juga saat menjadi juara Liga Europa pada 2010/11.

    "Permainan saya adalah antisipasi," ungkap Otamendi. "Saya senang membaca aksi dan menghentikan bahaya [yang mengancam tim]."

    Performanya yang memikat tidak bisa diabaikan oleh klub-klub raksasa Eropa lainnya. Duo Manchester dikabarkan menjadi yang terdepan dalam perburuan tanda tangan Otamendi. Adanya Marcos Rojo & Angel di Maria di Old Trafford dan Pablo Zabaleta & Sergio Aguero di Etihad Stadium, kemungkinan akan semakin memudahkan dia untuk menetap di kota Manchester, entah bermain untuk United ataupun City.

    JOSE GIMENEZ (URUGUAY/ATLETICO MADRID)​
    [​IMG]
    Meski baru berusia 20 tahun, Gimenez memiliki potensi yang sangat besar dan hal tersebut telah ia tampilkan sepanjang turnamen sejauh ini.

    Selalu menjadi starter pada tiga pertandingan Uruguay, ia mampu mencetak satu assist dan satu gol meski statusnya sebagai bek. Dan hal tersebut bisa dibilang cukup istimewa mengingat seretnya gol di turnamen. Satu assist yang ia ciptakan berujung pada gol kemenangan saat melawan Jamaika di laga perdana, dan satu golnya membantu Uruguay mengimbangi Paraguay di laga terakhir.

    Nama Gimenez sudah mencuri perhatian sejak mengantar Uruguay menduduki posisi runner-up pada Piala Dunia U-20 2013. Usai turnamen, ia kemudian mendapatkan pertandingan debut bersama Atletico Madrid dengan menaklukkan Almeria 4-2, namun ia baru mendapatkan kepercayaan setahun berikutnya setelah tampil impresif bersama timnas senior Uruguay di Piala Dunia 2014.

    Berkah tersembunyi didapatkan Gimenez setelah Diego Lugano cedera, sehingga ia menggantikan peran sang kapten kala menghadapi Inggris pada laga kedua babak grup. Hasilnya, ia mampu mengawal lini belakang dengan baik dan mengantar tim menang 2-1.

    Kematangan yang ditunjukkan Gimenez membuatnya tetap dipercaya sebagai starter pada laga terakhir babak grup melawan Italia yang dimenangkan Los Celeste dengan skor 1-0. Namun, meski ia kembali ditampilkan pada babak 16 Besar, Gimenez gagal menghindarkan timnya dari kekalahan dengan skor 2-0 dari Kolombia.

    Kekompakan Gimenez dengan Diego Godin di lini belakang pada Piala Dunia 2014 itu tampaknya membuat Diego Simeone terkesan, cedera yang dialami Miranda di awal musim membuat Gimenez mendapatkan satu tempat di posisi inti hingga pemain asal Brasil itu kembali pulih.

    Namun, kabar santer mengenai Miranda yang akan hengkang ke FC Internazionale mengindikasikan bahwa Gimenez berpeluang menjadi bek reguler di Vicente Calderon bersama Godin seperti di Piala Dunia 2014 atau di Copa America 2015 ini.

    JEISON MURILLO (KOLOMBIA/INTERNAZIONALE)​
    [​IMG]
    Nama Murillo mencuat setelah ia mencetak gol kemenangan tim nasional Kolombia kala menghadapi tim favorit, Brasil, pada pertandingan kedua babak grup Copa America 2015.

    Masa depannya yang sudah menjadi milik FC Internazionale setelah digaet pada awal tahun kemarin, membuatnya digadang-gadang menjadi Ivan Cordoba baru di Giuseppe Meazza. Seperti yang diketahui, Murillo dan Cordoba, beroperasi di posisi yang sama yaitu bek tengah.

    Selain itu, keduanya juga memiliki kemiripan dalam bermain, Murillo juga cekatan dan berani dalam melakukan tekel meski hal itu tidak jarang membuatnya mendapatkan masalah. Ia juga memiliki kecepatan dan tidak jarang memberi umpan jauh yang akurat dari lini belakang.

    Dengan kemampuannya tersebut, pemain berusia 23 tahun itu menjadi pemain reguler Granada dalam dua musim terakhir, meski pada musim lalu ia harus sering duduk di kursi pesakitan karena cedera.

    Tetapi pada Copa America 2015 ini, Murillo kembali menegaskan bahwa dirinya masih mampu menampilkan performa terbaik. Meski Kolombia sempat dikejutkan Venezuela di laga perdana, mereka berhasil bangkit melalui kemenangan atas Selecao melalui gol tunggal Murillo dan menahan imbang Peru dengan skor tanpa gol untuk memastikan diri lolos ke delapan besar. Ia tercatat melakukan intersep terbanyak di antara pemain lain di fase grup.

    Di perempat-final mereka akan menghadapi Argentina, dan Murillo diharapkan bisa berbuat banyak kala menghadapi Lionel Messi yang juga berkarir di La Liga Spanyol.

    Murillo juga harus kembali membuktikan kualitasnya usai turnamen di Cile dengan bergabung ke klub baru, Inter. Ia diharapkan bisa menambal lini belakang Nerazzurri yang kemasukan 48 gol di Serie A Italia musim lalu. Pemain kelahiran Cali itu akan menjadi opsi yang bisa diandalkan bagi pertahanan skuat asuhan Roberto Mancini jika Andrea Ranocchia dan Nemanja Vidic tidak berhenti melakukan blunder.




    [​IMG]
    //

    liga spanyol table, klasemen, seri b, malam ini, terkini, divisi 2, Tiga Bek Sorotan Copa America 2015
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page